Syahrini ke Hakim: Bapak Harus Bener, Jangan Bela yang Salah

    1213

    Metrobatam, Jakarta – Artis Syahrini menyelipkan pesan ke majelis hakim yang menyidangkan perkara bos First Travel. Syahrini berharap hakim bisa membantu korban dugaan penipuan umrah First Travel lewat putusan pengadilan.

    “Saya ada tambahan Pak, saya berharap dengan saya dijadikan saksi, segera Bapak hakim dan jaksa bisa menuntaskan nasib jemaah,” kata Syahrini dalam sidang lanjutan bos First Travel di Pengadilan Negeri Depok, Jl Boulevard, Cilodong, Depok, Senin (2/4).

    Syahrini mengaku bersimpati dengan korban penipuan umrah yang jumlahnya puluhan ribu orang. Syahrini mengaku ikut membantu memberangkatkan perjalanan umrah 20 orang.

    “Kasihan Pak, jangan dibela-belain. Bapak harus bener, jangan bela yang salah, saya hanya jadi saksi saja. Tahun kemarin saya hanya bisa berangkatkan 20 orang, semoga saya bisa berangkatkan lagi,” sambung Syahrini.

    Selain menyampaikan harapan dari persidangan bos First Travel, Syahrini mengulang lagi penegasan soal dirinya tidak menerima duit dari First Travel.

    Meski mempromosikan First Travel lewat postingan ber-hashtag First Travel dan umrah VVIP, Syahrini hanyamendapat fasilitas umrah. Syahrini dan belasan orang anggota keluarganya juga mengeluarkan kocek Rp 167 juta untuk perjalanan umrah pada Maret 2016, meski fasilitasnya ‘naik kelas’ jadi VVIP.

    “Saya tidak ada sepeser pun yang diterima saya untuk dinikmati saya dari uang First Travel. Terima kasih Pak,” tutur Syahrini di hadapan majelis hakim.

    Diungkapkan Syahrini saat memberikan kesaksian di persidangan, dalam perjanjiannya dengan First Travel, ia membayar tiket perjalanan umrah untuk 12 orang kelas reguler sebesar Rp 167 juta. Tapi First Travel memfasilitasi Syahrini dengan bayaran segitu setara dengan kelas VVIP.

    “Sebelum saya umrah dengan FT (First Travel), saya juga sering umrah sendiri sama saja, penjemputan di bandara, dengan bus eksklusif, hotel. Itu saja yang saya nikmati. Tiket saya yang bayar harga reguler dengan fasilitas VVIP,” jelas Syahrini.

    Di samping itu, Syahrini diwajibkan memposting dua foto di media sosial perhari, selama menjalani ibadah umrah. Unggahan itu harus disertai dengan tanda pagar bertuliskan First Travel dan kelas VVIP.

    “Saya harus memosting dua kali selama satu hari. Ada kewajiban saat MOU itu,” ungkapnya.

    Diketahui, biaya paket perjalanan umrah kelas VVIP untuk 12 orang seharusnya kurang lebih senilai Rp 1,3 miliar. Tapi di situ, Syahrini cuma membayar Rp 167 juta saja.

    Ajukan Surat Sita Restoran Golden Day

    Jaksa penuntut umum mengajukan surat permohonan penyitaan restoran Golden Day di London yang dibeli bos First Travel. Bos First Travel membeli restoran Rp 12 miliar yang didakwa jaksa duitnya berasal dari setoran jemaah umrah.

    “Terkait kepemilikan restoran, saya bersama penyidik sudah menyelidiki ke London, ini belum sempat disita. Kemudian (berdasarkan) Pasal 81 TPPU, penyidik bisa meminta permintaan sita oleh majelis hakim,” ujar jaksa dalam sidang lanjutan bos First Travel di Pengadilan Negeri depok, Jl Boulevard Nomor 7, Cilodong, Depok, Senin (2/4).

    Jaksa saat menyampaikan permohonan ke majelis hakim, menyebut penyitaan ini nantinya bisa digunakan untuk pengembalian duit jemaah umrah yang diduga ditilap bos First Travel

    “Jadi ini bisa buat jemaah berangkat. Oleh karena itu saya minta disita,” sambungnya.

    Majelis hakim lantas meminta jaksa menyerahkan surat permohonan penyitaan aset. Permohonan ini disampaikan dalam sidang yang menghadirkan saksi dari London, Usya Soemiarti Soeharjono.

    Dalam kesaksiannya, Usya menyebut bos First Travel merogoh kocek Rp 12 miliar untuk pembelian restoran Golden Day sekaligus renovasi bangunan. Tapi Usya tak tahu menahu asal muasal duit pembelian restoran tersebut. “Untuk restoran, biaya renovasi dan lain-lain semuanya Rp 12 miliar,” ujar Usya.

    Terkait pencucian uang, bos First Travel Andika Surachman, Anniesa Hasibuan dan Kiki Hasibuan didakwa menggunakan uang setoran calon jemaah umrah untuk membeli aset.

    Menurut jaksa, pembelian aset dimaksudkan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul uang yang berasal dari uang setoran biaya perjalanan jemaah umrah. (mb/detik)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    DPRD Bintan akan Tinjau Pembendungan Bibir Pantai oleh Melia Resort Bintan

    Metrobatam.com, Bintan - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Kabupaten Bintan akan turun untuk melihat pembendungan bibir pantai yang dilakukan oleh Melia Resort Bintan. Hal tersebut ucapkan...

    Bupati Bintan Kunker ke Tambelan

    Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos dan Wakil Bupati Bintan Drs H Dalmasri Syam, MM melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kecamatan...

    Terungkap! Total Korban Abu Tours 96 Ribu Jemaah Umrah

    Metrobatam, Makassar - Total jemaah yang menjadi korban Abu Tours mencapai 96.601 orang, sebelumnya disebut 86 ribu. Sedangkan uang yang dikumpulkan Abu Tours dari...

    Indonesia Bakal Punya ‘Shinkansen’ Made in Madiun

    Metrobatam, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) terus berupaya untuk mengembangkan industri perkeretaapian lokal menjadi lebih maju dan modern. Salah satu...

    Ketua KPK Keluhkan Dosen Kampus Negeri Cenderung “Membela” Terdakwa Korupsi

    Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengeluh mereka kesulitan mencari ahli dari kalangan dosen universitas negeri untuk membantu pembuktian kasus...

    Jum’at Keliling, Polsek Batam Kota Lakukan Kegiatan Memakmurkan Masjid

    Metrobatam.com, Batam -  Jumat (20/04/2018) pada pukul 12.15 WIB bertempat di Mesjid Al Hidayah Perum Kopkar PLN Kel Belian Kec Batam kota-Kota Batam telah...

    Bos IMF: Kami Melihat Indonesia Jauh Lebih Baik Sekarang

    Washington DC - Ekonomi dunia tengah dalam kondisi pemulihan dengan prospek yang cerah, meski mmiliki risiko yang tetap perlu diwaspadai. Risiko itu terkait potensi...

    MA Perberat Hukuman Dua Terdakwa Korupsi e-KTP Jadi 15 Tahun

    Metrobatam, Jakarta - Majelis hakim Mahkamah Agung (MA) memutuskan memperberat hukuman dua terdakwa korupsi proyek pengadaan e-KTP, Irman dan Sugiharto. Keduanya dijatuhi vonis menjadi...

    Debat Jaksa KPK vs Fredrich: Dari Bakpao Hingga Sesendok Burjo

    Metrobatam, Jakarta - Adu argumen kerap mewarnai persidangan Fredrich Yunadi. Mantan pengacara Setya Novanto itu hampir selalu menentang segala tudingan jaksa KPK padanya. Seringkali perdebatan...

    Kisah Pilu TKW Aini yang Tak Jumpa Keluarga Sejak 20 Tahun

    Metrobatam, Jakarta - Tangis TKW Nur Aini (55) pecah saat melihat wajah keluarganya lewat sambungan video call dari kantor KBRI Riyadh, Arab Saudi. Nenek...

    Ini Penjelasan Lengkap Menaker soal Polemik Perpres Tenaga Kerja Asing

    Metrobatam, Jakarta - Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang Tenaga Kerja Asing yang diterbitkan Presiden Joko Widodo menuai polemik hingga berbuntut wacana pansus di DPR....

    KPU: Tak Ada Alasan untuk Kembalikan Pilkada ke DPRD

    Metrobatam,,Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan tidak ada alasan pemilihan kepala daerah (pilkada) dilakukan melalui DPRD atau tidak dipilih secara...
    BAGIKAN