Sudah Diatur, Telpon dan SMS Tawaran Lembaga Keuangan Marak Lagi

5527

Metrobatam, Jakarta – Tawaran produk dan jasa keuangan, baik kartu kredit, kredit tanpa agunan (KTA), dan asuransi melalui sambungan telepon atau SMS kembali marak. Tak cuma itu, bahkan sejumlah tenaga pemasar tak ragu-ragu menjajakan produknya lewat aplikasi pesan instan, seperti Whats App.

Anda yang memiliki kartu kredit atau pinjaman di bank mungkin tak asing lagi dengan serbuan tersebut. Oki Mulyades (33 tahun), salah satu karyawan BUMN mengaku, kerap diserbu melalui telepon dan SMS yang menawarkan kartu kredit dan KTA. Setidaknya, dua telpon serta SMS masuk dalam satu hari.

Ia mengungkapkan, pernah seorang telemarketing yang mengaku bernama Danny dari DBS menawarkan produk Dana Bantuan Sahabat pada pagi hari. Kemudian, di sore hari, seorang yang mengaku bernama Linda menawarkan produk sejenis.

“Banyak banget, tiap pagi ditelpon dari orang yang berbeda, menawarkan kartu kredit dan KTA dari bank yang berbeda. Sampai lagi rapat dengan klien ditelpon, jam makan siang ditelpon. Mereka menggunakan nomor telepon pribadi,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (12/9).

Tak cuma itu, sambung Oki, ada juga tawaran pembuatan kartu kredit dari UOB, CIMB Niaga, dan BCA dengan iming-iming bebas biaya keanggotaan tahunan, voucher belanja dan makan. Padahal, salah satu kartu kredit yang ditawarkan sudah dikantonginya.

Muhammad Khairullah (31 tahun), karyawan perusahaan asuransi jiwa multinasional bilang, tak cuma telpon dan SMS, kini telemarketing bahkan kelewat agresif dengan menghubungi calon konsumen lewat Whats App. Padahal, menurut dia, komunikasi lewat Whats App terbilang pribadi.

“Lucunya, saya ditawarkan produk asuransi jiwa dari perusahaan tempat saya bekerja. Saya tolak pun, mereka tetap agresif menawarkan dengan gimmick double claim, perencanaan keuangan masa depan, dan sebagainya,” imbuhnya.

Tunggu OJK Tiup Semprit

Maraknya tawaran produk dari lembaga keuangan tersebut tidak cuma mengganggu aktivitas calon konsumen, tetapi juga mengkhawatirkan. Karena, ini berarti, data calon konsumen telah tersebar luas. Sehingga, tenaga pemasar bisa dengan leluasa menghubungi sasaran mereka.

Sebetulnya, ini pun bukan cerita baru. Telpon dan SMS tenaga pemasar pernah marak pada 2013-2014 lalu. Pada 16 Agustus 2013, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis Peraturan OJK Nomor 1/POJK.7/2013 yang melarang penawaran produk dan atau pelayanan jasa keuangan melalui SMS atau telpon tanpa persetujuan dari konsumen yang bersangkutan. Ketentuan ini resmi berlaku satu tahun setelahnya.

Kemudian, Ketua Dewan Komisioner OJK, saat itu dijabat oleh Muliaman D Hadad, juga merilis surat agar pelaku usaha jasa keuangan, baik industri perbankan, asuransi, dan pasar modal, menghentikan penawaran produk dan pelayanan jasa keuangan melalui SMS dan telpon.

Sayangnya, OJK seperti tak bergigi, tawaran itu kembali ‘membabi buta’. Bahkan, boleh dibilang lebih parah, mengingat tawaran yang masuk bisa sampai ke aplikasi Whats App.

“Kami punya aturan, namanya perlindungan konsumen. Jadi, kalau itu menganggu konsumen, kami punya POJK 1 tentang perlindungan konsumen. Seperti apa yang bisa ditawarkan dan bagaimana caranya, itu ada di peraturannya,” kata Direktur Pengawasan Bank II dan Bank Asing OJK Defri Andri, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Ia mengaku, OJK selalu memonitor, sembari berdalih bahwa sebagian konsumen dan provider (operator telpon) tak berkeberatan dengan penawaran produk yang dilakukan. “Mereka nggak keberatan juga kan? Yang pasti, kalau mengganggu itu diawasi di perlindungan konsumen,” tuturnya singkat. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

“Cetar” Akhir Tahun Bersama bright PLN Batam

Metrobatam.com, Batam - Melanjutkan pelaksanaan PLN Fair yang digelar pada  Oktober, bright PLN Batam kembali memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat Batam. Program bright PLN...

BI: 239 Ribu Nasabah Kuasai 55,8 Persen Simpanan Perbankan

Metrobatam, Jakarta - Bank Indonesia menyebut sekitar 55,8 persen dana di perbankan dimiliki oleh 239 nasabah besar. Nasabah tersebut memiliki simpanan di perbankan rata-rata...

Resmi Jadi Boru Siregar, Kahiyang Dinasihati dan Diberi Makan

Metrobatam, Medan - Putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu, usai menjalani prosesi adat dan resmi menjadi boru Siregar. Dia dan suaminya, Bobby Nasution pun dinasihati...

Tergusur Proyek Tol, Makam Ulama Tetap Utuh Meski Sudah Puluhan Tahun Dikubur

Metrobatam, Lampung - Pembongkaran makam terdampak proyek jalan Tol Sumatera dilakukan di Desa Sidokerto, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah. Warga pun dibuat geger...

Viral! Pengantin Pria di Bone Persembahkan 119 Cincin Emas kepada Mempelai Wanita

Metrobatam, Bone - Warga Bone, Sulawesi Selatan baru-baru ini dihebohkan dengan pernikahan pasangan pengantin di Desa Cumpiga, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone. Pasalnya, jika lazimnya pengantin...

Bebaskan Papua dari Kelompok Bersenjata, Petugas Perlu Dukungan Masyarakat Luas

Metrobatam, Timika – Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Boy Rafli Amar mengajak seluruh komponen masyarakat di sana agar benar-benar dapat mewujudkan harapan menjadikan Papua...

Turnamen Badminton Tering Raya Terus Dipenuhi Penonton

Metrobatam.com, Batam - Pelaksanaan Open Turnamen Badminton Tering Raya terus dipenuhi penonton. Memasuki pertandingan hari ke-tiga, antusias penonton makin ramai saja. "Dari jadwal pertandingan yang...


wp booster error:
td_api_base::mark_used_on_page : a component with the ID: thumbnail is not set.

BI Tegaskan Transaksi Wajib Gunakan Rupiah

Metrobatam.com, Batam - Bank Indonesia menegaskan bahwa penggunaan mata uang asing untuk transaksi di Indonesia adalah perbuatan yang melanggar hukum. Termasuk untuk transaksi di...

DPRD Kepri Sepakati KUA dan PPAS Rancangan APBD Tahun 2018

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Pemerintah Provinsi dan DPRD Kepri akhirnya menyepakati Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA dan PPAS) Rancangan Anggaran Pendapatan...

Sidang Korupsi E-KTP, Nazaruddin Sebut Mantan Mendagri Gamawan Fauzi Kecipratan US$ 4,5 Juta

Metrobatam, Jakarta - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin meyakini keterlibatan mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) periode 2009-2014, Gamawan Fauzi dalam korupsi pengadaan...

Kolega Imbau Setnov Cerita Soal Dugaan Korupsi e-KTP ke KPK

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Taufik Kurniawan mengimbau Ketua DPR Setya Novantomenceritakan informasi seputar kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP kepada...

9 Pasangan Mesum dan Lesbian Terjaring Razia di Kota Palembang

Metrobatam, Palembang - Razia gabungan TNI, Polri bersama Satpol PP Kota Palembang merazia sejumlah penginapan dan tempat hiburan. Sebanyak sembilan pasangan mesum dan pasangan...
BAGIKAN