Ternyata Tak Hanya “Dijual” Rp16 Juta, Bocah SD Ini Dicabuli dan Diancam Dibunuh

215

Metrobatam, Medan – Nasib malang menimpa bocah perempuan berinisial PN (Putri Naibaho) (14) yang diduga jadi korban pencabulan seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di rumah sakit milik pemerintah di Kota Medan.

Selain diduga jadi korban pencabulan, PN juga diduga dimanfaatkan oleh ayah kandungnya, SN (Simon Naibaho) (40) yang meraup uang Rp16 juta dari oknum PNS tersebut agar kasus pencabulan yang dialami PN tidak diproses hukum.

Sementara itu, korban juga mengakui jika ia sudah sering dicabuli di rumah pelaku MS (39) pada saat anak istri pelaku sedang tidak berada dirumah. Setiap mengajak, korban selalu diimingi uang jajan Rp 10 ribu.

“Iya om, sudah sering saya digituin. Pertamanya pas malam-malam. Saya lagi main tali karet di depan rumah, terus dipanggil uwak itu. Baru saya dibawa ke kamarnya. Anaknya dan istrinya lagi dirumah opungnya gak jauh dari situ,” ucap bocah SD ditemani ibunya, SH (30) di Mapolrestabes Medan, Jumat (10/3).

Menurut bocah polos berambut ikal ini lagi, setiap dicabuli, ia kerab diancam akan dibunuh pakai pisau, kalau perbuatan bejat yang di perbuat terhadapnya diceritakan kepada orang lain.

“Pas di dalam kamarnya, baju dan celana saya dibuka semua. Saya kesakitan dan menjerit, tapi mulut saya ditutupi pakai tangannya,” celotehnya.

Usai melampiaskan nafsu birahinya kepada bocah tersebut, pelaku pun menyuruhnya pulang. Korban yang kesakitan di bagian selangkangannya, lantas mengeluh kepada kakek dan ayahnya.

“Anak saya sampai jatuh sakit, lalu opungnya membawanya ke rumah sakit. Dari keterangan di rumah sakit menurut informasi yang saya peroleh, kemaluan anak saya sudah robek dan dia sudah berulang kali digituin,” sambung, ibu korban.

Beberapa jam berkonsultasi dan menceritakan kejadian yang menimpa anaknya kepada petugas SPKT Polrestabes Medan, korban bersama ibu dan warga yang menemaninya terpaksa kembali pulang ke rumah, lantaran seluruh bukti seperti, Kartu Keluarga (KK) maupun akte lahir anaknya, berada dirumah mantan suaminya.

Maka dari itu, lanjut ibu korban, ia dan ditemai keluarga serta warga yang mendukungnya, berencana mendatangi sekolah korban untuk meminta surat keterangan dan lapor anaknya.

“Tadi disuruh polisi bawa berkas atau surat keterangan mengenai anak saya, makanya kami bingung. Warga sudah banyak yang mau jadi saksi. Besok lah kami ke sekolahnya minta data anak saya. Paginya kami melapor kesini lagi,” sebut ibu korban, sembari berlalu dan meninggalkan Polrestabes Medan.

Pemberitaan sebelumnya, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial MS yang bekerja di rumah sakit pemerintahan berinisial MS diduga telah mencabuli PN. Dari pengkuan PN, dia diberikan uang Rp10 ribu setiap kali dicabuli oleh MS.

Atas peristiwa itu, ibu korban SH sempat mengadu ke Mapolrestabes Medan. Dijelaskan nya pencabulan terhadap anaknya terjadi di perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kesal Kena Tilang, Pegawai Dinas PU Ini Matikan Aliran Air ke Asrama Polisi

KAYONG UTARA, – Kesal karena ditiling polisi, seorang pegawai kontrak di UPT Air Bersih Dinas Pekerjaan Umum Kota Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, sengaja merusak sistem...

Jakarta Masuk 10 Kota Paling Berbahaya di Dunia Bagi Perempuan

London - Jakarta berada di peringkat sembilan dalam daftar kota besar atau megacity yang paling berbahaya di dunia untuk perempuan, berdasarkan survei Yayasan Thomson...

Cerita Mengerikan Perempuan yang Lolos dari Kelompok ISIS

Baghdad - Komunitas Syiah Turkmenistan di Irak menjadi sasaran penganiayaan brutal oleh kelompok yang menamakan diri negara Islam (ISIS). Seorang perempuan, yang meminta untuk tidak...

PR PLN: Terangi 104 Desa di Kepri yang Belum Teraliri Listrik

Metrobatam, Batam - Ternyata masih cukup banyak desa terpencil Kepulauan Riau (Kepri) yang masih belum teraliri listrik. Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat saat ini...

Innalillahi! Diduga Ditusuk, Ketua DPRD Kolaka Utara Meninggal Dunia

Metrobatam, Kendari - Ketua Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira meninggal dunia akibat luka tusuk, Rabu. Kasubbid Pidana Polda...

Ketua DPRD: Tak Ada Aturan Wajibkan Paripurna Istimewa untuk Anies

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik meminta agar Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi segera membuat Paripurna Istimewa untuk...

Wiranto: Usulan Pembentukan Densus Tipikor Bukan soal Politik

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan, wacana pembentukan detasemen khusus tindak pidana korupsi (Densus Tipikor) sama sekali tidak...

Dokumen Rahasia AS Ungkap Upaya Penggulingan Sukarno dan PKI

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat disebut mengetahui rangkaian upaya Angkatan Darat (AD) untuk menghancurkan Partai Komunis negara (PKI) dan menggulingkan Sukarno mulai tahun...

Sri Mulyani Angkat Isu Perpindahan Dana WNI Rp 18,9 T di Forum Dunia

Washington - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sempat membicarakan persoalan uang 81 Warga Negara Indonesia (WNI) senilai Rp 18,99 triliun yang ditransfer dari Guernsey...

KPU Tutup Pendaftaran, Dokumen 13 Partai Belum Lengkap

Metrobatam, Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy'ari mengatakan 13 Partai Politik (Parpol) berstatus belum memenuhi kelengkapan dokumen peserta pemilu 2019 hingga...

Radikalisme Agama Ancam Keberagaman Indonesia

Metrobatam, Pangkal Pinang - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan kepada masyarakat untuk terus mewaspadai penyebaran paham radikal atas...

Sajikan Gadis Belia, Prostitusi di Lhokseumawe Dikelola 2 Wanita

Metrobatam, Lhokseumawe - Kakak beradik di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh ditangkap anggota Satreskrim Polres Lhokseumawe. Keduanya diduga merupakan mucikari yang telah menjual...
BAGIKAN