Tahanan Pelecehan Seksual Gantung Diri

Metrobatam.com, Bengkulu – Seorang tahanan kasus asusila terhadap adik kandung ini Ho, tewas gantung diri di ruang sel Lapas Bentiring, Kota Bengkulu. Persitiwa terjadi sekitar pukul 05.05 WIB, Sabtu (14/5).

Kepala Lapas Bentiring FA Widyo Putranto saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. “Betul, ditemukan tewas di ruangan Masa Pengenalan dan Lingkungan (Mapenaling),” kata Widyo.
Jasad korban dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara untuk menjalan visum, selanjutnya akan diserahkan ke pihak keluarga.

Berdasarkan informasi, korban merupakan pelaku pemerkosaan terhadap adik kandung yang berada di Kabupaten Seluma. Ho merupakan tahanan titipan dari Kejari Tasi, Kabupaten Seluma.
Aksi bunuh diri di Lapas Bentiring sebelumnya juga terjadi, aksi dilakukan seorang warga binaan pelaku pembunuhan. Ia mengakhiri hidupnya mengunakan cairan pembersih.

Sementara itu M, gadis berusia 17 asal Mamasa, Sulawesi Barat diperkosa ayah kandungnya sejak kelas V SD hingga hamil. M pun sempat mengurung diri berbulan-bulan sejak kasus ini terkuak.
Kasatreskrim Polres Mamasa, AKP Syamsuriansyah kepada wartawan Jumat (13/5) mengatakan, pihaknya terus mengembangkan kasus tersebut. “Sedikitnya empat orang saksi termasuk ibu korban yang juga istri tersangka, dua paman korban dan seorang warga lainnya termasuk korban,” sebutnya.

Kasatreskrim menegaskan, adanya upaya penyelesaian melalui jalur adat yang sedang diupayakan pihak keluarga pelaku tidak akan menghentikan upayah hukum. “Ini untuk memberi sanksi hukum kepada siapa pun pelaku kekerasan seksual atau pelaku pencabulan agar tindakan serupa tidak terjadi di lain waktu,” ucapnya.

Selama ini Mawar dan ibunya SR tak berani angkat bicara lantaran diancam oleh BL, sang ayah. BL kerap meneror korban dan ibunya jika berani membeberkan perbuatan bejat tersangka. Sehingga, meski SR sudah berkali-kali memergoki ulah bejat pelaku, dia tidak mampu mencegahnya.

M baru mulai berani membeberkan perbuatan kekerasan seksual setelah ayahnya ditahan di Mapolres Mamasa. Saat ditemui ditemui di rumahnya di Mamasa, Jumat (13/5), M menyebutkan, dirinya jadi korban pencabulan oleh ayah kandungnya sendiiri sejak korban masih duduk di bangku kelas V SD.

Ketika itu ibu korban SR sedang berangkat ke pasar subuh hari. Saat korban sedang tidur bersama tiga adiknya, tiba-tiba didatangi pelaku. Korban diminta membuka pakaiannya. Korban sempat memberontak dan menolak permintaan ayahnya. Namun karena diancam dengan senjata tajam, korban akhirnya tak kuasa berbuat apa-apa.(mb/kompas)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Mau Ditenggelamkan PA 212, Begini Reaksi 7 Partai

Metrobatam, Jakarta - Pencalonan Kapitra Ampera sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) pada Pemilu 2019 berbuntut panjang. Kapitra yang selama ini dikenal berada di...

Inilah Daftar 54 Artis yang Jadi Caleg untuk Pileg 2019, Nasdem Terbanyak

Metrobatam, Jakarta – Pemilihan legislatif (Pileg) tak hanya menjadi milik para politisi, tetapi juga kini menjadi milik para artis. Untuk Pileg 2019, setidaknya ada...

Tokoh PKS dan PA 212 di PDIP, Strategi Redam Isu Anti-Islam

Metrobatam, Jakarta - Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi dan pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, mencalonkan diri sebagai anggota legislatif 2019 melalui Partai...

PDIP Larang Kader ‘Ngartis’ Bila Lolos Jadi Anggota Dewan

Metrobatam, Jakarta - PDI Perjuangan melarang artis yang didaftarkan sebagai caleg DPR tetap aktif terjun setiap hari di dunia hiburan jika sudah terpilih sebagai...

Bursa Cawapres Prabowo, Jagoan PKS Masih Lemah

Metrobatam, Jakarta - PKS masih menggadang-gadang sembilan nama kandidatnya untuk menjadi cawapres bagi Prabowo Subianto. Namun sejauh ini, para jagoan PKS belum berjaya di...

Said Aqil Sebut Cara Berpikir Kapitra Ampera Berubah

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj mengapresiasi langkah pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera yang menjadi calon legislatif...

Siswi SMA Ini Mendadak Lumpuh Usai Dihukum Squat Jump

Metrobatam, Mojokerto - Mas Hanum Dwi Aprilia, siswi kelas XI SMAN 1 Gondang, Mojokerto ini mendadak lumpuh. Hanum diduga lumpuh usai menjalani hukuman squat...

Kapal Rombongan IPB Tenggelam di Lebak, 2 Orang Meninggal

Metrobatam, Serang - KM Orange, yang membawa rombongan Institut Pertanian Bogor (IPB), tenggelam di perairan Binuangeun, Lebak, Banten. Dua orang dinyatakan meninggal dunia. Peristiwa itu...

Singkirkan ‘Ekstrim Kanan’, Kemenag Promosikan Moderasi Agama

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Agama berupaya menyingkirkan segala bentuk pemahaman yang bertentangan dengan semangat nasionalisme. Upaya itu dilakukan melalui program Moderasi Agama untuk mewujudkan...

Inalum Caplok 51% Saham Freeport, What’s Next?

Metrobatam, Jakarta - Setelah melewati proses negosiasi panjang, PT Freeport Indonesia (PTFI) telah sepakat mendivestasikan 51% saham ke pemerintah Indonesia. Sebagai kepanjangan tangan pemerintah,...

Inilah 10 Nama di Dinasti Ratu Atut: Anak, Adik, hingga Mantu

Metrobatam, Banten - 'Dinasti' Ratu Atut Chosiyah di Banten dengan bendera Partai Golkar tak tergoyahkan. Mereka duduk di berbagai posisi strategis dan kunci di...

Survei LIPI: Jokowi 46%, Prabowo 17%

Metrobatam, Jakarta - Hasil survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan tingkat keterpilihan (elektabilitas) Joko Widodo (Jokowi) jauh lebih unggul dibanding Prabowo Subianto. "Pilihan capres...
BAGIKAN