Terkait Pilkada Tolikara, Kemendagri Diserang Sekelompok Orang 10 Luka-luka

6694

Metrobatam, Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku sudah dua kali menerima perwakilan massa penyerang kantornya sebelum kerusuhan terjadi. Dalam dua pertemuan itu massa mendesak agar Tjahjo membatalkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal sengketa Pilkada 2017 di Tolikara, Papua.

“Masalah pokok (pihak) yang kalah adalah tidak mengakui keputusan MK, alasannya Hakim MK tidak pernah datang ke Tolikara, dan minta Mendagri membatalkan pemenang (Pilkada), dan ini tidak mungkin,” ujar Tjahjo melalui keterangan tertulis, Rabu (11/10).

Pertemuan dengan massa pendukung Calon Bupati Tolikara John Tabo-Barnabas Weya yang kalah di Pilkada 2017 sebenarnya sudah dilakukan. Terakhir itu dilakukan Mendagri di pintu keluar Kantor Kemendagri, Selasa (10/10) malam.

“Kalau mau dialog, tanya masalah Pilkada, silahkan besok ke Ditjen Polpum atau Ditjen Otda (Kemendagri), bicara baik-baik,” imbuhnya.

Kepada massa yang mengatasnamakan Barisan Merah Putih Tolikara itu, Tjahjo juga sudah menyampaikan bahwa pembatalan putusan MK tidak mungkin dilakukan meski dengan dalih adanya kecurangan dalam Pilkada. Sebab, sifat putusan MK itu final dan mengikat semua pihak.

“Mereka tidak mau tahu keputusan KPU (yang mengesahkan hasil Pilkada) dan keputusan MK menurut mereka tidak adil,” ungkapnya.

Selain itu, Tjahjo juga sudah menemui pihak yang menang di Pilkada tersebut. Mendagri meminta mereka untuk bersabar menanti jadwal pelantikan kepala daerah terpilih. “Prinsipnya tidak bisa lama-lama ditangguhkan pelantikannya (karena) sudah ada keputusan pemenang oleh MK. (Penundaan pelantikan) akan menganggu pemerintahan dan pelayanan masyarakat,” jelas dia.

MK menolak gugatan John Tabo-Barnabas Weya atas sengketa Pilkada Tolikara, 31 Juli lalu. Alhasil, kepala daerah terpilih di Tolikara adalah Usman G Wanimbo-Dinus Wanimbo.

Pasangan Usman-Dinus meraih 73.205 suara setelah dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) di 18 distrik di Tolikara. Sementara, John Tabo-Barnabas Weya hanya memperoleh 25.260 suara.

Tjahjo melanjutkan, pihaknya sudah berupaya mendinginkan suasana pasca-kerusuhan. Diantaranya, berdialog dengan Gubernur Papua, Kapolda Papua, Kodam Cendrawasih, dan BIN Daerah.

“Yang menang Pilkada dengan keputusan MK juga sudah saya temui untuk membantu dinginkan kondisi masyarakat pendukung calon yang kalah,” ujarnya.

Mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu juga mengingatkan, masih ada kasus serupa yang berpotensi konflik dalam sengketa Pilkada 2017 di Papua. Yakni, Pilkada Kabupaten Intan Jaya dan Pilkada Kabupaten Yapen. “Semua ada kaitan soal Pilgub Papua,” imbuhnya.

Penyerangan kantor Kemendagri terjadi saat Barisan Merah Putih Tolikara hendak bertemu Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Soedarmo, dan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Soemarsono untuk membahas sengketa Pilkada 2017.

Beberapa saat jelang pertemuan, kelompok masyarakat itu justru keluar ruangan. Mereka menolak bertemu Soemarsono dan Soedarmo dan langsung menyerang Kantor Kemendagri.

Akibat kerusuhan, beberapa pot bunga dan kaca pecah. Sebuah mobil dinas milik pejabat Kemendagri juga terlihat rusak. Sementara, korban luka yang timbul akibat kerusuhan tersebut berjumlah 10 orang.

Polisi Tangkap 15 Orang

Kepolisian Daerah Metro Jaya mengamankan 15 orang yang diduga ikut terlibat dalam penyerangan kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di kawasan Medan Merdeka Utara, Rabu (11/10).

Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Nico Afinta mengatakan, 15 orang tersebut diduga telah melakukan pengeroyokan dan perusakan. “Ada 15 orang (diamankan) di TKP (tempat kejadian perkara) di Kemendagri,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Polisi belum dapat memastikan jumlah pedemo yang terlibat aksi penyerangan dan pengerusakan kantor Kemendagri, namun pengejaran terhadap mereka terus dilakukan. Polisi, kata Nico, juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti batu dan pecahan kaca.

“Setelah peristiwa itu tim gabungan Polres Jakarta Pusat dan Polda melakukan penyisiran dan mengamankan 15 orang. Sementara ini masih melakukan pengejaran terhadap yang lain,” tuturnya.

Sementara itu Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo telah menginstruksikan jajarannya untuk tidak terpancing dengan aksi penyerangan tersebut yang dia duga dilakukan massa suruhan oknum tertentu.

Tjahjo juga mengatakan, telah meningkatkan pengamanan kantor Kemendagri karena kantornya berada di ring satu Istana Kepresidenan. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Bupati Bintan Serahkan Bantuan Kapal dan Asuransi Nelayan

Metrobatam.com, Batam - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos didampingi Wakil Bupati Bintan Drs Dalmasri Syam, Sekda Kabupaten Bintan Drs Adi Prihantara menyerahkan bantuan...

Dukun Pengganda Uang Kubur 2 Korbannya, 1 Dikubur Dalam Keadaan Masih Hidup

Metrobatam, Batang - Seorang pria di Batang, Jawa Tengah yang mengaku bisa menggandakan uang mengubur dua korbannya. Salah seorang korban terungkap dikubur dalam keadaan...

Dubes Saudi Harapkan Moratorium Pengiriman TKI Dicabut

Metrobatam, Jakarta - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al-Shuaibi mengharapkan moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berlaku sejak...

Biadab, Pembunuh Sadis Ini Masih Perkosa Korbannya yang Sudah Mati

Metrobatam, Serang - Empat pelaku pembunuhan sadis di Serang ditangkap polisi. Jejak mereka terungkap usai jenazah korban, S, ditemukan warga di Sungai Cibongor, Cikeusal...

Soal Kumpul Kebo Tak Bisa Dipidana, Ketua MK: Despiritualisasi Hukum

Metrobatam, Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat menyatakan KUHP harus disesuaikan dengan semangat kebangsaan Indonesia. KUHP yang diimpor dari Belanda dinilai sangat...

Dedi Mulyadi: Golkar Terbuka Evaluasi Dukungan Pilkada Jabar

Metrobatam, Jakarta - Golkar tidak menutup kemungkinan menarik dukungannya terhadap Ridwan Kamil pada Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat (Pilkada Jabar) 2018. Hal itu disampaikan...

Bawa Ribuan Butir Ekstasi dan Sabu, Oknum TNI Ditangkap Polisi

Metrobatam, Jambi - Tim Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Jambi berhasil mengamankan tiga orang laki-laki yang diduga membawa ribuan butir pil ekstasi dan sabu-sabu. Informasi...

Konflik Belum Usai, PKS Ajukan Kasasi Pemecatan Fahri Hamzah

Metrobatam, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap tenang menyikapi keputusan Pengadilan Tinggi Jakarta yang menolak banding mereka terkait pemecatan terhadap Fahri Hamzah. Partai...

Partai Tommy Soeharto Tak Lolos Administrasi

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum tidak meloloskan Partai Berkarya dan Partai Garuda dalam tahapan penelitian administrasi perbaikan partai politik calon peserta pemilu tahun...

Danlantamal IV Jalin Sinergitas dengan Kapolda Kepri

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., menjalin sinergitas dengan Kepala Kepolisian...

Bea Cukai-Kepolisian Tetapkan Tersangka 50 Ribu Botol Miras Ilegal Via Batam dari Singapura

Metrobatam.com, Jakarta - Penyidik Direktorat Jenderal Bea-Cukai menetapkan tersangka dalam kasus penyelundupan 50 ribu botol minuman keras ilegal dari Singapura. Tersangka berinisial BT (43)...

Dunia Muslim Deklarasikan Yerusalem Timur Ibu Kota Palestina

Metrobatam, Jakarta - Para pemimpin negara-negara muslim yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendeklarasikan pengakuan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina, Rabu...
BAGIKAN