Terungkap! Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq Tempati Sel Mewah

    Metrobatam, Jakarta – Kisah sel mewah di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung, Jawa Barat tak juga berakhir. Pada Sabtu dini hari pekan lalu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan terhadap Kepala Lapas Sukamiskin, Wahid Husen.

    Wahid yang baru menjabat 4 bulan itu diduga melakukan jual beli sel tahanan kepada narapidana. Selain Wahid, KPK juga melakukan menangkap staf Wahid Husen, Hendry Saputra, suami Inneke, Fahmi Darmawansyah napi korupsi dan Andi Rahmat narapidana kasus pidana umum/tahanan pendamping Fahmi.

    Dua malam setelah KPK melakukan OTT, hari Minggu kemarin Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami melakukan inspeksi mendadak. Hasilnya masih ditemukan sejumlah tahanan yang menempati sel mewah.

    Salah satunya sel tahanan Luthfi Hasan Ishaaq, terpidana 18 tahun penjara dalam kasus korupsi impor daging sapi. Di kamarnya terdapat sejumlah alat olah raga, seperti sepeda statis. Ada juga microwave, sejumlah perlengkapan memasak dan steamer baju.

    Kamar mandinya tak kalah mewah dengan jet shower dan closet duduk. Saat tim dari Dirjen PAS mengunjungi selnya, Luthfi Hasan tampak mengenakan kaus abu-abu dan celana putih.

    “Bagaimana situasi dan keadaan Pak?” tanya Najwa Shihab yang ikut dalam Sidak Dirjen PAS.

    “Baik-baik,” jawab Luthfi.

    Luthfi Hasan Ishaaq, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera itu divonis bersalah dalam kasus korupsi impor daging sapi. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis 16 tahun penjara kepada Luthfi. Dia dinyatakan terbukti menerima suap Rp 1,3 miliar dari Rp 40 miliar yang dijanjikan Direktur PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman.

    Mahkamah Agung memperberat hukuman Luthfi dari 16 tahun menjadi 18 tahun. MA juga mencabut hak politik Luthfi untuk dipilih dalam jabatan publik. Selain itu Luthfi juga harus membayar denda Rp 1 miliar subsider kurungan 6 bulan.

    Selengkapnya soal sel mewah Luhtfi Hasan Ishaaq akan tayang di Mata Najwa pada Rabu 25 Juli 2018 pukul 20.00 WIB di Trans7.

    Copot Lima Kalapas Sukamiskin

    Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husein yang ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan orang kesekian yang menjadi “tumbal” di lapas khusus narapidana kasus korupsi itu. Baru empat bulan menjabat, Wahid harus meninggalkan posisinya sebagai orang nomor satu di Lapas Sukamiskin.

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengaku selama menjabat sebagai menteri telah memecat lima Kepala Lapas Sukamiskin dengan ragam penyebab.

    Paling anyar, Kalapas Sukamiskin Wahid Husein yang baru empat bulan menjabat harus melepas posisinya karena terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi.

    “Selama jadi menteri ini kali kelima saya harus mengganti Kalapas Sukamiskin,” ujar Yasonna di Kemenkumhan, Jakarta Selatan, Senin (23/7).

    Nama pertama yang menjadi keganasan ‘godaan’ Lapas Sukamiskin adalah Marselina Budhiningsih. Marselina dicopot pada September 2015 karena terkuaknya foto Gayus Tambunan yang sedang di luar penjara.

    Pengganti Marselina adalah Edi Kurniadi. Pada era Edi, sempat ada masalah yang timbul akibat foto Gayus yang lagi-lagi kedapatan sedang di luar penjara. Tak ada sanksi untuk Edi saat itu sampai ia akhirnya digantikan oleh Surung Pasaribu pada Maret 2016.

    Tak banyak kabar dari Lapas Sukamiskin di kepemimpinan Surung ini. Namun Yasonna mengindikasikan Surung diberhentikan karena suatu kasus.

    “Karena kita sudah dengar peristiwa-peristiwa sebelum sampai ke publik, kita nonjob-kan, kita ganti,” kenang Yasonna.

    Lalu pada Oktober 2016 Kalapas Sukamiskin berganti lagi. Kali ini Dedi Handoko ditunjuk oleh Menkumham mengisi posisi tersebut.

    Pada era Dedi ini muncul kabar tak sedap lagi. Pada Februari 2017, majalah Tempo menyebut napi di sana bebas keluar masuk penjara. Selang setahun kemudian, Dedi masuk dalam perombakan pegawai Kemenkumham tingkat eselon II.

    Setelah Dedi, nama Wahid Husein mengisi kursi Kalapas Sukamiskin. Yasonna melantik Wahid pada Maret kemarin. Dan seperti diketahui Wahid kini ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka dalam kasus suap di Lapas Sukamiskin.

    Pada kasus teranyar itu, Yasonna tak hanya mencopot Wahid sebagai Kalapas Sukamiskin tapi juga dua pejabat di dua level di atasnya yakni Kepala Kantor Wilayah Jawa Barat Indro Purwoko dan Kepala Divisi Permasyarakatan Jawa Barat Alfisah.

    Yasonna mengaku stress akan kasus terbaru ini. Ia menilai kasus ini sudah keterlaluan dan berjanji membenahi lapas dan rutan di seluruh Indonesia.

    “Saya sudah beritahu ke jajaran hati-hati, ini momen kita untuk bersih-bersih. Jangan seperti keledai lagi,” ucapnya. (mb/detik/cnn indonesia)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Grand Opening Warung’e Lara dengan Menu Sajian yang Enak

    Metrobatam.com, Batam, Warung'e Lara, demikian nama rumah makan di Jalan Gatot Subroto Sidoarjo, Desa Larangan RT1, RW1, Candi Sidoarjo Jawa Timur, yang mulai beroperasi, Minggu (19/8/2018). Tempat...

    Lebih Nyaman dan Aman, Capella Dinamik Nusantara Launching Honda CB150R StreetFire dan CBR250RR

    Metrobatam.com, Batam - PT Capella Dinamik Nusantara kembali Launching Honda CB 150R StreetFire dan CBR 250 RR Minggu, ditempat di Auditorium Mega Mall Batam...

    Jokowi Kalungkan Medali Emas untuk Lifter Eko Yuli

    Metrobatam, Jakarta - Lifter Eko Uli Irawan berhasil meraih emas dalam cabang olahraga angkat besi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyaksikan pertandingan itu menyerahkan...

    Timses Jokowi Disebut Ber-IQ 80, Golkar Peringatkan Mardani

    Metrobatam, Jakarta - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyebut timses Joko Widodo-Ma'ruf Amin ber-IQ 80 secara komunal. Partai Golkar mengingatkan Mardani untuk diam...

    Ini Isi Lengkap Fatwa MUI Soal Vaksin MR yang Kontroversial

    Metrobatam, Jakarta - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia telah menetapkan vaksin Measles Rubella (MR) mengandung babi dalam proses produksinya. Namun tetap memperbolehkan penggunaan vaksin...

    Susi Musnahkan 125 Kapal Maling Ikan, 40 Ditenggelamkan di Natuna

    Metrobatam, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menenggelamkan kapal maling ikan sebagai kado HUT ke-73 kemerdekaan Indonesia. Menurut catatan Susi kapal maling...

    LSI Denny JA: Jokowi-Ma’ruf 52,2%, Prabowo-Sandi 29,5%

    Metrobatam, Jakarta - Pascapendaftaran Pilpres 2019 periode awal Agustus 2018, Lingkaran Survei Indonesia menggelar survei elektabilitas dua pasangan calon. Siapa unggul? Survei digelar pada 12...

    KPK Sita Mobil Camry dari Apartemen Staf Ahli Anggota F-PAN Sukiman

    Metrobatam, Jakarta - Anggota DPR dari Fraksi PAN Sukiman memenuhi panggilan KPK sebagai saksi kasus suap perimbangan dana RAPBN-P 2018. Pemanggilan ini yang kedua...

    Dituduh Curi Uang Rp1,5 Juta, Eks Majikan Aniaya dan Gunduli Magfiroh

    Metrobatam, Bogor - Polisi meyelidiki kasus penganiayaan dan penggulan terhadap Magfiroh (28) oleh eks majikannya, EA. Polisi melayangkan panggilan terhadap EA untuk diperiksa terkait...

    Anggota Majelis Syuro PKS: Enak Aja Anies Jadi Kader Gerindra!

    Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Prabowo Soenirman mengatakan posisi Wagub DKI akan menjadi milik PKS jika Anies Baswedan bergabung ke...

    Mobil Ketua Panwaslu Dibakar OTK

    Metrobatam, Kolaka - Mobil pribadi milik Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Juhardin diduga dibakar oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Minggu...

    Ridwan Kamil Ditabrak Pengemudi Motor yang Hindari Razia

    Metrobatam, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil ditabrak seorang pengemudi motor saat berangkat kerja. Pria yang karib disapa Emil itu ditabrak bikers yang...
    BAGIKAN