Terpaksa Mudik Pakai Kapal Ikan, Warga Tambelan Kecewa

799

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Masyarakat Kecamatan Tambelan terpaksa berlayar menggunakan kapal ikan bermaterial kayu dari pelabuhan Tokojo Kijang sebagai alternatif angkutan mudik Lebaran.

“Keterpaksaan ini pertama karena tiket yang dijual seharga Rp345.000 per orang oleh PT Pelni sudah habis H-15, ” kata mahasiswa Tambelan di Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Gusti Randjish.

Menurutnya, kondisi habisnya tiket Km Lawit dan Bukit Raya milik Pelni yang deviasi ke Tambelan tersebut ternyata tidak dikuotakan hanya untuk masyarakat Tambelan, tetapi berlaku umum untuk seluruh tujuan mudik ke pulau lainnya.

“Artinya, siapa cepat dia lah yang dapat tiket Pelni itu lebih dulu,” kata Randjish.

Selain itu, kapal Navigasi yang diandalkan sebagai transportasi cadangan angkutan mudik pengganti rusaknya KM Sabuk Nusantara 30 dan 39, diisukan docking.

Sementara, MV VOC Batavia yang disubsidi Pemkab Bintan sebagai angkutan mudik masyarakat Tambelan, juga tidak sesuai dengan kuota penumpang dan trip pelayaran kapal cepat tersebut.

“MV VOC Batavia berkapasitas maksimal 200 seat, dan hanya 2 trip pelayaran yaitu pada 29 Juni 2016 dan 3 Juli 2016 dari Tanjungpinang ke Tambelan. Sementara, penumpang Tambelan di Batam, Tanjungpinang dan Bintan terdata mudik sebanyak 600 lebih,” paparnya.

Menurut Randnish, seandainya 2 trip pelayaran tersebut berangkat dari Tanjungpinang ke Tambelan pada tanggal 29 Juni dan 3 Juli, artinya masih ada sekitar 200 calon penumpang lagi yang ada di Tanjungpinang, Batam, dan Bintan.

Sisa penumpang itulah yang disinyalir menggunakan kapal kayu untuk mudik ke Tambelan.

“Masalahnya, penumpang Tambelan tidak bisa ditolak untuk tidak berlayar menggunakan kapal ikan. Sehingga masyarakat Tambelan masih ada yang berlayar menggunakan kapal ikan. KM Sabuk Nusantara 30 dan 39 juga masih belum ada kepastian,” tuturnya.

Di sisi lain, masyarakat Tambelan mengaku kecewa dengan komitmen Pemprov Kepri untuk menyelesaikan permasalahan angkutan kapal laut pada hearing di DPRD Kepri beberapa waktu lalu.

“Jelas kami kecewa, dari tiga solusi yang ditawarkan, hanya satu yang terlaksana yaitu meminta deviasi pelayaran KM Lawit dan Bukit Raya untuk melayari Pulau Tambelan dan Subi sampai KM Sabuk Nusantara 30 dan 39 beroperasi kembali,” tuturnya.

Sementara dua dari tiga solusi yang ditawarkan belum terlaksana. Seperti, Pemprov Kepri menawarkan solusi penyewaan kapal berkapasitas 500GT dari pihak ke tiga melewati Kijang-Tambelan-Ranai-Tarempa-Kijang dengan anggaran sekitar Rp 7milyar selama 5 bulan.

Selain itu, Pemprov Kepri menawarkan untuk mengoperasikan kapal cepat MV Lintas Kepri milik pemprov ke Tambelan senilai Rp50.000.000 per sekali pelayaran PP.

“Kami kecewa karena pemprov tak sesuai dengan komitmennya pada hearing waktu itu,” tegasnya. (mb/antara)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

90 Kapal Maling Ikan Antre Ditenggelamkan Susi

Metrobatam, Jakarta - Penenggelaman kapal merupakan salah satu kebijakan tegas yang dilakukan pemerintah guna melawan pencurian ikan atau illegal fishing di perairan Indonesia. Per Agustus...

BBM Satu Harga Tekan Harga Solar di Natuna

Metrobatam, Natuna - Program Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menuai hasil. Beberapa wilayah di Indonesia timur...

Negara Lain Mulai Lirik Cara Susi Berantas Maling Ikan

Metrobatam, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, selama ini gencar memberantas maling ikan di. Mulai dari menyita hingga menenggelamkan kapal maling ikan...

Penyelundupan Pil Koplo Dalam Tahu Goreng Berhasil Digagalkan

Metrobatam, Blitar - Petugas Lapas Kls 2B Blitar berhasil menggagalkan upaya penyelundupan pil koplo. Pil koplo ditemukan di dalam tahu goreng yang dikirim pembesuk. "Insting...

Memalukan! Belasan Oknum Polisi Keroyok Siswa SMA Gara-Gara Rebutan Cewek

Metrobatam, Serang - Aksi penganiayaan menimpa salah seorang siswa SMK di Kota Serang bernama AS (17). Penganiayaan diduga dilakukan oleh belasan oknum anggota Polda...

Curi Kulit Manis di Kebun Mendagri, Arief Dihajar dan Motornya Dibakar

Metrobatam, Merangin - Aksi pencurian yang dilakukan oleh tiga pemuda di perkebunan kulit manis milik Mendagri (39) warga Desa Nilo Dingin kecamatan Lembah Masurai,...

Jokowi Dinilai Berhasil, PDIP Kawal Hingga Habis Masa Jabatan

Metrobatam, Jakarta - Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) mengklaim Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla berhasil merombak perekonomian Indonesia menjadi lebih kompetitif. Pasangan itu...

Bahas Perppu Ormas Bersama DPR, Mendagri: Ini Soal Kedaulatan Negara

Metrobatam, Jakarta - Komisi II DPR menggelar rapat lanjutan membahas Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas. Agenda rapat kali...

Sipol Dianggap Bermasalah, KPU: Kita Rutin Maintenance

Metrobatam, Jakarta - Partai Idaman, PKPI dan PBB, berencana akan melaporkan KPU ke Bawaslu, terkait Sipol yang kerap mengalami masalah. Komisioner KPU Pramono Ubaid...

Kasus Gratifikasi, Mantan Asintel Kejati Bengkulu Dijebloskan ke Penjara

Metrobatam, Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menahan mantan Asisten Intelijen (Asintel) Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Edi Sumarno dalam kasus gratifikasi pengumpulan bahan dan keterangan...

Koarmabar Lantamal IV Gagalkan Penyelundupan Narkoba Jaringan Internasional di Karimun

Nmetrobatam, Jakarta - Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) Lantamal IV menggagalkan narkoba jaringan Internasional, di Perairan Tanjung...

Kepergok Bolos Ngajar, 9 Guru PNS Dipanggil Satpol PP

Metrobatam, Banjarnegara - Sebanyak 9 guru SD yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di Banjarnegara tertunduk malu saat dipanggil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol...
BAGIKAN