Tak Cuma Pembalut, Popok Bayi Juga Direbus untuk Mabuk-mabukan

oleh

Metrobatam, Semarang – Viral kabar remaja di Jawa Tengah yang mabuk dengan rebusan pembalut, ternyata ada juga yang mabuk dengan menggunakan diaper atau popok. Semua berawal dari para remaja yang coba-coba.

Kepala Bidang Pemberantasaan (Kabid Brantas) Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng AKBP Suprinanto mengatakan fenomena nyeleneh itu diawali adanya orang yang coba-coba mengoplos berbagai hal untuk mabuk dengan biaya yang hemat, maka diambillah pembalut bekas pakai.

“Jadi awalnya itu coba-coba. Pakai pembalut bekas,” kata Suprinarto di kantornya, Rabu (7/11).

Remaja yang mengkonsumsi biasanya hidup dijalanan dengan kelompok antara 6 sampai 10 orang. Ternyata khasiat “fly” dari pembalut itu menyebar dan banyak yang mulai mencoba dengan pembalut baru.

“Fenomena ini ternyata sebelumnya sudah pernah ada di Karawang, Bangka Belitung, Yogyakarta. Di Jawa Tengah baru mulai marak,” tandasnya.

Sekitar 3 bulan lalu BNNP Jateng mendapat informasi terkait anak jalanan di sebuah rumah rehabilitasi. Ternyata ada pengkonsumsi rebusan pembalut. Koordinasi dengan psikolog pun dilakukan dan penangannya diserahkan ke dinas terkait.

“Yang kita temukan itu daerah Kudus,” tandasnya.

Indra Dwi Purnomo, MPsi, Psikolog Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata pernah berkomunikasi dengan beberapa remaja yang nekat meminum air rebusan pembalut. Para remaja itu mengaku pernah juga mengoplos air rebusan itu dengan berbagai obat.

“Mereka mengaku efeknya mendekati efek sabu, padahal sebenarnya tidak. Dari sisi psikologis, mereka ini remaja dan sifatnya ingin coba-coba, jadi cari yang menurut mereka murah,” kata Indra.

Berbagai pengalaman remaja itu disampaikan kepada Indra. Bahkan ada yang mengaku mencoba rebusan popok dan efeknya ternyata hampir sama.

“Iya, popok juga ada, direbus juga,” pungkasnya.

Efek yang ditimbulkan yaitu tubuh terasa lebih ringan dan halusinasi. Namun menurut pengakuan peminumnya, halusinasi yang mereka alami mengerikan sehingga rata-rata kapok setelah minum untuk kedua kalinya.

Belum diketahui kandungan apa yang membuat popok dan pembalut bisa menimbulkan efek mabuk. Namun apapun itu, Indra mengimbau agar para orangtua lebih memperhatikan anak-anak remaja mereka karena pasien yang ia tangani ternyata masih memiliki keluarga lengkap namun memilih hidup di jalanan.

“Tapi jika nanti ada keluarga yang menemukan anaknya mengkonsumsi itu, jangan dimarahi, mereka itu korban. Perhatikan mereka,” ujarnya.

Bisa Merusak Otak

Sementara Kepala Sub Direktorat Pendidikan BNN, Agus Sutanto, SE, MSi, berpendapat hal tersebut dipicu dari beredarnya kabar dari mulut ke mulut yang memberikan stigma bahwa pengaruh minum cairan bekas pembalut dapat memberikan sensasi nge-fly.

“Iya itu karena halusinasi mereka saja akibat stigma yang diterima,” ujar Agus, saat ditemui detikHealth di seminar Duta Anti Narkoba di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Serpong, Tangerang, Rabu (7/11).

Menurut Agus jenis narkotika terbagi menjadi tiga, yaitu depresan, stimulan, dan halusinogen. Sensasi nge-fly yang diterima setelah meminum cairan bekas pembalut tersebut adalah efek dari salah satunya, yaitu halusinogen yang dapat mempengaruhi seseorang untuk berhalusinasi dengan berlebihan.

Sedangkan kandungan yang terdapat di dalam pembalut sendiri masih akan diteliti lebih lanjut, namun apabila hal ini masih terus menerus dikonsumsi tentu akan memberikan dampak negatif untuk tubuh.

“Bahaya untuk tubuh yang ditimbulkan itu lambat laun dapat merusak sistem saraf otak karena hal yang seharusnya tidak dikonsumsi malah dikonsumsi,” tutup Agus. (mb/detik)