Tertangkap Basah Terima Suap, Irman Gusman Terus Berkelit Lawan KPK

SIDANG BERSAMA DPD-DPR

Metrobatam, Jakarta – Meski tertangkap basah sedang menerima suap, tetapi mantan Ketua DPD Irman Gusman berkelit dengan menggugat KPK. Menurutnya operasi tangkap tangan (OTT) KPK itu dinilai tidak sesuai prosedur.

Dalam pembacaan gugatannya, kuasa hukum Irman Gusman membeberkan pengajuan praperadilan ini atas penetapan pemohon atau Irman Gusman sebagai tersangka tindak pidana korupsi yang dikeluarkan KPK pada tanggal 17 September 2016 yang tidak berdasar hukum.

Kuasa hukum Irman Gusman membeberkan tujuan gugatan praperadilan ini untuk menguji sah atau tidaknya penangkapan, penetapan tersangka dan penahanan terhadap Irman Gusman oleh KPK.

“Menyatakan penetapan tersangka adalah tidak sah, tidak sah segala keputusan dan penetapan yang berkaitan penetapan tersangka kepada pemohon, menyatakan penyidikan dan cara-cara yang dilakukan termohon diduga melanggar prosedur hukum dan tidak memiliki kekuatan hukum,” kata kuasa hukum Irman Gusman, Fahmi di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (25/10).

Fahmi mengatakan bahwa surat perintah penangkapan yang ditunjukkan penyidik KPK saat melakukan OTT tidak tepat dan tidak berdasar hukum.

“Menyatakan menurut hukum penetapan pemohon sebagai tersangka adalah tidak sah dan tidak berdasarkan hukum dan menurut perkara aquo tidak memiliki kekuatan hukum mengikat,” lanjut kuasa hukum lainnya, Maqdir Ismail.

Maqdir menyebutkan bahwa penetapan tersangka pada Irman Gusman tersebut berakibat hilangnya hak dan dilanggarnya hak asasi manusia dengan prosedur hukum yang salah dan menyimpang.

Setelah pembacaan tuntutan, pihak kuasa hukum Irman membacakan beberapa fakta kronologi saat terjadi OTT. Kuasa hukum Irman mengatakan bahwa banyak kejanggalan sewaktu penyidik KPK menangkap Irman.

“Pada mulanya pemohon menolak untuk dibawa ke kantor KPk tapi pihak termohon mengancam akan memborgol apabila pemohon tidak menurut ikut ke KPK, padahal apabila dijelaskan dengan santun pemohon akan tetap ikut karena pemohon ingin kooperatif,” kata Maqdir.

Dia juga menambahkan bahwa KPK melakukan interogasi terhadap Irman tanpa didampingi kuasa hukum yang tidak sesuai prosedur hukum.

Selain itu, tim kuasa hukum Irman menyimpulkan bahwa OTT yang dilakukan oleh KPK adalah jebakan.

“Itu (penangkapan) adalah jebakan yang sudah direncanakan sebelumnya,” kata Maqdir.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Polisi Pastikan Kasus Rizieq Shihab Dihentikan

Metrobatam.com, Jakarta - Kepolisian Indonesia memastikan Polda Metro Jaya menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas dugaan kasus percakapan berkonten pornografi yang menyeret pimpinan...

Parkir di Pelabuhan Domestik Telaga Punggur Semrawut

Metrobatam.com, Batam - Parkir kendaraan di Pelabuhan Domestik Telaga Punggur, Kota Batam, Kepulauan Riau, terlihat semrawut pada H+2 Idul Fitri 1439 Hijriah, Minggu. Parkir di...

Hasil Lengkap dan Klasemen Piala Dunia 2018

Metrobatam.com, Rusia - Piala Dunia 2018 telah berlangsung selama empat hari dan sebanyak enam dari delapan grup telah memainkan pertandingan pertama, sejak dibuka pada...

Libur Lebaran, Warga Karimun Padati Pantai Pelawan

Metrobatam.com, Karimun - Pantai Pelawan di Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, dipadati pengunjung yang menghabiskan masa liburan pada hari ketiga Idul Fitri...

Pada H+2, Jalur Mudik Sumbar – Riau Macet Total

Metrobatam.com, Payakumbuh - Ratusan Ribu kendaraan pribadi terjebak macet di sepanjang jalur mudik Sumatera Barat - Riau tepatnya jalan yang menghubungkan Bukittinggi hingga Payakumbuh...

Polisi Tembak Mati Pembunuh dan Perampok Supir Taksi Online

Metrobatam.com, Palembang - Tim Reserse Kejahatan dan Kekerasan Polda Sumatera Selatan menembak mati satu dari tiga pembunuh dan perampok sopir taksi daring (Online) Grab...

Kroasia Kalahkan Nigeria 2-0 di Piala Dunia 2018

Metrobtam.com, Rusia - Pertandingan kedua di Grup D Piala Dunia 2018 antara Kroasia dan Nigeria berlangsung di Stadion Kaliningrad, Minggu (17/6) dini hari WIB. Nigeria dan Kroasia...

Rusuh, Papua Nugini Berlakukan Status Keadaan Darurat

Metrobatam.com, Sydney - Papua Nugini mengumumkan keadaan darurat, membekukan pemerintah provinsi dan mengirim pasukan ke dataran tinggi berbatu untuk memulihkan ketertiban setelah perusuh terus...

Cara Cek Ban Mobil Layak Pakai atau Tidak

Metrobatam.com, (MB) - Memasuki musim mudik Lebaran, segala persiapan harus dilakukan. Terlebih, bagi yang membawa mobil pribadi. Salah satu yang harus diperhatikan adalah kondisi...

Waspada, Usai Ramadhan Penyakit Ini Sering Datang

Metrobatam.com, ( MB) - Puasa memang memberikan banyak manfaat terhadap tubuh, baik dari segi kesehatan fisik maupun mental. Tapi setelah puasa selesai kadang kita...

Jorge Lorenzo Start Terdepan di MotoGP Katalunya

Metrobatam.com, Catalunya - Pebalap Spanyol Jorge Lorenzo mencatatkan hasil posisif bersama Ducati setelah mengamankan posisi start terdepan dengan mengungguli kompatriot dan calon rekan setimnya...

6 Orang WN Vietnam Tahanan Kejari Natuna Melarikan Diri

Metrobatam.com, Natuna - Enam nelayan pelaku ilegal fishing Warga Negara Asing ( WNA) Vietnam yang menjadi tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna, melarikan diri selesai...
BAGIKAN