STAI Sultan Abdurrahman Dinilai Tidak Transparan Terhadap Dana Mahasiswa

631

Metrobatam.com, Bintan – Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sultan Abdurrahman, Provinsi Kepulauan Riau mengeluhkan kebijakan kampus yang tidak transparan terhadap biaya-biaya yang dipungut dari mahasiswa.

Bahkan mahasiswa menduga ada indikasi penyimpangan terhadap penggunaan biaya tersebut, salah satu contohnya adalah dana pelatihan Fardu Kifayah yang dipungut sebesar Rp550 ribu dari masing-masing mahasiswa semester akhir.

“Parah nih kalau begini terus bang, bayar ini bayar itu, nggak jelas semua digunakan untuk apa. Kita semester akhir harus keluarkan duit 550 ribu untuk pelatihan Fardu Kifayah (Memandikan jenazah,red). Kami kira dengan mengeluarkan dana sebanyak itu kami mendapatkan pelatihan yang maksimal. Ini cuma 1 jam saja dan alat-alat diperlukan pun kita tahu dari kepunyaan alumni sebelumnya. Jadi kami bayar duit itu untuk apa,”ujar salah seorang mahasiswa yang minta namanya dirahasiakan kepada Metrobatam.com, Sabtu, (23/7).

Selain itu, pungutan uang kemahasiswaan yang jumlahnya dinilai terlalu besar dan tidak masuk akal, yang salah satunya adalah uang buku. Padahal, lanjutnya, buku-buku yang ada diperpustakaam merupakan sumbangan dari Kementerian Agama.

“Kita diwajibkan membayar uang buku, alasannya untuk ngisi buku di perpustakaan. Tapi buku di perpustakaan semuanya buku yang sudah di cap Kementrian Agama,”ujarnya lagi.

Semua biaya yang dipungut terhadap mahasiswa tersebut dirasa sangat memberatkan karena banyak juga mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka merasa terintimidasi jika tidak membayar biaya-biaya yang diwajibkan oleh kampus.

“Kita dipaksa bayar apa-apa yang di minta dari kampus, kita takut nanti akan dipersulit waktu kuliah jika tidak membayarnya,”ucapnya.

Menurut para mahasiswa, pihak kampus harus tranparan terhadap penggunaan dana yang dipungut kepada mahasiswa agar diketahui point-point biayanya. “Pihak kampus perlu menjelaskan penggunaan uang yang kami bayar. Begitu juga penjelasan tentang pemakaian dana bantuan dari pihak luar kampus seperti dana bansos dan hibah dari Provinsi Kepri. Kami cuma minta hak, kami keluarkan duit banyak-banyak, tapi tak tahu digunakan untuk apa,” harapnya.

Menananggapi keluhan mahasiswa ini, Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sultan Abdurrahman Kepri, Drs. Razali Jaya, M.Sy ketika dikonfirmasikan mengaku belum mengetahui secara rincian mengenai pungutan dana Fardhu Kifayah tersebut.

“Tentang boneka bekas, itu masih awet, saya tidak taulah rinciannya apa saja, karena saya tidak ngurus sampai rincian seperti itu,”ujar Razali Jaya saat ditemui metrobatam.com, Senin, (25/7).

Razali menjelaskan, penggunaan dana Fardhu Kifayah hanya bagian keuangan yang tahu bagaimana penggunaannya. “Saya tidak tahu, kalau saya tak adalah korupsi-korupsi, saya ini mantan kanwil Kemenag lo,”katanya.

Meskipun demikian, Razali berjanji akan menindaklanjuti adanya keluhan dari mahasiswa ini. Dia berencana akan mengadakan pertemuan dengan seluruh mahasiswa akhir untuk melakukan musyawarah bersama.

“Kita akan kumpulkan seluruh mahasiswa akhir, kita akan cari solusi bersama,”katanya. (Budi Arifin)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Terciduk, Pengemis Ini Bawa Uang Rp 43 Juta

Metrobatam, Tasikmalaya - Aparat Satpol PP Kota Tasikmalaya kaget saat menciduk Epon (49). Pengemis tersebut yang kedapatan membawa gepokan uang dan sejumlah perhiasan emas...

Longsor Brebes, Tim SAR Temukan Potongan Jasad Korban

Metrobatam, Jakarta - Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan Polri, TNI dan Basarnas menemukan tiga potongan tubuh yang diduga merupakan korban longsor Bukit Lio,...

Terdakwa Bom Thamrin Aman Abdurrahman Tolak Baca Eksepsi

Metrobatam, Jakarta - Oman Rochman alias Aman Abdurrahman, terdakwa kasus teror bom Thamrin tahun 2016 menolak membacakan nota keberatan atau eksepsi di depan majelis...

Wiranto dan Tito Sepakat Batalkan Jenderal Jadi Pj Gubernur

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto membatalkan usulan jenderal polisi sebagai Penjabat (Pj) Gubernur setelah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal...

Duet Susi-Sri Mulyani Selamatkan Bayi Lobster Rp 14,4 M

Metrobatam, Tangerang - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan terkait penggagalan penyelundupan benih lobster yang rencananya...

PPP Duga Ada Orang Kuat di Balik Penyerangan Tokoh Agama, Partai Rame-rame Membantah

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy menduga ada orang kuat yang mendesain penyerangan terhadap ulama dan tokoh agama yang...

Ajak 122 Advokat, PSI Bakal Gugat UU MD3 ke MK

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengklaim telah mendapat dukungan dari 122 advokat untuk mengajukan judicial review atau uji...

KSP Sebut Konsultan Politik Berperan Ciptakan Kampanye SARA

Metrobatam, Jakarta - Deputi bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) Eko Sulistyo menyebut konsultan politik memiliki peran penting dalam menciptakan...

Pemerintah Tegaskan Tarif Listrik Tidak Naik Hingga 2019, PLN Ingin Turun

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah berkomitmen tidak menaikkan tarif listrik hingga 2019 mendatang. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam acara Renewabe...

KPK Beri Pengawalan untuk Jamin Keamanan Novel Baswedan

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi telah mempersiapkan pengawalan terhadap Novel Baswedan sekembalinya ke Indonesia usai menjalani perawatan di Singapura selama 10 bulan terakhir....

Setnov Bela Fahri Hamzah soal Tudingan Nazaruddin

Metrobatam, Jakarta - Terdakwa korupsi proyek e-KTP Setya Novanto membela Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang dituding mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin...

TKI di Taiwan Tewas Misterius, Sempat Tulis Surat Wasiat dan Siaran Live di Facebook

Metrobatam, Lampung - Seorang TKI pria yang bekerja di Taiwan dilaporkan tewas bunuh diri. Pria berinisial WY asal Lampung Timur itu dikabarkan nekat mengakhiri...
BAGIKAN