Terkait Uji Coba Peluru Kendali, Korut Peringatkan Perang

2158

Metrobatam, Jakarta – Korea Utara menyatakan akan terus menjalankan program ketahanan dan senjata nuklirnya seiring dengan latihan bersama Amerika Serikat dan Korea Selatan yang dianggap sebagai “serangan preemtif nuklir” terhadap Pyongya terus berlanjut.

Korea Selatan dan Amerika Serikat, yang terdepan mengecam uji coba peluru kendali Korea Utara dalam Konferensi Pelucutan Senjata di Jenewa, mengatakan latihan militernya dilakukan dalam rangka menguji kesiapan melawan kemungkinan agresi dari negara pimpinan Kim Jong-un itu.

Diplomat Korut Ju Yong Choi, di forum yang didukung PBB itu, mengatakan latihan tersebut sebagai “penyebab utama eskalasi ketegangan yang bisa berkembang menjadi perang sesungguhnya.”

“Korea Utara teguh dalam upaya untuk meningkatkan kapabilitas pertahanannya dengan bertumpu pada pencegahan nuklir untuk mengakhiri ancaman perang nuklir yang disebabkan Amerika Serikat,” kata Ju sebagaimana dikutip Reuters, Selasa (7/3).

Dalam sesi selama 90 menit itu, perwakilan lebih dari 20 negara, termasuk China yang merupakan sekutu utama Korut, Inggris, Perancis, Rusia dan Amerika Serikat, mengecam peluncuran empat rudal Korut yang dilakukan Senin kemarin (6/3).

Duta Besar Jepang Nobushige Takamizawa mengatakan peluncuran rudal itu “benar-benar tidak bisa diterima” karena menderat di zona ekonomi eksklusif negaranya. Rudal itu disebut “mengakibatkan ancaman langsung dan mengerikan terhadap keamanan Jepang dan bahaya serius terhadap penerbangan dan navigasi.”

Sementara Duta Besar Pelucutan AS Robert Wood mengecam uji coba itu sebagai pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB. Dia menyebut program senjata Pyongyang “ancaman jelas terhadap keamanan nasional setiap negara di kawasan.”

PBB “berkomitmen untuk mempertahankan sekutunya” dan latihan militer yang dilakukan bersama Seoul itu bersifat “transparan dan berorientasi pada pertahanan,” ujarnya.

“Harusnya jelas bahwa Korea Utara itu hina, orang asing, melanggar sejumlah resolusi Dewan Keamanan PBB, dan negara-negara yang hadir di ruangan ini tidak akan diam saja dan membiarkan mereka melanggar hukum internasional,” kata Wood.

Amerika Serikat mulai mengerahkan sistem pertahanan rudalnya yang disebut Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Korea Selatan, kata Komando AS di Pasifik. “THAAD sepenuhnya untuk keperluan pertahanan, satu-satunya langkah yang bisa kita ambil untuk menghadapi ancaman masif dari Korut,” kata Duta Besar Pelucutan Korsel Kim Inchul.

Namun, Duta Besar China Fu Cong mengatakan Beijing dengan tegas menentang pengerahan THAAD “dan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga kepentingan negara.”

“Semua pihak yang khawatir akan masalah ini mesti bekerja sama untuk membebaskan semenanjung Korea dari nuklir dan menjaga kedamaian dan stabilitasnya,” kata Fu.(mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kesal Kena Tilang, Pegawai Dinas PU Ini Matikan Aliran Air ke Asrama Polisi

KAYONG UTARA, – Kesal karena ditiling polisi, seorang pegawai kontrak di UPT Air Bersih Dinas Pekerjaan Umum Kota Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, sengaja merusak sistem...

Jakarta Masuk 10 Kota Paling Berbahaya di Dunia Bagi Perempuan

London - Jakarta berada di peringkat sembilan dalam daftar kota besar atau megacity yang paling berbahaya di dunia untuk perempuan, berdasarkan survei Yayasan Thomson...

Cerita Mengerikan Perempuan yang Lolos dari Kelompok ISIS

Baghdad - Komunitas Syiah Turkmenistan di Irak menjadi sasaran penganiayaan brutal oleh kelompok yang menamakan diri negara Islam (ISIS). Seorang perempuan, yang meminta untuk tidak...

PR PLN: Terangi 104 Desa di Kepri yang Belum Teraliri Listrik

Metrobatam, Batam - Ternyata masih cukup banyak desa terpencil Kepulauan Riau (Kepri) yang masih belum teraliri listrik. Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat saat ini...

Innalillahi! Diduga Ditusuk, Ketua DPRD Kolaka Utara Meninggal Dunia

Metrobatam, Kendari - Ketua Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira meninggal dunia akibat luka tusuk, Rabu. Kasubbid Pidana Polda...

Ketua DPRD: Tak Ada Aturan Wajibkan Paripurna Istimewa untuk Anies

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik meminta agar Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi segera membuat Paripurna Istimewa untuk...

Wiranto: Usulan Pembentukan Densus Tipikor Bukan soal Politik

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan, wacana pembentukan detasemen khusus tindak pidana korupsi (Densus Tipikor) sama sekali tidak...

Dokumen Rahasia AS Ungkap Upaya Penggulingan Sukarno dan PKI

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat disebut mengetahui rangkaian upaya Angkatan Darat (AD) untuk menghancurkan Partai Komunis negara (PKI) dan menggulingkan Sukarno mulai tahun...

Sri Mulyani Angkat Isu Perpindahan Dana WNI Rp 18,9 T di Forum Dunia

Washington - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sempat membicarakan persoalan uang 81 Warga Negara Indonesia (WNI) senilai Rp 18,99 triliun yang ditransfer dari Guernsey...

KPU Tutup Pendaftaran, Dokumen 13 Partai Belum Lengkap

Metrobatam, Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy'ari mengatakan 13 Partai Politik (Parpol) berstatus belum memenuhi kelengkapan dokumen peserta pemilu 2019 hingga...

Radikalisme Agama Ancam Keberagaman Indonesia

Metrobatam, Pangkal Pinang - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan kepada masyarakat untuk terus mewaspadai penyebaran paham radikal atas...

Sajikan Gadis Belia, Prostitusi di Lhokseumawe Dikelola 2 Wanita

Metrobatam, Lhokseumawe - Kakak beradik di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh ditangkap anggota Satreskrim Polres Lhokseumawe. Keduanya diduga merupakan mucikari yang telah menjual...
BAGIKAN