Terkait Uji Coba Peluru Kendali, Korut Peringatkan Perang

2160

Metrobatam, Jakarta – Korea Utara menyatakan akan terus menjalankan program ketahanan dan senjata nuklirnya seiring dengan latihan bersama Amerika Serikat dan Korea Selatan yang dianggap sebagai “serangan preemtif nuklir” terhadap Pyongya terus berlanjut.

Korea Selatan dan Amerika Serikat, yang terdepan mengecam uji coba peluru kendali Korea Utara dalam Konferensi Pelucutan Senjata di Jenewa, mengatakan latihan militernya dilakukan dalam rangka menguji kesiapan melawan kemungkinan agresi dari negara pimpinan Kim Jong-un itu.

Diplomat Korut Ju Yong Choi, di forum yang didukung PBB itu, mengatakan latihan tersebut sebagai “penyebab utama eskalasi ketegangan yang bisa berkembang menjadi perang sesungguhnya.”

“Korea Utara teguh dalam upaya untuk meningkatkan kapabilitas pertahanannya dengan bertumpu pada pencegahan nuklir untuk mengakhiri ancaman perang nuklir yang disebabkan Amerika Serikat,” kata Ju sebagaimana dikutip Reuters, Selasa (7/3).

Dalam sesi selama 90 menit itu, perwakilan lebih dari 20 negara, termasuk China yang merupakan sekutu utama Korut, Inggris, Perancis, Rusia dan Amerika Serikat, mengecam peluncuran empat rudal Korut yang dilakukan Senin kemarin (6/3).

Duta Besar Jepang Nobushige Takamizawa mengatakan peluncuran rudal itu “benar-benar tidak bisa diterima” karena menderat di zona ekonomi eksklusif negaranya. Rudal itu disebut “mengakibatkan ancaman langsung dan mengerikan terhadap keamanan Jepang dan bahaya serius terhadap penerbangan dan navigasi.”

Sementara Duta Besar Pelucutan AS Robert Wood mengecam uji coba itu sebagai pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB. Dia menyebut program senjata Pyongyang “ancaman jelas terhadap keamanan nasional setiap negara di kawasan.”

PBB “berkomitmen untuk mempertahankan sekutunya” dan latihan militer yang dilakukan bersama Seoul itu bersifat “transparan dan berorientasi pada pertahanan,” ujarnya.

“Harusnya jelas bahwa Korea Utara itu hina, orang asing, melanggar sejumlah resolusi Dewan Keamanan PBB, dan negara-negara yang hadir di ruangan ini tidak akan diam saja dan membiarkan mereka melanggar hukum internasional,” kata Wood.

Amerika Serikat mulai mengerahkan sistem pertahanan rudalnya yang disebut Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Korea Selatan, kata Komando AS di Pasifik. “THAAD sepenuhnya untuk keperluan pertahanan, satu-satunya langkah yang bisa kita ambil untuk menghadapi ancaman masif dari Korut,” kata Duta Besar Pelucutan Korsel Kim Inchul.

Namun, Duta Besar China Fu Cong mengatakan Beijing dengan tegas menentang pengerahan THAAD “dan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga kepentingan negara.”

“Semua pihak yang khawatir akan masalah ini mesti bekerja sama untuk membebaskan semenanjung Korea dari nuklir dan menjaga kedamaian dan stabilitasnya,” kata Fu.(mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Danlantamal IV Jalin Sinergitas dengan Kapolda Kepri

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., menjalin sinergitas dengan Kepala Kepolisian...

Bea Cukai-Kepolisian Tetapkan Tersangka 50 Ribu Botol Miras Ilegal Via Batam dari Singapura

Metrobatam.com, Jakarta - Penyidik Direktorat Jenderal Bea-Cukai menetapkan tersangka dalam kasus penyelundupan 50 ribu botol minuman keras ilegal dari Singapura. Tersangka berinisial BT (43)...

Dunia Muslim Deklarasikan Yerusalem Timur Ibu Kota Palestina

Metrobatam, Jakarta - Para pemimpin negara-negara muslim yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendeklarasikan pengakuan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina, Rabu...

Lagi, Polda Sumut Tangkap Perwira Polisi Karena Narkoba

Metrobatam, Medan - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) kembali menangkap perwira polisi berpangkkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) di kawasan Mariendal, Kecamatan Patumbak,...

Selingkuh di Hotel Bersama Pria Idaman, Seorang Janda Tersedak Kondom

Metrobatam, Madiun – Kabar heboh sekaligus menggelitik gegerkan seisi rumah sakit. Pasalnya, dokter yang menangani pasien di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) menghadapi sebuah...

KPK Terbantu Dokter RSCM dan IDI Dalam Hadapi ‘Drama’ Setya Novanto

Metrobata, Jakarta - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)‎, Febri Diansyah mengakui pihaknya cukup terbantu peran dari tim Dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)...

Polisi Ciduk 33 Orang dalam Razia Kampung Narkoba di Tanah Kusir

Metrobatam, Jakarta - Satresnarkoba Polres Jakarta Selatan melakukan razia narkoba di Kampung Peninggaran, Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Sebanyak 33 orang diamankan polisi untuk dimintai...

Sah! MK Bolehkan Pegawai Nikah dengan Teman 1 Kantor

Metrobatam, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) membuka kebahagiaan bagi karyawan yang ingin menikahi pasangannya dalam 1 kantor. MK memperbolehkan pernikahan antar-rekan satu kantor karena...

Gara-Gara Tak Dibelikan Sepeda Motor, Salim Stres Lalu Gantung Diri

Metrobatam, Padangsidimmpuan - Salim Batu Bara (21), warga Huta Lombang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara nekat gantung diri di areal kebun cokelat...

Mohamed Salah: Raja Mesir yang Membumi

Liverpool - Orang-orang di Liverpool menjuluki The King Of Egypt. Usai jadi pahlawan Mesir ke Piala Dunia dan bikin banyak gol di Liverpool, Mohamed...

Kutai Barat di Kaltim, Bakal Calon Ibu Kota Baru RI yang Masih “Sepi”

Metrobatam, Jakarta - Wacana pemindahan ibu kota negara semakin mencuat. Beberapa kota disebut-sebut akan menjadi ibu kota baru Negara Indonesia. Salah satunya ialah Kabupaten...

Kisah Tragis Dua Wanita Cantik Dibunuh Suami Gara-gara Minta Mobil

Metrobatam, Jakarta - Hidup Siti Saidah alias Nindya dan Indria Kameswari berakhir tragis. Perempuan cantik ini tewas di tangan suami mereka gara-gara minta dibelikan...
BAGIKAN