Stres Ditinggal Istri ke Malaysia, Pedagang Tahu Tewas Gantung Diri

320

Metrobatam, Medan – Diduga stres menghadapi beban hidupnya seorang diri, seorang pedagang tahu di Pasar 8 Tembung, Erwin Syahputra atau yang akrab disapa Puput (27), ditemukan tewas gantung diri di dapur rumahnya, di Jalan Jati, Gang Jati 1, Dusun 10, Desa Bandar Klippa, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, pada Selasa 18 Oktober malam.

Jasad korban pertama sekali diketahui oleh Agus Dermawan (18) mahasiswa Universitas Medan Area (UMA), yang tak lain adalah adik korban.

Sore itu, Agus baru pulang kuliah dan hendak masuk ke rumah orangtuanya yang ditempati dirinya dan korban. Awalnya, Agus sempat mengetuk dan meneriaki dari luar rumah, karena pintu terkunci. Lama tak mendapat respon, Agus pun memilih masuk lewat jendela samping rumahnya.

Dia pun kaget serta teriak histeris mendapati abang kandungnya sudah tergantung di dapur rumahnya menggunakan kain panjang. Warga yang mendengar jeritan Agus, langsung memadati lokasi. Selanjutnya, warga dan Kepala Dusun (Kadus) setempat melapor ke Polsek Percut Sei Tuan.

Berdasarkan keterangan Agus dan keluarganya, korban diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri lantaran tak mampu menghadapi hidup seorang diri setelah ditinggal istrinya ke Malaysia.

“Kurasa stres dia, karena istrinya sudah lima bulan pergi untuk bekerja di Malaysia. Kami hanya tinggal berdua di rumah. Anaknya ada satu tinggal bersama neneknya,” kata Agus di rumah duka, Rabu (19/10).

Selain ditinggal istrinya, keluarga dan tetangga korban juga menduga kalau korban tambah nekat mengakhiri hidupnya lantaran faktor ekonomi. “Bolak-balik dia pinjam uang kemana-mana, tapi usaha jualan tahunya terus bangkrut,” tambah Agus.

Sementara, Hamzah, Kepala Dusun setempat, saat di rumah korban juga mengatakan hal yang demikian. “Memang selama ini korban enggak pernah terdengar ada masalah. Tapi semenjak istrinya pergi ke Malaysia, dia kurasa stres. Ditambah lagi usahanya yang bangkrut,” tutur Hamzah.

Sebelum mengakhiri hidupnya, korban terlebih dahulu menuliskan kata maaf kepada orangtuanya dan anaknya di dinding dapur rumahnya.

“Puput minta maaf ya Mak. Selama ini Puput sudah banyak nyusahin mamak. Untuk apa hidup buat malu, enggak berguna dan nyusahin. Inilah yang terbaik. Puput minta tolong ya mak, jangan ribut-ribut. Semuanya sudah selesai. Maafkan ayah ya nak, ayah sayang dan semuanya aku minta maaf harus mati di sini,” isi tulisan di dinding dapur dengan kapur putih.

Temuan itu pun semakin membuat haru dan pilu keluarganya. Hingga pihak keluarga meminta agar jasad korban tak dibawa ke rumah sakit dan keluarga korban merasa keberatan untuk dilakukan autopsi.

“Atas permintaan keluarga, jasad korban tidak dilakukan autopsi dan pihak keluarga korban bersedia membuat surat pernyataan tidak keberatan atas tewasnya korban, karena matinya korban sudah jelas gantung diri,” jelas, Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, AKP Hendrik Temaluru, dihadapan keluarga korban. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Tim Gabungan Polri- Bea Cukai Kembali Tangkap Kapal Diduga Angkut 3 Ton Sabu di...

Metrobatam.com, Batam - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan tim gabungan Polri dan Bea-Cukai kembali menangkap kapal laut di perairan Kepulauan Riau (Kepri). Kapal itu...

Kapolri dan Menkeu Ekspos Tangkapan Sabu 1,6 Ton di Batam

Metrobatam.com, Batam - Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengecek lokasi dan barang bukti 1,6 ton sabu di Pelabuhan Sekupang, Batam,...

Terciduk, Pengemis Ini Bawa Uang Rp 43 Juta

Metrobatam, Tasikmalaya - Aparat Satpol PP Kota Tasikmalaya kaget saat menciduk Epon (49). Pengemis tersebut yang kedapatan membawa gepokan uang dan sejumlah perhiasan emas...

Longsor Brebes, Tim SAR Temukan Potongan Jasad Korban

Metrobatam, Jakarta - Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan Polri, TNI dan Basarnas menemukan tiga potongan tubuh yang diduga merupakan korban longsor Bukit Lio,...

Terdakwa Bom Thamrin Aman Abdurrahman Tolak Baca Eksepsi

Metrobatam, Jakarta - Oman Rochman alias Aman Abdurrahman, terdakwa kasus teror bom Thamrin tahun 2016 menolak membacakan nota keberatan atau eksepsi di depan majelis...

Wiranto dan Tito Sepakat Batalkan Jenderal Jadi Pj Gubernur

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto membatalkan usulan jenderal polisi sebagai Penjabat (Pj) Gubernur setelah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal...

Duet Susi-Sri Mulyani Selamatkan Bayi Lobster Rp 14,4 M

Metrobatam, Tangerang - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan terkait penggagalan penyelundupan benih lobster yang rencananya...

PPP Duga Ada Orang Kuat di Balik Penyerangan Tokoh Agama, Partai Rame-rame Membantah

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy menduga ada orang kuat yang mendesain penyerangan terhadap ulama dan tokoh agama yang...

Ajak 122 Advokat, PSI Bakal Gugat UU MD3 ke MK

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengklaim telah mendapat dukungan dari 122 advokat untuk mengajukan judicial review atau uji...

KSP Sebut Konsultan Politik Berperan Ciptakan Kampanye SARA

Metrobatam, Jakarta - Deputi bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) Eko Sulistyo menyebut konsultan politik memiliki peran penting dalam menciptakan...

Pemerintah Tegaskan Tarif Listrik Tidak Naik Hingga 2019, PLN Ingin Turun

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah berkomitmen tidak menaikkan tarif listrik hingga 2019 mendatang. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam acara Renewabe...

KPK Beri Pengawalan untuk Jamin Keamanan Novel Baswedan

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi telah mempersiapkan pengawalan terhadap Novel Baswedan sekembalinya ke Indonesia usai menjalani perawatan di Singapura selama 10 bulan terakhir....
BAGIKAN