Metrobatam, Jakarta – Tim Gabungan Pencari Fakta penanganan kasus teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan menyatakan pembentukan tim tak ada kaitannya dengan agenda debat calon presiden pada 17 Januari mendatang.

Hal itu menanggapi pernyataan Tim Advokasi kasus Novel yang menduga TGPF dibentuk Polri untuk kepentingan Jokowi menghadapi debat capres. Salah satu anggota TGPF Poengky Indarti menilai pernyataan tersebut hanya asumsi subyektif yang tidak berdasar dan tidak benar sama sekali.

“Tim (Advokasi) seharusnya melihat secara obyektif bahwa Polri melaksanakan rekomendasi Komnas HAM yang diberikan pada akhir Desember lalu. Sama sekali tidak ada kaitan dengan debat capres,” kata Poengky kepada CNNIndonesia.com, Senin (14/1).

Pada akhir Desember 2018, Komnas HAM memberikan laporan disertai rekomendasi kepada Polri. Kemudian, Polri menindaklanjuti rekomendasi Komnas HAM dengan membentuk TGPF pada awal Januari lalu.

Selaku Komisioner Kompolnas, Poengky mengatakan selama ini pihaknya juga mengawasi proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Polri. Kompolnas pun mengapresiasi langkah Polri membentuk TGPF.

“Memang ada hambatan-hambatan dalam penyelesaian kasus tersebut sehingga kasus belum terungkap. Menjadi tugas Polri untuk dapat memecahkan hambatan-hambatan tersebut,” kata Poengky.

Menurutnya, kasus teror air keras yang dialami Novel adalah murni tindak pidana, bukan persoalan politik. Poengky pun merasa aneh dengan dugaan Tim Advokasi yang dianggap tak berdasar.

Poengky berharap semua pihak ikut mendukung dan membantu kerja TGPF agar kasus Novel ini bisa terungkap. Dia optimistis kasus ini dapat diungkap. “Tim akan bekerja secara profesional dan mandiri,” kata Poengky.

Dia membantah bahwa tidak ada nama-nama baru dalam pembentukan TGPF. Menurutnya, Komnas HAM merekomendasikan kepada Polri untuk membentuk TGPF yang anggotanya terdiri dari Polri, KPK, tim pakar, tokoh masyarakat.

“Tim TGPF yang dibentuk Polri kan sudah memenuhi unsur-unsur yang direkomendasikan Komnas HAM,” katanya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah menerbitkan surat tugas untuk membentuk TGPF. Kapolda Metro Jaya Irjen Irjen Pol Idham Azis ditunjuk sebagai ketua tim. Sementara penanggung jawab tim adalah Tito sendiri.

Setidaknya ada 65 nama yang masuk ke tim gabungan tersebut. Dilibatkan pula dalam tim itu anggota Densus 88 Antiteror Polri serta tim dari KPK.

Beberapa pakar yang masuk tim adalah mantan wakil ketua KPK Indriyanto Seno Adji, peneliti utama LIPI Hermawan Sulistyo, Ketua Setara Institute Hendardi, Komisioner Kompolnas Poengky Indarti.

Selain itu ada mantan Komisioner Komnas Ham Nur Kholis dan eks ketua Komnas HAM yang kini dikenal sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ifdhal Kasim.

Debat perdana capres-cawapres akan membahas empat hal, yakni terkait hukum, hak asasi manusia, korupsi, dan terorisme. Meski demikian, pada debat tersebut tidak akan membahas kasus, termasuk pelanggaran HAM.

Kedua kubu capres, baik Jokowi maupun Prabowo dinilai memiliki kekurangan masing-masing terkait pelanggaran HAM. Jokowi dianggap belum bisa menyelesaikan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan yang terjadi pada 11 April 2017.

Sementara Prabowo diduga terlibat dalam kasus pelanggaran HAM masa lalu 1998 ketika beberapa aktivis diculik dan hilang.

Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga menjadi capres nomor urut 01 menegaskan tim tersebut bukan atas rekomendasi dirinya. Menurutnya, TGPF kasus Novel itu merupakan rekomendasi dari Komnas HAM. Rekomendasi itu keluar pada medio Desember 2018.

“Itu rekomendasi itu bukan dari kita lho, itu rekomendasi dari Komnas HAM yang keluar seingat saya di pertengahan Desember, 21 Desember sudah keluar rekomendasi Komnas HAM itu,” kata Jokowi saat ditemui di Gedung BKPM, Jakarta, Senin (14/1).

Dia mengatakan rekomendasi itu ditujukan kepada Polri agar segera membentuk TGPF atas kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

“Itu rekomendasi dari Komnas HAM. Hati-hati, rekomendasi dari Komnas HAM kepada Polri agar dibentuk tim investigasi atau tim gabungan agar masalah itu selesai yang terdiri dari KPK, Polri dan para pakar,” katanya.

Jokowi menambahkan, perannya saat ini adalah mengawasi agar kasus itu bisa segera selesai. Dia juga mengatakan akan mengejar terus pihak yang menyelidiki kasus ini biar bisa tuntas.

“Kalau saya, urusan saya mengawasi, memonitor, agar masalah ini segera selesai. Ini kan memang setiap kasus mesti kan harus ada bukti-bukti awal yang komplit, saya itu bagian ngejar-ngejar saja, bagian mengawasi sama ngejar-ngejar,” katanya.

Dia juga menegaskan, kasus Novel ini harus segera selesai. “Harus selesai, cepat selesai, itu aja tugas saya,” katanya. (mb/cnn indonesia/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Bareskrim Sita 30 Kg Sabu, Polda Sumut Amankan 55 Kg

Metrobatam, Jakarta - Bareskrim Polri mengungkap penyelundupan sabu seberat 30 kilogram dari Malaysia dengan modus pengiriman paket lampu downlight. Sementara, Polda Sumatera Utara menyita...

Jokowi soal Jalan 191.000 Km: Tak Percaya, Ukur Sendiri

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan pembangunan jalan desa telah mencapai 191 ribu kilometer (km) terhitung hingga akhir tahun 2018. Pembangunan...

Pensiunan TNI AL Dibunuh saat Menagih Utang

Metrobatam, Tanjungpinang - Isak tangis mewarnai penyerahan jasad Arnold Tambunan (60), pensiunan TNI Angkatan Laut (AL) yang dibunuh saat menagih utang. Polres Tanjungpinang menyerahkan...

Fokus ke Ibu Ani, SBY Disebut Tak Tanggapi Debat Capres

Metrobatam, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Andi Arief mengatakan bahwa Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak bicara banyak mengenai debat...

Kawanan Gajah Masuki Pemukiman Warga Pekanbaru, Petugas Bunyikan Petasan

Metrobatam, Pekanbaru - Kawanan Gajah Sumatera (Elephas maximus Sumatranus) kembali memasuki pemukiman di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau. Gajah-gajah tersebut memakan hasil pertanian milik warga. Kepala...

Terungkap! Sejarah Prabowo Kuasai Lahan 120 Ribu Hektare di Aceh

Metrobatam, Aceh - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, Syahrial, mengatakan PT Tusam Hutani Lestari diambil alih Prabowo Subianto pada saat Indonesia dalam...

PSSI Akan Gelar KLB, Ini 5 Kandidat Ketum yang Ramai Dibicarakan

Metrobatam, Jakarta - PSSI akan mengadakan Kongres Luar Biasa yang nantinya berujung pada pemilihan ketua umum yang baru. Lalu, siapa saja calon PSSI-1 yang...

Diduga Cinta Segitiga, Siti Aniaya Tetangga hingga Babak Belur

Metrobatam, Kotawaringin - Nahas dialami Nila Wati (43), warga Jalan Trans Kotawaringin Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng. Nila...

Kritik JK Soal MRT Jakarta: Kita Terlambat Bangun

Metrobatam, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) terlambat. Mestinya, kata dia, moda transportasi itu dibangun pada dekade 1990-an. Hal...

4 Pembangkit PLN Pakai 100% Minyak Sawit Tahun Ini

Metrobatam, Jakarta - PT PLN (Persero) akan mengganti sumber energi untuk empat pembangkit listriknya dengan 100% minyak sawit (crude palm oil/CPO). Keempat pembangkit listrik...

10 Hoax Kesehatan yang Sering Beredar di Whatsapp dan Facebook

Metrobatam, Jakarta - Whatsapp dan Facebook sering jadi aplikasi yang digunakan orang-orang untuk bertukar informasi. Di dalamnya sering juga muncul hoax-hoax kesehatan. Bagaimana cara supaya...

Jokowi Tanggapi Pencalonan Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Metrobatam, Jakarta - Indonesia resmi mencalonkan diri menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, surat pengajuan tersebut sudah dikirimkan kepada Presiden...