Terkait Pemecatan Massal, Kemnaker Panggil Manajemen Media Milik Hary Tanoe

1569

Metrobatam, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan akan kembali mengundang PT Media Nusantara Indonesia untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan pemecatan massal terhadap ratusan pegawainya di berbagai daerah. Pemanggilan kembali itu dijadwalkan pada awal pekan depan.

Hal itu dilakukan karena PT MNI tak memenuhi undangan Kemenaker untuk memberi penjelasan pada hari ini, Rabu (5/7).

Seharusnya Rabu, perwakilan perusahaan yang dimiliki Hary Tanoesodibjo itu memenuhi undangan Kemenaker untuk memberi penjelasan di hadapan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lembaga Bantuan Hukum Pers, serta beberapa perwakilan karyawan yang dipecat.

Direktur Penyelesaian Perselisihan Hubungan Perindustrian Kemenaker John Daniel Saragih menyatakan undangan tersebut sudah dikirimkan ke PT MNI sejak dua hari lalu, Senin (3/7).

“Pihak perusahaan juga kita sudah undang, ternyata tidak hadir, oleh karena itu kita sepakat tadi akan mengundang kembali mereka pada hari Senin tanggal 10 (Juli),” tutur Direktur Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, John Daniel Saragih di kantor Kemenaker, Jakarta, Rabu (5/7).

John mengaku akan langsung membuat undangan hari ini juga. “Nanti kita mempertemukan semuanya untuk menyelesaikan dalam cara musyawarah mufakat. Kalau bisa jangan terjadi PHK lah,” kata John melanjutkan.

Hasil Pertemuan dengan Korban PHK

Dalam pertemuan Rabu AJI, LBH Pers, FSPMI, mewakili karyawan PT MNI yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) menuntut Kemenaker agar membataklkan pemecatan sepihak yang dilakukan PT MNI.

Selain itu, dalam pertemuan yang berlangsung kurun waktu 10.00-12.15 WIB, mereka juga ingin Kemenaker mendesak PT MNI tetap membayar upah pekerja dan hak normatif lainnya selama proses perselisihan berlangsung.

Segala keluhan tersebut pun diterima pihak Kemnaker. Lebih lanjut, John menyatakan akan menempuh jalur musyawarah terlebih dahulu dalam menyelesaikan perselisihan PT MNI dengan karyawan yang di-PHK.

Walaupun begitu, John pun mengatakan pihaknya bakal berupaya untuk membatalkan pemecatan yang telah dilakukan PT MNI. “Kalau bisa jangan terjadi PHK. Kita mencegah terjadinya PHK,” Kata John.

Ada sedikitnya 300 karyawan PT MNI yang di-PHK massal sepanjang tahun 2017. Sebagian besar dari karyawan yang dipecat itu berasal dari Koran Sindo setelah penutupan biro di sejumlah daerah. Surat kabar itu merupakan perusahaan yang bernaung di bawah MNC Group yang dimiliki PT MNI.

Biro surat kabar Koran Sindo yang ditutup antara lain Biro Sumatera Utara, Biro Sumatera Selatan, Biro Jawa Tengah/Yogyakarta, Biro Jawa Timur, Biro Jawa Barat, Biro Sulawesi Selatan, dan Biro Sulawesi Utara.

Selain itu, media massa lain di bawah MNC Group yang juga ditutup adalah Tabloid Genie dan Tabloid Mom and Kiddie. Kedua tabloid itu berhenti beroperasi per Juli 2017, dan sedikitnya ada 42 karyawannya yang dipecat secara sepihak.

Pemecatan pun dilakukan terhadap 90 karyawan MNC Channel serta 8 orang karyawan INews TV. Untuk yang terakhir disebut, sengketa pemecatannya masih bergulir di Suku Dinas Ketenagakerjaan Jakarta Pusat. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Imam Besar Masjid Raya New York Asal Sulsel Bangun Pesantren Pertama di AS

Metrobatam, Jakarta - Imam Besar Masjid Raya New York, Amerika Serikat Muhammad Shamsi Ali berencana membangun pesantren Nusantara Madani. Pesantren itu akan dibangun di...

Rizal Ramli Buka ‘Akal-akalan’ Boediono di Indover – Century

Metrobatam, Jakarta - Pengamat ekonomi Rizal Ramli membeberkan dugaan kejahatan yang dilakukan oleh mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono terkait dengan rencana penyelamatan Bank Indonesia...

Ancaman Hukuman Mati Menanti Penyelundup 1,6 Ton Sabu

Metrobatam, Jakarta - Gerombolan penyelundup 1,6 ton sabu di Batam, Kepulauan Riau, terancam hukuman maksimal. Jaksa Agung M Prasetyo memastikan langsung agar mereka mendapatkan...

Dirut Pertamina Elia Dicopot karena Minyak Tumpah dan Kelangkaan Premium

Metrobatam, Jakarta - Elia Massa Manik dicopot dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)...

Menaker: Aturan Baru Tenaga Kerja Asing Jangan Buat Adu Domba

Metrobatam, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri meminta semua pihak tidak mengadu domba pemerintah dengan masyarakat soal aturan baru tenaga kerja asing. Ia...

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 17 Mei

Metrobatam, Jakarta - Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan tahun ini jatuh pada 17 Mei mendatang. Sedangkan 1 Syawal 1439 Hijriah atau Hari Raya...

Pimpinan KPK: TPPU untuk Novanto Harus Jalan

Metrobatam, Jakarta - KPK bicara soal penerapan jeratan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk Setya Novanto. Namun, kepastian soal itu masih memerlukan kajian mendalam...

Kemlu Sebut Ada 2 Ribu WNI yang Berada di Suriah

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sebut masih ada sekitar 2 ribu warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Suriah. Mayoritas WNI di...

Ini Kata Mendag soal Dampak Positif dan Negatif Libur Lebaran Ditambah

Metrobatam, Jakarta - Cuti bersama Lebaran ditambah 3 hari. Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjelaskan tambahan libur itu ada dampak positif...

Kapolri: Polisi Jadi Bandar Narkoba Tembak Mati!

Metrobatam, Pekanbaru - Anggota Polri yang tersandung masalah hukum diperintahkan untuk tetap diusut tuntas. Bagi yang terlibat narkoba hingga menjadi bandar narkoba diminta untuk...

Polisi Minta Anak Buah Big Bos Miras Maut Serahkan Diri

Metrobatam, Bandung - Polisi meminta empat anak buah Samsudin Simbolon, bos miras oplosan maut, yang masih buron menyerahkan diri. "Kita minta supaya menyerahkan diri. Karena...

Helikopter Jatuh di Morowali, 1 Orang Tewas

Metrobatam, Jakarta - Sebuah helikopter jatuh di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah. Satu orang tewas dalam insiden itu, tetapi...
BAGIKAN