Surau Tuo dan Arena Bermain, Lengkapi Pesona Wisata Inyiak di Bukittinggi

oleh

Metrobatam.com, Bukittinggi – Pesona Wisata Inyiak yang berada di Ngarai Sianok, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, terus mengembangkan potensi nya sebagai salah satu objek wisata Geopark.

Dalam acara launching yang di adakan di lokasi wisata pohon Inyiak, Sabtu (6/10/18) Kelurahan Kayu kubu Bukittinggi, Sumatera Barat itu dihadiri oleh Datuak Pangka Tuo kampuang Kayu Kubu Dt.Mangkudun, ketua Desa Wisata Eril Anwar, Ketua LPM, Babinsa, Koramil dan Panti asuhan anak yatim Padang Lua.

Pimpinan PT Pesona Wisata Inyiak Ismail mengatakan, Pesona Wisata Inyiak yang dulunya dikenal dengan Rumah Pohon Inyiak, dan saat ini di lokasi dengan luas 1 hektar itu, sudah terdapat Rumah rumput, Rumah pohon, Konservasi Fauna, Rumah Adat, dan fasilitas pendukung lainnya seperti Surau Tuo atau Masjid Tua, yang diresmikan hari ini.

“Masjid ini dinamakan Surau Tuo Nek Kamsina sesuai dengan nama pemilik lahan tempat rumah ibadah ini dibangun, dengan ukuran 9×9 meter, dirancang dengan konsep bagaimana bentuk bangunan Surau masa dahulu di daerah Minangkabau,” jelasnya.

Menurut Ismail, yang menarik dari bangunan Surau Tuo Nek Kamsina itu, kayu-kayunya asli, material dari tahun 1937 yang kondisinya masih kuat, sehingga masih dapat dimanfaatkan, dan dengan waktu lima bulan Surau ini berhasil dibangun, dan kini sudah dapat dimanfaatkan oleh para pengunjung yang datang berwisata.

“Surau Tuo ini berlatar tebing terjal Ngarai Sianok, dibangun dengan bentuk persegi, bagian mihrabnya sedikit ditonjolkan sejauh 2 meter, memiliki 8 daun jendela, dan ketinggian bangunan 1 meter dari atas tanah,” ulasnya.

Untuk bagian puncaknya sambung Ismail, ditonjolkan dengan gaya atap bertingkat, khas Surau lama di daerah Minangkabau. Bagian atasnya dibiarkan tanpa loteng, sedangkan bagian dinding juga tidak dicat, sehingga bangunannya terlihat seperti bangunan lama.

“Surau ini, hanya memiliki sebuah tiang utama pada bagian tengahnya, bagian lantainya dialasi tikar pandan sehingga terkesan sangat kuno dan klasik, seperti falsafah Minangkabau Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, salah seorang Tokoh masyarakat Datuak Mangkudun, mendukung hadirnya Surau tuo di Pesona Wisata Inyiak, karena Surau merupakan ciri khas masyarakat Minangkabau sejak zaman dahulu.

“Surau adalah identitas Minangkabau, kita tentu mendukung yang seperti ini sebab sangat sejalan dengan adat dan budaya dengan filsafat Tigo Tungku Sajarangan, ada unsur Niniak Mamak, Cadiak Pandai, dan Alim Ulama,” ungkapnya.

Datuak Mangkudun berharap, pada pengelola Pesona Wisata Inyiak, agar menjaga lokasi ini dengan baik, menjadikannya sebagai objek wisata yang religius, tidak menghilangkan budaya Minangkabau, dan masyarakat juga akan melakukan pengawasan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Ketua Desa Wisata Kelurahan Kayu Kubu Eril Anwar menuturkan, kawasan Ngarai merupakan kawasan potensi Desa Wisata karena ada beberapa konsentrasi lokasi wisata yang sudah terkelola dengan baik,” Konsep kita dengan LPM dan tokoh masyarakat kita akan menyatukan semua pengelola tempat wisata di ngarai di bawah konsep Desa wisata dengan tidak melanggar aturan dan komitmen aturan kampung”ujarnya

Eril Anwar juga mengharapkan  Wisata di ngarai adalah wisata berbasis Syari’ah dilibatkan seluruh komponen masyarakat untuk mengawasinya.

Peresmian Surau Tuo Nek Kamsina ini, juga disejalankan dengan launching logo baru Rumah Inyiak, opening jalur hiking, dan peresmian arena bermain anak, sebagai pelengkap objek wisata Geopark ini.

Objek wisata Rumah Pohon Inyiak semakin lengkap, dengan telah hadir sejumlah objek populer seperti Patung Merlion, Rumah Lontiok, Rumah Rumput, Rumah Pohon, Wahana permainan anak, cafe kapal, serta sejumlah bangunan dari material kayu lainnya.

(Rudi A)