Sudah Diatur, Telpon dan SMS Tawaran Lembaga Keuangan Marak Lagi

5539

Metrobatam, Jakarta – Tawaran produk dan jasa keuangan, baik kartu kredit, kredit tanpa agunan (KTA), dan asuransi melalui sambungan telepon atau SMS kembali marak. Tak cuma itu, bahkan sejumlah tenaga pemasar tak ragu-ragu menjajakan produknya lewat aplikasi pesan instan, seperti Whats App.

Anda yang memiliki kartu kredit atau pinjaman di bank mungkin tak asing lagi dengan serbuan tersebut. Oki Mulyades (33 tahun), salah satu karyawan BUMN mengaku, kerap diserbu melalui telepon dan SMS yang menawarkan kartu kredit dan KTA. Setidaknya, dua telpon serta SMS masuk dalam satu hari.

Ia mengungkapkan, pernah seorang telemarketing yang mengaku bernama Danny dari DBS menawarkan produk Dana Bantuan Sahabat pada pagi hari. Kemudian, di sore hari, seorang yang mengaku bernama Linda menawarkan produk sejenis.

“Banyak banget, tiap pagi ditelpon dari orang yang berbeda, menawarkan kartu kredit dan KTA dari bank yang berbeda. Sampai lagi rapat dengan klien ditelpon, jam makan siang ditelpon. Mereka menggunakan nomor telepon pribadi,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (12/9).

Tak cuma itu, sambung Oki, ada juga tawaran pembuatan kartu kredit dari UOB, CIMB Niaga, dan BCA dengan iming-iming bebas biaya keanggotaan tahunan, voucher belanja dan makan. Padahal, salah satu kartu kredit yang ditawarkan sudah dikantonginya.

Muhammad Khairullah (31 tahun), karyawan perusahaan asuransi jiwa multinasional bilang, tak cuma telpon dan SMS, kini telemarketing bahkan kelewat agresif dengan menghubungi calon konsumen lewat Whats App. Padahal, menurut dia, komunikasi lewat Whats App terbilang pribadi.

“Lucunya, saya ditawarkan produk asuransi jiwa dari perusahaan tempat saya bekerja. Saya tolak pun, mereka tetap agresif menawarkan dengan gimmick double claim, perencanaan keuangan masa depan, dan sebagainya,” imbuhnya.

Tunggu OJK Tiup Semprit

Maraknya tawaran produk dari lembaga keuangan tersebut tidak cuma mengganggu aktivitas calon konsumen, tetapi juga mengkhawatirkan. Karena, ini berarti, data calon konsumen telah tersebar luas. Sehingga, tenaga pemasar bisa dengan leluasa menghubungi sasaran mereka.

Sebetulnya, ini pun bukan cerita baru. Telpon dan SMS tenaga pemasar pernah marak pada 2013-2014 lalu. Pada 16 Agustus 2013, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis Peraturan OJK Nomor 1/POJK.7/2013 yang melarang penawaran produk dan atau pelayanan jasa keuangan melalui SMS atau telpon tanpa persetujuan dari konsumen yang bersangkutan. Ketentuan ini resmi berlaku satu tahun setelahnya.

Kemudian, Ketua Dewan Komisioner OJK, saat itu dijabat oleh Muliaman D Hadad, juga merilis surat agar pelaku usaha jasa keuangan, baik industri perbankan, asuransi, dan pasar modal, menghentikan penawaran produk dan pelayanan jasa keuangan melalui SMS dan telpon.

Sayangnya, OJK seperti tak bergigi, tawaran itu kembali ‘membabi buta’. Bahkan, boleh dibilang lebih parah, mengingat tawaran yang masuk bisa sampai ke aplikasi Whats App.

“Kami punya aturan, namanya perlindungan konsumen. Jadi, kalau itu menganggu konsumen, kami punya POJK 1 tentang perlindungan konsumen. Seperti apa yang bisa ditawarkan dan bagaimana caranya, itu ada di peraturannya,” kata Direktur Pengawasan Bank II dan Bank Asing OJK Defri Andri, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Ia mengaku, OJK selalu memonitor, sembari berdalih bahwa sebagian konsumen dan provider (operator telpon) tak berkeberatan dengan penawaran produk yang dilakukan. “Mereka nggak keberatan juga kan? Yang pasti, kalau mengganggu itu diawasi di perlindungan konsumen,” tuturnya singkat. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

‘Politik Identitas, Bekal Bagi Parpol yang Miskin Gagasan’

Metrobatam, Jakarta - Banyaknya isu terkait suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang mewarnai kancah perpolitikan Indonesia tak terlepas dari peran partai-partai politik yang...

Digugat Anak Kandungnya Rp.1,6 Miliar, Nenek Cicih: Saya Maafkan Mereka

Metrobatam, Bandung - Kebesaran hati ditunjukkan Cicih (78). Meski digugat empat orang anaknya, nenek Cicih masih tulus memaafkan mereka. "Saya sudah memaafkan mereka. Kasih sayang...

Ditanya Kondisi NT, Ini Jawaban Orangtua Penyerang Kiai di Lamongan

Metrobatam, Lamongan - Kiai Hakam Mubarok, korban penyerangan Pengasuh Ponpes Karangasem Lamongan, sempat bertemu orangtua NT. Dalam pertemuan itu Kiai Hakam sempat menanyakan kondisi...

Polisi Ringkus 5 Pelaku Begal Sadis Terhadap Wartawan di Batam

Metrobatam.com, Batam - Setelah sempat buron, 5 dari 7 pelaku begal sadis terhadap Handes Silaban wartawan Media Lentera Indonesia di Batam akhirnya berhasil dibekuk...

Komisi III DPRD Kepri Bersama Dinas Perkim Tinjau Lokasi untuk Pembangunan Infrastruktur di Mako...

Metrobatam.com, Batam - Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman ( Perkim ) Kepri bersama Komisi III Bidang Pembangunan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri, Selasa...

Anggota DPRD Kepri dan Anggota DPRD Batam Hadiri Musrenbang Tingkat Kelurahan

Metrobatam.com, Batam - Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau dilaksanakan di Kantor lurah Rempang Cate, Rabu,...

Bank BTN Siap Membantu Sertifikat Perum Air Mas

Metrobatam.com, Batam - Warga perumahan Air Mas Mandar Paradise, Batuaji, Batam, Kepulauan Riau  Lakukan aksi demo di Bank BTN untuk minta keterangan sertifikat rumah mereka,...

Sebarkan Isu akan Ada Pembantaian Ulama oleh PKI, Guru SMA di Banten Ditangkap Polisi

Metrobatam, Banten - Polisi menangkap guru SMA bernama Yayi Haidar Aqua, pemilik akun Facebook Ragil Prayoga Hartajo. Yayi diduga menyebarkan hoax soal adanya pasukan...

Ratusan Advokat Bela Firman Wijaya Lawan SBY

Metrobatam, Jakarta - Sekitar 400 orang advokat secara sukarela membentuk 'Tim Advokasi Untuk Kehormatan Profesi' membela pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya untuk menghadapi proses...

KPK Sebut Upaya Nazaruddin Seharusnya Didukung

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut upaya mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin mengungkap nama-nama yang diduga terlibat kasus korupsi seharusnya...

Sambil Santap Nasi Jambal, Mega-Jokowi Bertemu di Batu Tulis Semalam

Metrobatam, Bogor - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Joko Widodo di Istana Batu Tulis Bogor, semalam. Pertemuan hampir dua...

Wiranto Tegaskan Aparatur Negara Harus Netral dalam Pilkada

Metrobatam, Jakarta, - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengingatkan bahwa aparatur negara, baik sipil maupun TNI dan Polri, serta penyelenggara...
BAGIKAN