STAI Sultan Abdurrahman Dinilai Tidak Transparan Terhadap Dana Mahasiswa

592

Metrobatam.com, Bintan – Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sultan Abdurrahman, Provinsi Kepulauan Riau mengeluhkan kebijakan kampus yang tidak transparan terhadap biaya-biaya yang dipungut dari mahasiswa.

Bahkan mahasiswa menduga ada indikasi penyimpangan terhadap penggunaan biaya tersebut, salah satu contohnya adalah dana pelatihan Fardu Kifayah yang dipungut sebesar Rp550 ribu dari masing-masing mahasiswa semester akhir.

“Parah nih kalau begini terus bang, bayar ini bayar itu, nggak jelas semua digunakan untuk apa. Kita semester akhir harus keluarkan duit 550 ribu untuk pelatihan Fardu Kifayah (Memandikan jenazah,red). Kami kira dengan mengeluarkan dana sebanyak itu kami mendapatkan pelatihan yang maksimal. Ini cuma 1 jam saja dan alat-alat diperlukan pun kita tahu dari kepunyaan alumni sebelumnya. Jadi kami bayar duit itu untuk apa,”ujar salah seorang mahasiswa yang minta namanya dirahasiakan kepada Metrobatam.com, Sabtu, (23/7).

Selain itu, pungutan uang kemahasiswaan yang jumlahnya dinilai terlalu besar dan tidak masuk akal, yang salah satunya adalah uang buku. Padahal, lanjutnya, buku-buku yang ada diperpustakaam merupakan sumbangan dari Kementerian Agama.

“Kita diwajibkan membayar uang buku, alasannya untuk ngisi buku di perpustakaan. Tapi buku di perpustakaan semuanya buku yang sudah di cap Kementrian Agama,”ujarnya lagi.

Semua biaya yang dipungut terhadap mahasiswa tersebut dirasa sangat memberatkan karena banyak juga mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka merasa terintimidasi jika tidak membayar biaya-biaya yang diwajibkan oleh kampus.

“Kita dipaksa bayar apa-apa yang di minta dari kampus, kita takut nanti akan dipersulit waktu kuliah jika tidak membayarnya,”ucapnya.

Menurut para mahasiswa, pihak kampus harus tranparan terhadap penggunaan dana yang dipungut kepada mahasiswa agar diketahui point-point biayanya. “Pihak kampus perlu menjelaskan penggunaan uang yang kami bayar. Begitu juga penjelasan tentang pemakaian dana bantuan dari pihak luar kampus seperti dana bansos dan hibah dari Provinsi Kepri. Kami cuma minta hak, kami keluarkan duit banyak-banyak, tapi tak tahu digunakan untuk apa,” harapnya.

Menananggapi keluhan mahasiswa ini, Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sultan Abdurrahman Kepri, Drs. Razali Jaya, M.Sy ketika dikonfirmasikan mengaku belum mengetahui secara rincian mengenai pungutan dana Fardhu Kifayah tersebut.

“Tentang boneka bekas, itu masih awet, saya tidak taulah rinciannya apa saja, karena saya tidak ngurus sampai rincian seperti itu,”ujar Razali Jaya saat ditemui metrobatam.com, Senin, (25/7).

Razali menjelaskan, penggunaan dana Fardhu Kifayah hanya bagian keuangan yang tahu bagaimana penggunaannya. “Saya tidak tahu, kalau saya tak adalah korupsi-korupsi, saya ini mantan kanwil Kemenag lo,”katanya.

Meskipun demikian, Razali berjanji akan menindaklanjuti adanya keluhan dari mahasiswa ini. Dia berencana akan mengadakan pertemuan dengan seluruh mahasiswa akhir untuk melakukan musyawarah bersama.

“Kita akan kumpulkan seluruh mahasiswa akhir, kita akan cari solusi bersama,”katanya. (Budi Arifin)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Ibu Hj Deby Apri Sujadi : Manfaatkan Fasilitas Puskesmas dan Posyandu Terdekat

Metrobatam.com, Bintan - Ketua TP PKK Kabupaten Bintan Ibu Hj Deby Apri Sujadi mengatakan bahwa dirinya mengharapkan agar masyarakat terutama kaum ibu, benar-benar dapat...

Wow! Bright PLN Batam Promo Granada dan Pasang Baru Selama PLN Fair

Metrobatam.com, Batam - PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam akan memperlihatkan berbagai produk dan program teranyar pada  pameran kelistrikan (PLN Fair) yang digelar selama...

Bupati Bintan Instruksikan Kedes Gunakan Dana Desa dengan Benar dan Sesuai Aturan

Metrobatam.com, Bintan - Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta Kepolisian Republik Indonesia resmi telah melakukan Memorandum Of Understanding...

Komisi III DPRD Kepri Dan BALP Pemprov Kepri Studi Banding ke Bandung

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komisi III DPRD Provinsi Kepri bersama dengan BALP (Biro Administrasi Layanan Pengadaan) Pemerintah Provinsi Kepri, melaksanakan studi banding ke Pemerintah Kota...

HUT Partai Golkar Ke-53, Tetap Jaya dan Bersatu

Metrobatam.com, Batam - Ketua DPD II Partai Golkar Kota, Ruslan M Ali Wasyim memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus, kader dan keluarga besar Partai Golkar....

90 Kapal Maling Ikan Antre Ditenggelamkan Susi

Metrobatam, Jakarta - Penenggelaman kapal merupakan salah satu kebijakan tegas yang dilakukan pemerintah guna melawan pencurian ikan atau illegal fishing di perairan Indonesia. Per Agustus...

BBM Satu Harga Tekan Harga Solar di Natuna

Metrobatam, Natuna - Program Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menuai hasil. Beberapa wilayah di Indonesia timur...

Negara Lain Mulai Lirik Cara Susi Berantas Maling Ikan

Metrobatam, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, selama ini gencar memberantas maling ikan di. Mulai dari menyita hingga menenggelamkan kapal maling ikan...

Penyelundupan Pil Koplo Dalam Tahu Goreng Berhasil Digagalkan

Metrobatam, Blitar - Petugas Lapas Kls 2B Blitar berhasil menggagalkan upaya penyelundupan pil koplo. Pil koplo ditemukan di dalam tahu goreng yang dikirim pembesuk. "Insting...

Memalukan! Belasan Oknum Polisi Keroyok Siswa SMA Gara-Gara Rebutan Cewek

Metrobatam.com, Serang - Aksi penganiayaan menimpa salah seorang siswa SMK di Kota Serang bernama AS (17). Penganiayaan diduga dilakukan oleh belasan oknum anggota Polda...

Curi Kulit Manis di Kebun Mendagri, Arief Dihajar dan Motornya Dibakar

Metrobatam, Merangin - Aksi pencurian yang dilakukan oleh tiga pemuda di perkebunan kulit manis milik Mendagri (39) warga Desa Nilo Dingin kecamatan Lembah Masurai,...

Jokowi Dinilai Berhasil, PDIP Kawal Hingga Habis Masa Jabatan

Metrobatam, Jakarta - Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) mengklaim Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla berhasil merombak perekonomian Indonesia menjadi lebih kompetitif. Pasangan itu...
BAGIKAN