Sudah Diatur, Telpon dan SMS Tawaran Lembaga Keuangan Marak Lagi

5513

Metrobatam, Jakarta – Tawaran produk dan jasa keuangan, baik kartu kredit, kredit tanpa agunan (KTA), dan asuransi melalui sambungan telepon atau SMS kembali marak. Tak cuma itu, bahkan sejumlah tenaga pemasar tak ragu-ragu menjajakan produknya lewat aplikasi pesan instan, seperti Whats App.

Anda yang memiliki kartu kredit atau pinjaman di bank mungkin tak asing lagi dengan serbuan tersebut. Oki Mulyades (33 tahun), salah satu karyawan BUMN mengaku, kerap diserbu melalui telepon dan SMS yang menawarkan kartu kredit dan KTA. Setidaknya, dua telpon serta SMS masuk dalam satu hari.

Ia mengungkapkan, pernah seorang telemarketing yang mengaku bernama Danny dari DBS menawarkan produk Dana Bantuan Sahabat pada pagi hari. Kemudian, di sore hari, seorang yang mengaku bernama Linda menawarkan produk sejenis.

“Banyak banget, tiap pagi ditelpon dari orang yang berbeda, menawarkan kartu kredit dan KTA dari bank yang berbeda. Sampai lagi rapat dengan klien ditelpon, jam makan siang ditelpon. Mereka menggunakan nomor telepon pribadi,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (12/9).

Tak cuma itu, sambung Oki, ada juga tawaran pembuatan kartu kredit dari UOB, CIMB Niaga, dan BCA dengan iming-iming bebas biaya keanggotaan tahunan, voucher belanja dan makan. Padahal, salah satu kartu kredit yang ditawarkan sudah dikantonginya.

Muhammad Khairullah (31 tahun), karyawan perusahaan asuransi jiwa multinasional bilang, tak cuma telpon dan SMS, kini telemarketing bahkan kelewat agresif dengan menghubungi calon konsumen lewat Whats App. Padahal, menurut dia, komunikasi lewat Whats App terbilang pribadi.

“Lucunya, saya ditawarkan produk asuransi jiwa dari perusahaan tempat saya bekerja. Saya tolak pun, mereka tetap agresif menawarkan dengan gimmick double claim, perencanaan keuangan masa depan, dan sebagainya,” imbuhnya.

Tunggu OJK Tiup Semprit

Maraknya tawaran produk dari lembaga keuangan tersebut tidak cuma mengganggu aktivitas calon konsumen, tetapi juga mengkhawatirkan. Karena, ini berarti, data calon konsumen telah tersebar luas. Sehingga, tenaga pemasar bisa dengan leluasa menghubungi sasaran mereka.

Sebetulnya, ini pun bukan cerita baru. Telpon dan SMS tenaga pemasar pernah marak pada 2013-2014 lalu. Pada 16 Agustus 2013, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis Peraturan OJK Nomor 1/POJK.7/2013 yang melarang penawaran produk dan atau pelayanan jasa keuangan melalui SMS atau telpon tanpa persetujuan dari konsumen yang bersangkutan. Ketentuan ini resmi berlaku satu tahun setelahnya.

Kemudian, Ketua Dewan Komisioner OJK, saat itu dijabat oleh Muliaman D Hadad, juga merilis surat agar pelaku usaha jasa keuangan, baik industri perbankan, asuransi, dan pasar modal, menghentikan penawaran produk dan pelayanan jasa keuangan melalui SMS dan telpon.

Sayangnya, OJK seperti tak bergigi, tawaran itu kembali ‘membabi buta’. Bahkan, boleh dibilang lebih parah, mengingat tawaran yang masuk bisa sampai ke aplikasi Whats App.

“Kami punya aturan, namanya perlindungan konsumen. Jadi, kalau itu menganggu konsumen, kami punya POJK 1 tentang perlindungan konsumen. Seperti apa yang bisa ditawarkan dan bagaimana caranya, itu ada di peraturannya,” kata Direktur Pengawasan Bank II dan Bank Asing OJK Defri Andri, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Ia mengaku, OJK selalu memonitor, sembari berdalih bahwa sebagian konsumen dan provider (operator telpon) tak berkeberatan dengan penawaran produk yang dilakukan. “Mereka nggak keberatan juga kan? Yang pasti, kalau mengganggu itu diawasi di perlindungan konsumen,” tuturnya singkat. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kawasan Bumi Indah Nagoya Batam akan Dibangun Atap dengan Anggaran 7 Miliar

Metrobatam.com, Batam - Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang menganggarkan Rp 7 miliar untuk membangun atap kawasan Bumi Indah Nagoya. Kepala Dinas CKTR, Suhar...

Dugaan Terima Suap Rp1,5 Miliar, KPK Tahan Wali Kota Cilegon

Metrobatam.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wali Kota Cilegon Tubagus Imam Ariyadi (TIA) usai diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan...

Manchester City Hajar Crystal Palace 5-0

Metrobatam.com, Manchester - Manchester City bertahan di puncak klasemen sementara Liga Inggris seusai mengalahkan Crystal Palace dengan skor 5-0 pada pertandingan pekan keenam di...

Layanan Kesehatan Jemput Bola ala Bupati Bintan

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mengatakan agar masyarakat Kabupaten Bintan bisa memperoleh kemudahan dalam Pelayanan Kesehatan, dirinya menggagas 3 inovasi...

Polda Kepri Kejar Tersangka Lain Penyelundupan 12 Ton Bahan Pembuat PCC

Metrobatam.com, Bintan - Polda Kepri bersama Polres Bintan masih mengejar pelaku lain atas pengungkapan kasus penyelundupan 12 ton bahan pembuat PCC pada 2 September...

Bupati Bintan Segera Terapkan 3 Inovasi di Bidang Kesehatan

Metrobatam.com, Bintan - Guna memaksimalkan Pelayanan Kesehatan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Bintan, maka Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mencetuskan 3 inovasi terbaru...

Riset Intelijen Media: Isu PKI Banjiri Medsos, Jokowi dan Panglima TNI Paling Banyak Disebut

Metrobatam, Jakarta - Percakapan tentang isu Partai Komunis Indonesia (PKI) ramai diperbincangkan "netizen" di media sosial, bahkan kembali meningkat tajam sepanjang September 2017 dan...

Waduh! Kekeringan di Karawang Meluas, 33.325 Warga Kesulitan Air Bersih

Metrobatam, Karawang - Kekeringan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat terus meluas hingga di 33 desa. Akibatnya sebanyak 30. 325 jiwa terkena dampak kekeringan. Warga...

Edan! Dikira Taksi Online, Mobil Merah Ini Digulingkan Massa

Metrobatam, Batam - Keberadaan taksi online ternyata masih belum bisa diterima oleh kelompok tertentu. Baru-baru ini sebuah kejadian miris terjadi Kota Batam, Kepulauan Riau...

Usut Korupsi E-KTP, KPK Periksa 7 Saksi dari Perekayasa BJIK hingga Sopir Terdakwa

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tujuh orang saksi dalam kasus megakorupsi pengadaan e-KTP. Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Setya...

Isi e-Money Kena Biaya, OJK: Bank kan Cari Untung Tapi Harus Terukur

Metrobatam, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, pembatasan fee isi ulang e-money agar para perbankan tidak mengambil untung secara sembarangan melainkan harus terukur. Hal...

Ini Isi Surat Penetapan Ridwan Kamil Jadi Cagub Jabar oleh Golkar

Metrobatam, Jakarta - Partai Golkar mengesahkan dan menetapkan Ridwan Kamil berpasangan dengan Daniel Muttaqien maju ke Pilgub Jabar 2018. Keputusan tersebut sudah direstui oleh...
BAGIKAN