Terkait Penyerangan Mapolda Sumut, Polisi Gerebek Percetakan Buku ISIS di Medan

1921
Personel Brimob Polda Sumut melakukan penjagaan saat berlangsung pemeriksaan seorang terduga teroris di Makobrimob Polda Sumut di Medan, Sumatra Utara, Rabu (21/12). Tim gabungan Densus 88 Anti Teror Polri dan Polda Sumut menangkap seorang yang diduga terlibat dalam jaringan teroris kelompok Katibah Gonggong Rebus (KGR) pimpinan Gigih Rahmat Dewa, berinisial SY (27), di Deli Tua Dusun III Aji Baho, Kecamatan Sibiru-biru, Deli Serdang, Sumut. ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

Metrobatam.com, Medan – Densus 88 anti teror mengamankan dua orang pemilik percetakan di Medan, yang merupakan rekan dari dua terduga teroris penyerang Markas Komando Polda Sumatera Utara Minggu dini hari kemarin.

Kedua pelaku penyerangan itu masing-masing bernama Ardial Ramadhan dan Syawaludin Pakpahan. Sedangkan, dua pemilik percetakan yang diamankan aparat kepolisian yakni SL dan TJK alias A. Selain pemilik, polisi juga menahan dua karyawan percetakan berinsial IS dan HS alias H.

Peran keempat orang itu adalah mencetak buku-buku tentang paham radikalisme yang berkaitan dengan ISIS. Polisi juga mengamankan ratusan buku dari lokasi. Keempat orang itu saat ini diperiksa secara intensif di Mapolda Sumut, untuk mengetahui apakah buku-buku tersebut sudah diedarkan atau belum.

“Sudah diamankan orang dari percetakan. Dari berbagai saksi sebanyak 12 orang kami amankan,” ungkap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, di Medan, Senin 26 Juni 2017.

Dari pengeledahan dilakukan rumah Syawaludin Pakpahan, polisi menyita barang bukti berupa dokumen tentang cara-cara melakukan serangan bunuh diri, buku untuk anak-anak tentang kisah perang, buku-buku pemahaman tentang ISIS, poster bergambar pemimpin ISIS Abu Bakar Al Baghdadi, pelat pencetak, dan cakram VCD.

“Para saksi masih kami lakukan pemeriksaan mendalam,” tutur perwira berpangkat melati tiga itu.

Dari 12 orang diamankan, satu orang saksi bernama Hendry Pratama alias Boboy, dinaikkan statusnya sebagai tersangka dalam aksi teror terhadap Polri ini. Dalam aksi teror yang menewaskan Aiptu M Sigalingging, Hendry berperan untuk mensurvei dan melakukan pemetaan terhadap lokasi di Mapolda Sumut.

Sedangkan, tujuh orang saksi lainnya merupakan istri dari pelaku Syawaludin Pakpahan, yakni Masni Wanita Damanik, bersama tiga orang anaknya. Kemudian, orangtua dari Ardial Ramadhan dan seorang petugas SPBU.

“Sesuai dengan Undang-undang teroris, kami memiliki waktu selama tujuh hari untuk melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Vivanews

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Polisi Tetapkan Tekong dan 4 ABK Pembawa TKI Ilegal Jadi Tersangka

Metrobatam.com, Batam - Telah berlangsung Konferensi Pers kasus izin pelayaran dengan 5 tersangka di Mako Dirpolair Polda Kepri, Sekupang, Batam, Jumat (20/4/2018). 5 orang yang terdiri...

Imam Besar Masjid Raya New York Asal Sulsel Bangun Pesantren Pertama di AS

Metrobatam, Jakarta - Imam Besar Masjid Raya New York, Amerika Serikat Muhammad Shamsi Ali berencana membangun pesantren Nusantara Madani. Pesantren itu akan dibangun di...

Rizal Ramli Buka ‘Akal-akalan’ Boediono di Indover – Century

Metrobatam, Jakarta - Pengamat ekonomi Rizal Ramli membeberkan dugaan kejahatan yang dilakukan oleh mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono terkait dengan rencana penyelamatan Bank Indonesia...

Ancaman Hukuman Mati Menanti Penyelundup 1,6 Ton Sabu

Metrobatam, Jakarta - Gerombolan penyelundup 1,6 ton sabu di Batam, Kepulauan Riau, terancam hukuman maksimal. Jaksa Agung M Prasetyo memastikan langsung agar mereka mendapatkan...

Dirut Pertamina Elia Dicopot karena Minyak Tumpah dan Kelangkaan Premium

Metrobatam, Jakarta - Elia Massa Manik dicopot dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)...

Menaker: Aturan Baru Tenaga Kerja Asing Jangan Buat Adu Domba

Metrobatam, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri meminta semua pihak tidak mengadu domba pemerintah dengan masyarakat soal aturan baru tenaga kerja asing. Ia...

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 17 Mei

Metrobatam, Jakarta - Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan tahun ini jatuh pada 17 Mei mendatang. Sedangkan 1 Syawal 1439 Hijriah atau Hari Raya...

Pimpinan KPK: TPPU untuk Novanto Harus Jalan

Metrobatam, Jakarta - KPK bicara soal penerapan jeratan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk Setya Novanto. Namun, kepastian soal itu masih memerlukan kajian mendalam...

Kemlu Sebut Ada 2 Ribu WNI yang Berada di Suriah

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sebut masih ada sekitar 2 ribu warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Suriah. Mayoritas WNI di...

Ini Kata Mendag soal Dampak Positif dan Negatif Libur Lebaran Ditambah

Metrobatam, Jakarta - Cuti bersama Lebaran ditambah 3 hari. Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjelaskan tambahan libur itu ada dampak positif...

Kapolri: Polisi Jadi Bandar Narkoba Tembak Mati!

Metrobatam, Pekanbaru - Anggota Polri yang tersandung masalah hukum diperintahkan untuk tetap diusut tuntas. Bagi yang terlibat narkoba hingga menjadi bandar narkoba diminta untuk...

Polisi Minta Anak Buah Big Bos Miras Maut Serahkan Diri

Metrobatam, Bandung - Polisi meminta empat anak buah Samsudin Simbolon, bos miras oplosan maut, yang masih buron menyerahkan diri. "Kita minta supaya menyerahkan diri. Karena...
BAGIKAN