Temui Wiranto, Forum Dai Muda Siap Bantu Tangkal Paham Terorisme

Metrobatam, Jakarta – Forum Komunikasi Da’i Muda Indonesia (FKDMI) menemui Menko Polhukam Wiranto. Mereka membahas pencegahan agar warga tak terpengaruh paham terorisme.

“Kita sebenarnya sudah lama ikut (program) deradikalisasi dengan berbagai instansi dan kementerian untuk ikut membantu pemerintah dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia,” kata Ketua Umum Forum Komunikasi Da’i Muda Indonesia Muhammad Nur Huda seusai pertemuan di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (17/5).

Menurut Muhammad Nur, pihaknya merasa terpanggil dan mempunyai kewajiban moral menjaga kebinekaan di Indonesia. Isu terorisme ini memang menjadi fokus FKDMI.

“Terutama memang kita fokusnya, bagaimana peran dai muda dalam menyadarkan dan mencegah masyarakat dari paham-paham radikal, karena isu aktual terkait terorisme saat ini,” ucapnya.

Wiranto berpesan agar dai muda aktif terjun ke masyarakat. Langkah itu untuk menangkal pemikiran-pemikiran radikalisme.

“Karena memang tindakan-tindakan terorisme ini kan bermula dari pemikiran-pemikiran masyarakat tertentu itu, dan kami sebagai dai muda mempunyai kapasitas untuk terjun ke sub-sub itu, maka beliau menyarankan kita diharapkan terlibat aktif di lapangan itu,” ujarnya.

Dia melanjutkan pihaknya akan bergerak melalui penyuluhan-penyuluhan, majelis taklim, dan pendampingan masyarakat. Mereka berharap bisa masuk ke tengah masyarakat.

“Dalam waktu dekat, kami akan mengadakan rapat nasional. Di sana kami akan membahas program-program sedetail mungkin untuk kemudian kita bisa masuk ke lini-lini masyarakat,” ujarnya.

Tak Berlebihan Respons Aksi Terorisme

Di tempat terpisah mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai mengimbau pemerintah tidak merespons aksi teror secara berlebihan. Sebab menurutnya hal itu yang diinginkan para teroris.

“Mereka menunggu ada respons yang brutal dari pemerintah sehingga mereka mengkapitalisasi itu,” kata Ansyaad kepada CNNIndonesia.com.

Dia menilai aksi terorisme yang terjadi belakangan ini bukan hanya persoalan keamanan, tapi juga menyangkut urusan politik.

Menurutnya saat ini banyak kegiatan politik praktis yang mengakomodasi radikalisme untuk kepentingan pemilihan umum semata. “Sekarang banyak kegiatan politik praktis yang sudah mengakomodir paham-paham radikal untuk kepentingan elektoral, itu berbahaya,” kata Ansyaad.

Karena itu, menurut Ansyaad, penindakan aparat keamanan dalam menanggulangi terorisme tidak akan efektif jika tak ada dukungan politik dari partai, DPR, kelompok elite, maupun ormas.

Dia mengatakan yang saat ini diperlukan adalah pemahaman semua pihak bahwa masalah terorisme bukan hanya tanggung jawab aparat kepolisian semata, tetapi semua pihak.

Dia mengatakan perlawanan terhadap terorisme harus dilakukan secara massif, bukan hanya secara parsial. Ansyaad berpendapat perlu ada satu kebijakan komprehensif yang dibuat pemerintah untuk menangani aksi terorisme. Salah satunya menyelesaikan revisi UU Antiterorisme.

Rentetan kasus teror bom maupun penyerangan kantor kepolisian terjadi belakangan ini. Kerusuhan narapidana teroris di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, mengawali serangan bom bertubi di Surabaya dan beberapa kota lainnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut kerusuhan di Mako Brimob karena pengamanan yang diterapkan bukan untuk napi teroris. Selain itu Tito juga menyoroti soal kelebihan kapasitas.

Pengamat terorisme Jibriel Abdul Rahman mengatakan kerusuhan di penjara bukan kali pertama terjadi. Namun, menurutnya selama ini tidak pernah ada evaluasi menyeluruh oleh kepolisian.

“Polisi selalu dan sering menyatakan akan melakukan evaluasi, akan melakukan hal-hal positif, tapi evaluasi tidak kena,” kata Jibriel kepada CNNIndonesia.com Kamis (17/5).

Jibriel yang juga pernah mendekam di Rutan Mako Brimob karena kasus terorisme menilai tempat tersebut memang tidak layak untuk dijadikan penjara bagi para narapidana teroris. “Polisi ingin mudah saja, supaya bisa gampang interogasi,” ujarnya.

Kendati demikian, Jibriel berpendapat pemisahan para tahanan teroris akan memiliki dampak masing-masing. Menurutnya pihak lapas seharusnya bisa membangun dialog dengan para napi teroris.

“Diajak dialog, membuka komunikasi, itu untuk membuka pikiran mereka,” ucap Jibriel. (mb/detik/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Di Asian Games 2018, Wushu Sumbang Medali Pertama untuk Indonesia

Metrobatam.com, Jakarta - Indonesia berhasil meraih medali pertama di Asian Games 2018. Xavier Edgar Marvelo menggondol perak dari wushu di nomor changquan.  Dalam final changquan di...

Anak Krakatau Berada pada Status Waspada, Setelah Erupsi

Metrobatam.com, Lampung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau, Lampung pada Sabtu pukul 18.09 WIB. Menurut BMKG, bersumber...

Harga Minyak Dunia Mulai Memanas

Metrobatam.com, New York - Harga minyak mentah naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), namun jatuh untuk periode minggu ini, karena kekhawatiran bahwa...

Kenalkan Kapal Perang, TNI AL Gelar NBOD di Tanjung Uban

Metrobatam.com, Bintan - Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-73, TNI AL dalam hal ini Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) Mentigi bersama Satuan Kapal...

BNN Tangkap Sindikat Narkoba Internasional di Riau, 2 Kg Sabu Disita

Metrobatam.com, Riau - Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap lima anggota sindikat narkotika internasional dari halaman parkir dua hotel di Pekanbaru, Riau. Dari tangan para...

HUT ke-73 Kemerdekaan RI, 1.685 Warga Binaan Kepri Dapat Remisi

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Sebanyak 1.685 warga binaan di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau menerima remisi pada peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI. Pemberian remisi atau pemotongan...

Danlantamal IV Pimpin AKRS di Wilayah Tanjungpinang

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., memimpin jalannya Apel Kohormatan dan...

Hilang Selama Sepakan, Jenazah Kiatwansyah Akhirnya Ditemukan

Metrobatam.com, Manokwari - Kiatwansyah, wisatawan asal Batam yang hilang di perairan Pulau Mansinam Manokwari, Papua Barat, Jumat pekan lalu akhirnya ditemukan setelah Tim Search...

MUI Vonis Kerajaan Ubur-Ubur Sesat dan Menista Agama

Metrobatam, Serang - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang memutuskan ajaran Kerajaan Ubur-ubur sesat dan menyesatkan. Kerajaan ini dinilai dapat dikenalan pasal penistaan agama....

Spanduk PKS-HTI Dukung #2019GantiPresiden di Bandung Dibongkar

Metrobatam, Bandung - Spanduk duet Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berisi dukungan gerakan #2019GantiPresiden sempat mejeng di Kabupaten Bandung. Namun...

ABG 12 Tahun di Jambi Jadi Ibu, Pemprov Ngaku Kecolongan

Metrobatam, Jambi - ABG 12 tahun di Jambi tak seperti anak biasanya. Di usianya yang masih cilik itu, ABG tersebut sudah menjadi ibu 1...

Rotasi 14 Pegawai Berujung Polemik di Internal KPK

Metrobatam, Jakarta - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana melakukan rotasi terhadap 14 pegawai pada awal Agustus 2018. Namun, rencana perpindahan posisi para pegawai...
BAGIKAN