Syahrini ke Hakim: Bapak Harus Bener, Jangan Bela yang Salah

    Metrobatam, Jakarta – Artis Syahrini menyelipkan pesan ke majelis hakim yang menyidangkan perkara bos First Travel. Syahrini berharap hakim bisa membantu korban dugaan penipuan umrah First Travel lewat putusan pengadilan.

    “Saya ada tambahan Pak, saya berharap dengan saya dijadikan saksi, segera Bapak hakim dan jaksa bisa menuntaskan nasib jemaah,” kata Syahrini dalam sidang lanjutan bos First Travel di Pengadilan Negeri Depok, Jl Boulevard, Cilodong, Depok, Senin (2/4).

    Syahrini mengaku bersimpati dengan korban penipuan umrah yang jumlahnya puluhan ribu orang. Syahrini mengaku ikut membantu memberangkatkan perjalanan umrah 20 orang.

    “Kasihan Pak, jangan dibela-belain. Bapak harus bener, jangan bela yang salah, saya hanya jadi saksi saja. Tahun kemarin saya hanya bisa berangkatkan 20 orang, semoga saya bisa berangkatkan lagi,” sambung Syahrini.

    Selain menyampaikan harapan dari persidangan bos First Travel, Syahrini mengulang lagi penegasan soal dirinya tidak menerima duit dari First Travel.

    Meski mempromosikan First Travel lewat postingan ber-hashtag First Travel dan umrah VVIP, Syahrini hanyamendapat fasilitas umrah. Syahrini dan belasan orang anggota keluarganya juga mengeluarkan kocek Rp 167 juta untuk perjalanan umrah pada Maret 2016, meski fasilitasnya ‘naik kelas’ jadi VVIP.

    “Saya tidak ada sepeser pun yang diterima saya untuk dinikmati saya dari uang First Travel. Terima kasih Pak,” tutur Syahrini di hadapan majelis hakim.

    Diungkapkan Syahrini saat memberikan kesaksian di persidangan, dalam perjanjiannya dengan First Travel, ia membayar tiket perjalanan umrah untuk 12 orang kelas reguler sebesar Rp 167 juta. Tapi First Travel memfasilitasi Syahrini dengan bayaran segitu setara dengan kelas VVIP.

    “Sebelum saya umrah dengan FT (First Travel), saya juga sering umrah sendiri sama saja, penjemputan di bandara, dengan bus eksklusif, hotel. Itu saja yang saya nikmati. Tiket saya yang bayar harga reguler dengan fasilitas VVIP,” jelas Syahrini.

    Di samping itu, Syahrini diwajibkan memposting dua foto di media sosial perhari, selama menjalani ibadah umrah. Unggahan itu harus disertai dengan tanda pagar bertuliskan First Travel dan kelas VVIP.

    “Saya harus memosting dua kali selama satu hari. Ada kewajiban saat MOU itu,” ungkapnya.

    Diketahui, biaya paket perjalanan umrah kelas VVIP untuk 12 orang seharusnya kurang lebih senilai Rp 1,3 miliar. Tapi di situ, Syahrini cuma membayar Rp 167 juta saja.

    Ajukan Surat Sita Restoran Golden Day

    Jaksa penuntut umum mengajukan surat permohonan penyitaan restoran Golden Day di London yang dibeli bos First Travel. Bos First Travel membeli restoran Rp 12 miliar yang didakwa jaksa duitnya berasal dari setoran jemaah umrah.

    “Terkait kepemilikan restoran, saya bersama penyidik sudah menyelidiki ke London, ini belum sempat disita. Kemudian (berdasarkan) Pasal 81 TPPU, penyidik bisa meminta permintaan sita oleh majelis hakim,” ujar jaksa dalam sidang lanjutan bos First Travel di Pengadilan Negeri depok, Jl Boulevard Nomor 7, Cilodong, Depok, Senin (2/4).

    Jaksa saat menyampaikan permohonan ke majelis hakim, menyebut penyitaan ini nantinya bisa digunakan untuk pengembalian duit jemaah umrah yang diduga ditilap bos First Travel

    “Jadi ini bisa buat jemaah berangkat. Oleh karena itu saya minta disita,” sambungnya.

    Majelis hakim lantas meminta jaksa menyerahkan surat permohonan penyitaan aset. Permohonan ini disampaikan dalam sidang yang menghadirkan saksi dari London, Usya Soemiarti Soeharjono.

    Dalam kesaksiannya, Usya menyebut bos First Travel merogoh kocek Rp 12 miliar untuk pembelian restoran Golden Day sekaligus renovasi bangunan. Tapi Usya tak tahu menahu asal muasal duit pembelian restoran tersebut. “Untuk restoran, biaya renovasi dan lain-lain semuanya Rp 12 miliar,” ujar Usya.

    Terkait pencucian uang, bos First Travel Andika Surachman, Anniesa Hasibuan dan Kiki Hasibuan didakwa menggunakan uang setoran calon jemaah umrah untuk membeli aset.

    Menurut jaksa, pembelian aset dimaksudkan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul uang yang berasal dari uang setoran biaya perjalanan jemaah umrah. (mb/detik)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Mahkamah Konstitusi Tegaskan Pengurus Parpol Dilarang Jadi DPD di Pemilu 2019

    Metrobatam.com, Jakarta - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) I Dewa Gede Palguna menegaskan peraturan yang melarang pengurus partai politik menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sudah mulai berlaku sejak...

    490 Anak di Kepri Positif Terjangkit Penyakit Campak dan Rubella

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dalam kurun tiga tahun terakhir, tercatat 490 anak di Provinsi Kepri positif terjangkit penyakit campak dan rubella dengan rincian campak 270...

    Pemko Tanjungpinang Segera Pecat 11 ASN Terlibat Tindak Pidana Korupsi

    Metrobatam.com, Tanjunfpinang - Pemerintah Kota Tanjungpinang segera memecat 11 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat korupsi. Sekda Kota Tanjungpinang, Riono di Tanjungpinang, Rabu menyatakan, putusan tersebut...

    Bupati Bintan Apri Sujadi Tegaskan Penerimaan CPNS 2018 Bebas Calo

    Metrobatam.com, Bintan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Kepulauan Riau resmi membuka penerimaan formasi CPNS Tahun 2018 dengan kuota sebanyak 250 formasi. Dari jumlah itu,...

    Masyarakat dan Aparat Harus Solid, Bekerjasama dan Bersinergi untuk Pemilu Damai

    Metrobatam.com, Batam - Masyarakat dan aparat keamanan serta unsur pemerintah di Provinsi Kepulauan Riau harus solid. Pesan ini disampaikan Kapolda Kepri, Irjen Pol Andap...

    204 Pejabat JFT Provinsi Kepri Dilantik

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur dengan masing-masing rincian sesuai jabatan yang diemban, sebanyak 204 orang ASN dilantik sebagai pejabat Jabatan Fungsional Tertentu...

    Kementerian Pariwisata RI Apresiasi Moon Cake Festival 2018

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Penyelenggaraan Moon Cake Festival 2018 yang kembali digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang mendapat apresiasi dari Kementerian Pariwisata Republik...

    Gubernur Kepri Minta Para Wartawan Jadi Garda Terdepan Perangi Hoax

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan dirinya merasakan betul kehadiran dan peran serta wartawan dalam pembangunan. Para wartawan terus menyampaikan berbagai pesan...

    Bhinneka Life Gelar Literasi Perencanaan Keuangan Guru SLTA di Bukittinggi

    Metrobatam.com, Bukittinggi - Perusahaan asuransi jiwa dengan jaringan operasi luas di Indonesia, Bhinneka Life menyelenggarakan kegiatan literasi perencanaan keuangan bagi puluhan guru mata pelajaran...

    Jabatan Danyonmarhanlan IV TPI Diserahterimakan

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Jabatan Komandan Batalyon Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan) IV TPI diserahterimakan dari Mayor Mar Yudo Herdyanto, M.Tr.Hanla., kepada Komandan Pasmar (Danpasmar) 1 Brigjen...

    Abdul Basyid Has : Hari PMI adalah Hari Kesalehan Sosial

    Metrobatam.com, Batam - Memperingati hari Palang Merah Indonesia (PMI), Abdul Basyid Has, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menghimbau masyarakat untuk...

    Aklamasi, Zakmi Piliang Terpilih Jadi Ketua PWI Tanjungpinang – Bintan

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Zakmi Piliang dari Tanjungpinang Pos terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Tanjungpinang-Bintan, Periode 2018-2021, pada pemilihan yang di Hotel Pelangi, Lt...
    BAGIKAN