Terpaksa Mudik Pakai Kapal Ikan, Warga Tambelan Kecewa

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Masyarakat Kecamatan Tambelan terpaksa berlayar menggunakan kapal ikan bermaterial kayu dari pelabuhan Tokojo Kijang sebagai alternatif angkutan mudik Lebaran.

“Keterpaksaan ini pertama karena tiket yang dijual seharga Rp345.000 per orang oleh PT Pelni sudah habis H-15, ” kata mahasiswa Tambelan di Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Gusti Randjish.

Menurutnya, kondisi habisnya tiket Km Lawit dan Bukit Raya milik Pelni yang deviasi ke Tambelan tersebut ternyata tidak dikuotakan hanya untuk masyarakat Tambelan, tetapi berlaku umum untuk seluruh tujuan mudik ke pulau lainnya.

“Artinya, siapa cepat dia lah yang dapat tiket Pelni itu lebih dulu,” kata Randjish.

Selain itu, kapal Navigasi yang diandalkan sebagai transportasi cadangan angkutan mudik pengganti rusaknya KM Sabuk Nusantara 30 dan 39, diisukan docking.

Sementara, MV VOC Batavia yang disubsidi Pemkab Bintan sebagai angkutan mudik masyarakat Tambelan, juga tidak sesuai dengan kuota penumpang dan trip pelayaran kapal cepat tersebut.

“MV VOC Batavia berkapasitas maksimal 200 seat, dan hanya 2 trip pelayaran yaitu pada 29 Juni 2016 dan 3 Juli 2016 dari Tanjungpinang ke Tambelan. Sementara, penumpang Tambelan di Batam, Tanjungpinang dan Bintan terdata mudik sebanyak 600 lebih,” paparnya.

Menurut Randnish, seandainya 2 trip pelayaran tersebut berangkat dari Tanjungpinang ke Tambelan pada tanggal 29 Juni dan 3 Juli, artinya masih ada sekitar 200 calon penumpang lagi yang ada di Tanjungpinang, Batam, dan Bintan.

Sisa penumpang itulah yang disinyalir menggunakan kapal kayu untuk mudik ke Tambelan.

“Masalahnya, penumpang Tambelan tidak bisa ditolak untuk tidak berlayar menggunakan kapal ikan. Sehingga masyarakat Tambelan masih ada yang berlayar menggunakan kapal ikan. KM Sabuk Nusantara 30 dan 39 juga masih belum ada kepastian,” tuturnya.

Di sisi lain, masyarakat Tambelan mengaku kecewa dengan komitmen Pemprov Kepri untuk menyelesaikan permasalahan angkutan kapal laut pada hearing di DPRD Kepri beberapa waktu lalu.

“Jelas kami kecewa, dari tiga solusi yang ditawarkan, hanya satu yang terlaksana yaitu meminta deviasi pelayaran KM Lawit dan Bukit Raya untuk melayari Pulau Tambelan dan Subi sampai KM Sabuk Nusantara 30 dan 39 beroperasi kembali,” tuturnya.

Sementara dua dari tiga solusi yang ditawarkan belum terlaksana. Seperti, Pemprov Kepri menawarkan solusi penyewaan kapal berkapasitas 500GT dari pihak ke tiga melewati Kijang-Tambelan-Ranai-Tarempa-Kijang dengan anggaran sekitar Rp 7milyar selama 5 bulan.

Selain itu, Pemprov Kepri menawarkan untuk mengoperasikan kapal cepat MV Lintas Kepri milik pemprov ke Tambelan senilai Rp50.000.000 per sekali pelayaran PP.

“Kami kecewa karena pemprov tak sesuai dengan komitmennya pada hearing waktu itu,” tegasnya. (mb/antara)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Fakta di Balik Pulangnya 51% Saham Freeport ke Pemerintah RI

Metrobatam, Jakarta - Porsi saham pemerintah di PT Freeport Indonesia (PTFI) awalnya masih 9,36% lalu menjadi 51% usai ditandatanganinya Head of Agreement (HoA) antara...

WHO Tetapkan Kecanduan Seks Sebagai Gangguan Kesehatan Mental

Metrobatam, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) baru saja menetapkan perilaku seksual kompulsif alias kecanduan seks sebagai gangguan kesehatan mental. Kecanduan...

Pulau Jawa Terpilih Sebagai Pulau Terbaik Sedunia

Metrobatam, Jakarta - Tiga pulau di Indonesia menduduki peringkat bergengsi dalam daftar 'Top 10 Islands in Asia 2018' versi situs wisata Travel and Leisure,...

Sepakat Lepas 51 persen Saham, Ini Pernyataan Bos Besar Freeport

Metrobatam, Jakarta - Freeport McMoRan telah sepakat untuk melepas 51% saham PT Freeport Indonesia kepada pemerintah Indonesia melalui PT Inalum (Persero). Kesepakatan melalui penandatanganan...

Tekuk Inggris, Belgia Rebut Peringkat Tiga Piala Dunia 2018

Saint-Petersburg - Belgia sukses merebut peringkat tiga di Piala Dunia 2018. Menghadapi Inggris di laga perebutan, The Rode Duivels menang 2-0. Bertanding di Saint-Petersburg Stadium,...

Tank Medium Buatan Pindad Kebal Kena Ledakan TNT

Metrobatam, Bandung - Satu unit medium tank buatan PT Pindad kebal diledakkan. Tank masih utuh meski diledakkan menggunakan bahan ledak TNT. Proses peledakan dilakukan PT...

Buntut Transfer Ronaldo, Buruh Pabrik FIAT Akan Mogok Kerja

Turin - Keputusan Juventus mendatangkan Cristiano Ronaldo dari Real Madrid diprotes buruh FIAT. Pekerja pabrik mobil itu akan melakukan mogok kerja. Juventus baru saja mendatangkan...

Mardani Akui “Tunggangi” Aksi 212 untuk Menangkan Anies-Sandi

Metrobatam, Jakarta - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera membeberkan salah satu strategi memenangkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam Pilgub...

RI Caplok 51% Saham Freeport, Ini Cadangan Emas dan Tembaganya

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan PT Inalum (Persero) sudah sepakat dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk meningkatkan kepemilikan saham hingga 51%....

PAN Tak Mau Berspekulasi Prabowo Batal Nyapres

Metrobatam, Jakarta - PAN tidak mau berspekulasi soal jadi-tidaknya Prabowo Subianto diusung Partai Gerindra sebagai calon presiden (capres). PAN akan tetap menjalin komunikasi dengan...

Penyebar Hoaks Penganiayaan Ustaz Divonis 4 Bulan Penjara

Metrobatam, Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung menjatuhkan vonis empat bulan penjara 25 hari kepada Ahyad Saepuloh (28) dalam kasus memuat konten...

Viral, Pemuda di NTB Nikahi Mayat Kekasihnya yang Tewas Akibat Kecelakaan

Metrobatam, Dompu - Warga Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) digegerkan oleh seorang pemuda yang menikahi mayat kekasihnya. Ya, Sukardin hanya bisa pasrah dengan takdir...
BAGIKAN