Terpaksa Mudik Pakai Kapal Ikan, Warga Tambelan Kecewa

802

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Masyarakat Kecamatan Tambelan terpaksa berlayar menggunakan kapal ikan bermaterial kayu dari pelabuhan Tokojo Kijang sebagai alternatif angkutan mudik Lebaran.

“Keterpaksaan ini pertama karena tiket yang dijual seharga Rp345.000 per orang oleh PT Pelni sudah habis H-15, ” kata mahasiswa Tambelan di Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Gusti Randjish.

Menurutnya, kondisi habisnya tiket Km Lawit dan Bukit Raya milik Pelni yang deviasi ke Tambelan tersebut ternyata tidak dikuotakan hanya untuk masyarakat Tambelan, tetapi berlaku umum untuk seluruh tujuan mudik ke pulau lainnya.

“Artinya, siapa cepat dia lah yang dapat tiket Pelni itu lebih dulu,” kata Randjish.

Selain itu, kapal Navigasi yang diandalkan sebagai transportasi cadangan angkutan mudik pengganti rusaknya KM Sabuk Nusantara 30 dan 39, diisukan docking.

Sementara, MV VOC Batavia yang disubsidi Pemkab Bintan sebagai angkutan mudik masyarakat Tambelan, juga tidak sesuai dengan kuota penumpang dan trip pelayaran kapal cepat tersebut.

“MV VOC Batavia berkapasitas maksimal 200 seat, dan hanya 2 trip pelayaran yaitu pada 29 Juni 2016 dan 3 Juli 2016 dari Tanjungpinang ke Tambelan. Sementara, penumpang Tambelan di Batam, Tanjungpinang dan Bintan terdata mudik sebanyak 600 lebih,” paparnya.

Menurut Randnish, seandainya 2 trip pelayaran tersebut berangkat dari Tanjungpinang ke Tambelan pada tanggal 29 Juni dan 3 Juli, artinya masih ada sekitar 200 calon penumpang lagi yang ada di Tanjungpinang, Batam, dan Bintan.

Sisa penumpang itulah yang disinyalir menggunakan kapal kayu untuk mudik ke Tambelan.

“Masalahnya, penumpang Tambelan tidak bisa ditolak untuk tidak berlayar menggunakan kapal ikan. Sehingga masyarakat Tambelan masih ada yang berlayar menggunakan kapal ikan. KM Sabuk Nusantara 30 dan 39 juga masih belum ada kepastian,” tuturnya.

Di sisi lain, masyarakat Tambelan mengaku kecewa dengan komitmen Pemprov Kepri untuk menyelesaikan permasalahan angkutan kapal laut pada hearing di DPRD Kepri beberapa waktu lalu.

“Jelas kami kecewa, dari tiga solusi yang ditawarkan, hanya satu yang terlaksana yaitu meminta deviasi pelayaran KM Lawit dan Bukit Raya untuk melayari Pulau Tambelan dan Subi sampai KM Sabuk Nusantara 30 dan 39 beroperasi kembali,” tuturnya.

Sementara dua dari tiga solusi yang ditawarkan belum terlaksana. Seperti, Pemprov Kepri menawarkan solusi penyewaan kapal berkapasitas 500GT dari pihak ke tiga melewati Kijang-Tambelan-Ranai-Tarempa-Kijang dengan anggaran sekitar Rp 7milyar selama 5 bulan.

Selain itu, Pemprov Kepri menawarkan untuk mengoperasikan kapal cepat MV Lintas Kepri milik pemprov ke Tambelan senilai Rp50.000.000 per sekali pelayaran PP.

“Kami kecewa karena pemprov tak sesuai dengan komitmennya pada hearing waktu itu,” tegasnya. (mb/antara)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

‘Golkar Gali Kuburan Sendiri Jika Pilih Titiek Soeharto’

Metrobatam, Jakarta - Saat Partai Golkar ingin memperbaiki citra akibat terjeratnya Setya Novanto, sang ketua umum, menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP, Siti Hediyati Hariyadi...

60 Kader Golkar Galang Tanda Tangan Tolak Azis Jadi Ketua DPR

Metrobatam, Jakarta - Sejumlah anggota Fraksi Golkar menggalang dukungan menolak penunjukan Azis Syamsuddin sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat menggantikan Setya Novanto. Hal itu dilakukan...

Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Basket 2023, Timnas Butuh Pemain Naturalisasi

Metrobatam, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia, Fictor Gideon Roring, gembira dengan kepastian Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia Basket 2023. Dia melemparkan wacana untuk...

Dipasang Garis Polisi, Istri Terduga Teroris dan Anaknya Mengurung Diri di Dalam Rumah

Metrobatam, Banyuasin - Tempat tinggal terduga teroris, AH di perumahan Griya Elok Permai, Kecamatan Kenten, Banyuasin, dipasang police line atau garis polisi dan dijaga...

Masyarakat Kota Batam Sambut Hangat Kedatangan KRI Bima Suci

Metrobatam.com, Batam - Kedatangan Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci menarik perhatian masyarakat Batam. Kegiatan open ship yang berlangsung Kamis-Sabtu (7-9/12) dipadati warga. Bahkan...

Tahun 2018 Batam akan Gelar 60 Event Pariwisata

Metrobatam.com, Batam - Event merupakan salah satu pilar yang tak kalah penting dalam pengembangan pariwisata. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota...

Masjid Asy Syuhadaa Tering Raya Batam Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Metrobatam.com, Batam - Sebagai ummatnya sudah seharusnya kita senantiasa mencontoh dan mengikuti baginda Rasulullah SAW. Terlebih sebagai insan pilihan, pada Rasulluah memang ada contoh...

Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Sumsel Bertambah Jadi 5 Orang

Metrobatam, Palembang – Selain menangkap dua terduga teroris di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan, yaitu Abdul Qodir alias Yaziz dan M Suriadi, Detasemen Khusus...

Istri Mantan Sekretaris MA Jadi Staf Ahli MenPAN-RB, KPK Tak Dilibatkan

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tak diminta tanggapannya soal pengangkatan Tin Zuraida sebagai Staf Ahli MenPAN-RB. Padahal, KPK biasanya dilibatkan untuk...

Ditemukan Jutaan Pil Zenith di Sampit, Mabes Polri Turun Tangan

Metrobatam, Sampit - Markas Besar (Mabes) Polri turun tangan membantu pengembangan penyelidikan temuan 3,7 juta butir carnophen atau zenith di Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin...

IKLA Batam Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Rumah Gadang

Metrobatam.com, Batam - Warga Luak Agam Kota Batam diajak untuk terus meneladani Nabi Muhammad SAW dalam bersikap di kehidupan sehari-hari. Itu karena sikap Rasulullah...

Beroperasi Juni 2018, 5 Stasiun LRT Palembang Siap Digunakan

Metrobatam, Palembang - Progres pembangunan Light Rain Transit (LRT) Palembang telah memcapai 76 persen dan siap beroperasi pada Juni 2018 mendatang. Namun, hanya akan...
BAGIKAN