Sri Mulyani Pamer Ekonomi RI di Depan Investor AS

3115

Washington – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam sepekan ke depan berada di Washington DC, Amerika Serikat (AS) untuk menghadiri berbagai acara. Salah satunya yang dijalani hari ini, bertemu dengan investor asal AS.

Acara dalam bentuk seminar ini diselenggarakan oleh The United Stated-Indonesia Society (USINDO). Sri Mulyani bertindak sebagai pembicara untuk tema Indonesia: Steering Through The Global Headwind, Unlocking The Domestic Potentials’.

Sekitar 45 menit, Sri Mulyani memaparkan kondisi ekonomi Indonesia terkini. Dimulai dengan berbagai program yang sudah dijalankan oleh pemerintah Indonesia dalam kisaran tiga tahun terakhir.

“Presiden Jokowi bekerja penuh untuk bisa menciptakan stabilitas ekonomi dan inklusifitas,” kata Sri Mulyani, Kamis (20/4).

Sri Mulyani menjelaskan, upaya pemerintah sangat berat di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Selepas taper tantrum yang menghadang banyak negara, seperti Indonesia pada 2013 silam. Selanjutnya Inggris keluar dari Uni Eropa atau dikenal dengan nama Brexit, devaluasi mata uang China hingga volatilitas pasar keuangan pasca terpilihnya Presiden AS Donald Trump.

Pada sisi lain, harga komoditas yang anjlok membuat banyak negara berkembang penghasil komoditas terkena dampak cukup serius. Bahkan hingga terjun ke level resesi. Indonesia, untungnya bisa bisa tetap bertahan dan tumbuh positif.

“Perekonomian Indonesia tetap baik pasca banyak persoalan yang terjadi di dunia,” tegas Sri Mulyani.

Langkah yang ditempuh pemerintah adalah dengan membuat kebijakan yang terukur. Dari menciptakan fundamental ekonomi yang kuat, reformasi fiskal, pengelolaan utang dan menjaga efisit anggaran tetap pada batas yang baik terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Di samping itu, defisit transaksi berjalan berhasil diturunkan pada level yang aman, yakni 2% terhadap PDB. Inflasi juga sukses dijaga pada posisi sekitar 3% atau lebih rendah sejak 1999, ketika ada krisis moneter. Hal tersebut juga mampu mendorong konsumsi masyarakat tetap tumbuh.

“Anda bisa melihat buktinya, kita bisa menciptakan fundamental yang kuat di tengah ketidakpastian global,” imbuhnya.

Pada sisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Sri Mulyani memastikan pengelolaan yang kredibel. Reformasi dijalankan sejak awal pemerintahan Presiden Jokowi, dengan memangkas subsidi energi untuk dialihkan kepada pembangunan infrastruktur dan perlindungan sosial.

Memang diakui Sri Mulyani, ada kelemahan dalam penerimaan pajak pada dua tahun terakhir. Seiring dengan perekonomian yang melambat, penerimaan pajak juga tidak bisa tumbuh seperti yang diharapkan.

Untuk itu dijalankan program pengampunan pajak atau tax amnesty dengan tujuan mengumpulkan basis data dari masyarakat yang selama ini tidak patuh dalam pembayaran sekaligus melaporkan pajak.

Realisasi penerimaan amnesti pajak sesuai Surat Setoran Pajak (SSP) mencapai Rp 134,99 triliun, dengan uang tebusan sebesar Rp 114,23 triliun, pembayaran tunggakan Rp 19,02 triliun dan pembayaran bukti permulaan sebesar Rp 1,75 triliun.

Sedangkan dari komposisi harta, terdapat deklarasi dalam negeri sebesar Rp 3.697,94 triliun, deklarasi luar negeri sebesar Rp 1.036,37 triliun, dan repatriasi sebesar Rp 122,3 triliun. Sementara itu ada tambahan 52.757 wajib pajak (WP) baru, dari total peserta tax amnesty 972.530 WP.

“Tax amnesty yang kita dijalankan disebut sebagai yang terbaik di dunia,” kata Sri Mulyani.

Kredibilitas APBN, kata Sri Mulyani juga akan ditunjukkan melalui belanja yang terukur, di samping reformasi fiskal yang sudah dijalankan. Setiap rupiah yang dikeluarkan oleh pemerintah akan benar-benar ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Jadi APBN yang kita miliki benar-benar berfungsi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Strategi saya adalah dengan meningkatkan penerimaan negara dan disalurkan dalam bentuk belanja negara yang efektif,” tandasnya.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Bareskrim Polri Kembali Tangkap Penyelundup Miras Ilegal Jariangan Batam

Metrobatam.com, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim menangkap 2 tersangka penyelundupan miras jaringan BH alias Kwkn. Kedua tersangka berinisial F dan...

Seluruh Fraksi di DPRD Kepri Sepakat Perda Pendidikan Perjuangkan Guru Honorer

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Seluruh fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri sepakat untuk melanjutkan hak inisiatif pengelolaan pendidikan diatur dalam Peraturan Daerah (Perda). Ketua DPRD...

36 PTIS Riau-Kepri Ramaikan PIOS Ke-6 di Batam

Metrobatam.com, Batam - Sebanyak 36 Perguruan Tinggi Islam Swasta (PTIS) Riau-Kepulauan Riau mengikuti Pekan Ilmiah Olahraga dan Seni (PIOS) Ke-6, Senin (23/10). Kegiatan yang...

AS Tolak Panglima TNI, Media Australia: Ini Bencana Diplomatik

Canberra - Media-media asing ramai memberitakan penolakan Amerika Serikat (AS) terhadap Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo. Media Australia menyoroti alasan misterius di balik penolakan...

Dicecar Hakim, Eks Dirut PNRI Menangis di Sidang e-KTP

Metrobatam, Jakarta - Mantan Direktur Utama PNRI Isnu Edhi Wijaya menangis di sidang dugaan korupsi e-KTP. Isnu menangis saat dicecar hakim soal peran Andi...

Dubes AS Minta Maaf, Menlu Retno: Tak Cukup, Perlu Penjelasan

Metrobatam, Jakarta - Dubes AS untuk RI Joseph Donovan meminta maaf atas insiden penolakan AS terhadap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Namun, bagi pemerintah...

Pilkada 2018 Diprediksi Sedot Kas Negara Sampai Rp20 Triliun

Metrobatam, Jakarta - Dana hibah yang disepakati akan dikucurkan untuk pelaksanaan Pilkada serentak 2018 di 171 daerah sudah mencapai Rp15,2 triliun. Belasan triliun dana...

Istana akan Gelar Rapat Bahas Densus Tipikor

Metrobatam, Bandung - Usulan pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) oleh Polri menuai kritikan dari berbagai pihak. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)...

Papua Mencekam! 4 Anggota Brimob Ditembak saat Evakuasi Jenazah Rekannya

Metrobatam, Jayapura - Pasca teror penembakan di kawasan Freeport, hingga kini aksi penembakan terus terjadi. Pagi ini, empat anggota Brimob Polda Papua tertembak saat...

Soal Penolakan pada Panglima TNI, Wiranto Tunggu Penjelasan AS

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan masih menunggu klarifikasi dari pihak Amerika Serikat terkait dengan penolakan Panglima TNI...

Ketua DPRD Kabupaten Padang Lawas Terjaring Razia Narkoba di Diskotek

Metrobatam, Medan - Petugas Gabungan Polisi dan Badan Narkotika Nasional, yang dipimpin Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polrestabes Medan, berhasil menjaring sebanyak 80 orang...

PBNU: Yang Menolak Pancasila, Silakan Hidup di Afghanistan

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menegaskan bahwa ideologi Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tak bisa diganggu...
BAGIKAN