Tahu Akan Digerebek, Gembong Narkoba Tembak Mati Polisi

Ilustrasi Barang Bukti Pistol

Metrobatam.com, Jakarta – Gembong narkoba Faizal Rachman (31) melawan petugas dan menembak mati dada anggota polisi yang menggerebeknya. Faizal sudah mengetahui kedatangan mereka untuk menangkap dirinya.

Tiga anggota Polres Jakarta Barat yang akan menangkapnya adalah Suprihatin, Emry dan Aris Dinata. Ketiganya mendatangi rumah Faizal di Jalan Bugis, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada 19 Januari 2016 dini hari.

“Saya dapat SMS dari Febian sore hari kalau saya akan ditangkap polisi,” kata Faizal sebagaimana dikutip dari putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), Jumat (9/9/2016).

Setelah menerima SMS itu, ia langsung waspada di rumahnya. Sepanjang petang hingga malam, matanya terus mengawasi bagian depan rumah. Lewat tengah malam, ia mengetahui ada orang mengendap-endap ke rumahnya dan Faizal langsung mengambil pistol yang ada di sebelahnya. Faizal memuntahkan enam timah pinas ke arah salah seorang anggota polisi, yaitu Aris yang sedang memanjat pagar.

“Tembakan saya mengenai dada sebelah kanan,” ujar Faizal.

Faizal berdalih jualan narkoba untuk menambah biaya berobat dirinya yang kecanduan narkoba. Ia membela diri baru menjual narkoba sejak empat bulan terakhir.

“Saya sudah bercerai dengan istri saya karena sudah tidak bisa menafkahi istri secara lahir dan bathin,” ucap Faizal.

Mengetahui ada aksi tembak menembak itu, nggota Polres Jakarta Utara membackup operasi itu dan menggulung Faizal dan menggeledah rumah tersebut. Ternyata benar, di rumah itu didapati:

1. Sebuah pistol revolver
2. Enam butir peluru Cal 38
3. Sebuah granat nanas
4. 10 butir peluru Cal 9
5. Sebuah air softgun
6. Satu unit CCTV
7. Dua puluh paket narkoba jenis sabu seberat 13 gram.
8. Uang Rp 6,1 juta.

Faizal lalu digelandang ke Polres Jakut dan dilimpahkan ke pengadilan. Faizal didakwa dengan pasal berlapis, yaitu:

1. Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
2. Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang tentang Penganiayaan yang Menyebabkan Kematian dengan ancaman 7 tahun penjara.
3. Pasal 1 ayat 1 UU Darurat tentang kepemilikan senjata api dengan ancaman 20 tahun penjara.
4. Pasal 114 ayat 1 UU Narkotika dengan hukuman maksimal penjara seumur hidup.
5. Pasal 112 ayat 1 UU Narkotika dengan ancaman 12 tahun penjara.

Dengan banyaknya pasal yang dijeratkan kepada pria 3 Oktober 1985 itu, apa kata PN Jakut?

“Memidanakan penjara selama 20 tahun penjara,” putus majelis hakim yang terdiri dari Jeferson Tarigan dengan anggota Ibn Oka Diputra dan Parnaehan Silitonga.

 

Mb/Detik

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Ini Pesan Wagub Kepri Saat Safari Ramadan Di Masjid Al Takwa

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Kepulauan Riau, Isdianto menggelar safari ramadan sekaligus buka puasa bersama dan pembagian santunan kepada anak yatim di...

Musim Mudik Lebaran 2018, Pemudik dari Batam Diprediksi Naik 5 Persen

Metrobatam.com, Batam - Jumlah penumpang pada musim mudik lebaran 2018 diprediksi naik 5 persen ke angka 277.901 orang. Prediksi ini dibuat berdasarkan rata-rata persentase...

THM di Batam yang Langgar Aturan Dapat SP1

Metrobatam.com, Batam - Pemerintah Kota Batam mengeluarkan aturan yang sama selama beberapa tahun terakhir terkait jam operasional usaha rekreasi dan jasa hiburan serta spa...

Pj Wako Tanjungpinang Safari Ramadhan di Masjid Al Munawwarah

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Ramadhan tahun ini dimanfaatkan Penjabat Walikota Tanjungpinang, Drs. Raja Ariza, MM, untuk berkeliling dari masjid ke masjid melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan....

Harkitnas 2018, Pj Wako Tanjunginang : Terus Jaga Persatuan

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Penjabat Walikota Tanjungpinang, Drs. Raja Ariza, MM bertindak sebagai pembina upacara bendera peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Halaman Kantor Walikota Tanjungpinang,...

Diduga Swalayan Pinang Lestari Jual Mentega Planta yang Larang Diedar oleh BPOM

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Diduga Swalayan Pinang Lestari Tanjungpinang Jual Mentega Plantayang dilarang diedarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kasi pengawasan dan penindakan BPOM...

Bupati Bintan Himbau Pengusaha Hiburan Hormati Bulan Suci Ramadhan

Metrobatam.com, Bintan - Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Bintan, mengeluarkan Surat Edaran No. 460/Kesra/2018 tentang Himbauan Penertiban Dalam Rangka Bulan Suci Ramadhan 1439 H kepada...

Di Kepri, BPJS-TK Baru Cover 38 Persen Total Pekerja

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Hingga saat ini masih banyak pekerja formal atau pun informal yang belum menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan (dulu...

NU: Anies Urus Pemerintahan DKI Saja, Tarawih Bisa Jalan Sendiri

Metrobatam, Jakarta - Rencana Pemprov DKI Jakarta menggelar salat tarawih berjemaah di Monas batal. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memindahkan lokasi tarawih ke Masjid...

Viral Sobekan Alquran di Jaksel, PBNU: Itu Adu Domba, Jangan Emosi

Metrobatam, Jakarta - Video potongan kertas yang disebut lembaran Alquran tersobek-sobek dan berserakan di Jalan Gunawarman, Jakarta Selatan, viral di media sosial. Wasekjen PBNU...

Jokowi Tegaskan Perpres TKA untuk Perketat Perizinan Pekerja Asing di Indonesia

Metrobatam, Padang - Selepas memberikan sambutan penyerahan sertifikat hak atas tanah wakaf di Padang, Sumatra Barat, warga undangan yang sebagian besar terdiri atas pengurus...

PKS Bantah Tuduhan Dukung Terorisme: Bunuh Semut Saja Tak Boleh

Metrobatam, Jakarta - Faizal Assegaf melaporkan sejumlah elite PKS karena dituduh mendukung radikalisme dan terorisme di Indonesia. PKS pun menepis tudingan tersebut. "Ya nggak, atuh...
BAGIKAN