Terkait Bahan Peledak, Densus 88 Mabes Polri Turun ke Karimun

884

Metrobatam.com, Karimun – Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri menyelidiki ammonium nitrate, bahan dasar pembuatan bahan peledak yang disita petugas Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (Kanwil DJBC) Khusus Kepri, Sabtu (16/4) lalu.Bahan peledak yang rencananya dibawa ke Sulawesi Selatan itu disinyalir digunakan untuk membuat bom.

Kepala Bidang Penyidikan dan Barang Hasil Penindakan Kanwil DJBC Khusus Kepri Winarko DSĀ  membenarkan, ada anggota Densus 88 Mabes Polri yang datang ke kantornya ikut memeriksa tujuh orang ABK kapal KM Harapan Kita yang mengangkut bahan peledak dari Pasir Gudang, Malaysia tersebut.

“Memang benar, ada anggota Densus 88 yang datang ke sini (Karimun). Kemarin sekitar pukul 14.00 WIB mereka datang lagi. Mereka (anggota Densus) ikut memeriksa 7 kru kapal KM Harapan Kita yang kami tangkap itu. Kata mereka, ammonium nitrate itu memang sangat berbahaya, bisa buat bahan peledak. Jika dicampur dengan bensin saja, maka akan langsung meledak,” ungkap Winarko.

Kata Winarko, ammonium nitrate yang disita sebanyak 2.050 bags (karung) itu akan digunakan sebagai bahan dasar untuk bom ikan bagi nelayan di Sulawesi Selatan. Namun, apakah barang tersebut juga akan dijual untuk bahan membuat bom dan ada kaitannya dengan kasus pemburuan teroris oleh Densus 88 di Poso, pihaknya belum bisa memastikan.

“Kami belum bisa memastikan apakah sebagian ammonium nitrate itu digunakan sebagai bahan bom di Sulawesi Selatan. Begitu juga kaitannya dengan perburuan teroris di Poso. Mungkin, yang bisa menjawab itu adalah Densus 88, karena mereka juga ikut memeriksa kru kapal pengangkut bahan peledak itu,” jelasnya.

Saat ini, Bea Cukai telah menetapkan 6 orang tersangka dalam kasus itu, mereka adalah nakhoda kapal inisial AS, KKM inisial ANdan 4 orang ABK kapal masing-masing inisial MH, RL, ZA, KMD dan SF. Diantaranya tujuh kru kapal itu, hanya SF yang tidak ditetapkan sebagai tersangka karena dia keponakan nakhoda yang diajak ikut ke kapal.

“Alasan penyidik menetapkan 6 orang kru kapal sebagai tersangka karena, mereka adalah pemilik ammonium nitrate tersebut. Masing-masing mereka memiliki bos sendiri-sendiri yang memiliki ammonium nitrate itu mulai 150, 250 hingga 300 karung. Mereka punya pembeli sendiri-sendiri di Sulawesi Selatan. Begitu barang sampai, sudah ada yang beli,” tutur Winarko.

Para tersangka memiliki peranan yang sama, masing-masing mereka mengontrol ammonium nitrate itu sendiri-sendiri sesuai dengan miliknya, sejak dimuat ke kapal sampai barang-barang tersebut sampai di daerah tujuan. Ammonium nitrate itu rencananya akan dijual ke lokasi yang berbeda, sesuai dengan pesanan masing-masing.

Dijelaskan, barang itu diperoleh dari Y, warga Buton berdomisili di Tanjungpinang, Y membeli ammonium nitrate tersebut dari AN di Pasir Gudang, Malaysia dengan harga Rp336 ribu per karung. Kemudian, Y menjual lagi kepada 6 orang kru kapal termasuk kepada nakhoda. Hanya saja, berdasarkan pengakuan nakhoda, Y telah melakukan mark up harga ammonium nitrate tersebut.

Berdasarkan pengakuan nakhoda yang berasal dari Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, dia sudah 7 kali menyelundup ammonium nitrate dari Pasir Gudang, Malaysia ke Sulawesi Selatan. Sementara ABK kapal lainnya ada yang mengaku baru dua kali dan sebagian lain baru pertama kali menggeluti bisnis itu.

Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi juga memberikan atensi atas penangkapan 2.050 bags ammonium nitrate yang tegahan kapal patroli BC-2005 yang diangkut KM Harapan Kita dari Malaysia ke Sulawesi Selatan tersebut. Heru bakal memberikan keterangan pers Rabu (20/4) di Kanwil DJBC Kepri terkait tangkapan itu.

“Benar, Pak Dirjen bakal memberikan keterangan pers soal tangkapan ammonium nitrate ini. Pak Dirjen akan melihat langsung hasil tangkapan tersebut. Beliau juga akan mengekspos tangkapan petugas patroli lainnya seperti ballpres dan barang hasil penindakan yang lain,” ungkap Winarko.

Kepala Bidang Pencegahan dan Sarana Operasi Raden Evy Suhartantyo didampingi Komandan Patroli BC-2005 Erwin mengatakan, KM Harapan Kita tersebut berangkat dari Lobam pada 13 April 2016 dan ditangkap di perairan Tanjungberakit, Bintan pada Sabtu (16/4). Usai ditangkap, kapal beserta muatan dari Malaysia itu dibawa ke Dermaga Ketapang Kanwil DJBC Khusus Kepri di Karimun.

Kata Evy, berdasarkan pengakuan nakhoda, ammonium nitrate itu hendak dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk. Namun, berdasarkan penelusuran pihaknya, daerah tujuan barang impor ilegal itu tidak banyak yang menggunakan pupuk. Kuat dugaan, ammonium nitrate itu digunakan untuk bahan peledak.

“Jumlah ammonium nitrate yang kami amankan ini sebanyak 2.050 bags (karung). Dalam manifest kapal tidak disebutkan jumlah muatannya. Saat ini, kami masih melakukan telly (hitung) muatan kapal itu. Karena belum jelas berapa muatannya, jadi kerugian negaranya juga belum diketahui,” jelas Evy, Senin (18/4).

Hanya saja, kerugian immateril yang ditimbulkan dari penyelundupan bahan dasar peledak itu bisa mengganggu pertahanan keamanan negara serta bisa merusak lingkungan hidup. Makanya, dengan pencegahan masuknya ammonium nitrate tersebut bisa mencegah terjadinya ancaman bagi ketahanan negara.

Sumber: Haluankepri.com

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Tidak Bayar Upah Pekerja, Bupati Bintan akan Tindak Tegas Kontraktor

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mengatakan bahwa dirinya akan menindak tegas setiap kontraktor yang mengerjakan pembangunan proyek pemerintah namun tidak...

Selain Bintang Porno, Trump Disebut Kencani Model Playboy

Metrobatam, Jakarta - Majalah The New Yorker pada Jumat (16/2) menulis berita yang mengungkap bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga pernah memiliki...

Waketum MUI Zainut Tauhid: Tak Masalah Habib Rizieq Disambut di Bandara, Asal Tertib

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid menilai rencana penyambutan Rizieq Shihab saat tiba di Indonesia bukan masalah. Hal...

Diiming-iming Uang Rp5 Ribu, Kakek Mesum Cabuli Bocah 12 Tahun

Metrobatam, Muratara - Perbuatan Bejat M. Yasid seorang kakek berusia 73 tahun terhadap seorang bocah berusia 12 tahun berinisial AS sungguh sangat memprihatinkan. Dengan diiming-iming...

Tafsir Warga Tionghoa: Tahun Anjing Tanah Bakal Banyak Gempa

Metrobatam, Jakarta - Tahun baru Imlek jatuh tepat pada Jumat (16/2). Sesuai kalender Tionghoa, tahun ini adalah shio anjing dengan elemen tanah. Menurut penuturan warga...

Kemhan RI Sudah Meneken Kontrak Pembelian 11 Sukhoi SU-35

Metrobatam, Jakarta - Indonesia telah menandatangani kontrak pembelian 11 unit pesawat tempur Sukhoi SU-35 dengan Rusia. Penandatanganan itu dilakukan pada Rabu (14/2) lalu di...

135 Hektar Lahan Sagu Terbakar, Polda Riau: Diduga Sengaja Dilakukan Perusahaan

Metrobatam, Pekanbaru-Kebakaran kembali terjadi di lahan yang diduga milik PT NSP (Nasional Sagu Prima) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Kebakaran di konsesi perusahaan...

KPK Didesak Awasi Penerbitan IUP terkait Pilkada

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk mengawasi dugaan maraknya penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) daerah terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Apalagi, di...

Jokowi Kritik Balik ‘Pengkritik Infrastruktur’

Metrobatam, Jakarta- Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya infrastruktur bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di kawasan Papua. Infrastruktur, menurut dia, penting sebagai upaya menyejahterakan masyarakat. Jokowi...

Kebakaran di Siak Riau, 40 Unit Bangunan Ludes Dilalap Api

Metrobatam, Pekanbaru - Kebakaran hebat melanda di Kabupaten Siak Riau. Sebanyak 40 unit bangunan ruko dan rumah warga hangus dan rata dengan tanah dilalap...

Marak OTT, Bamsoet Minta Fokus pada Pengawasan Uang Negara

Metrobatam, Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta kepada pemerintah fokus pencegahan dan pengawasan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Hal itu sehubungan dengan maraknya...

Alami Kekeringan, Warga Aceh Utara Salat Minta Hujan 7 Malam Berturut-turut

Metrobatam, Lhokseumawe - Warga Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh melakukan kegiatan yasinan, zikir dan doa bersama selama tujuh malam berturut-turut di...
BAGIKAN