Metrobatam, Jakarta – Ketua Umum PPP Romahurmuziy menilai bahwa sosok Maruf Amin cocok mendampingi Jokowi untuk menangkal isu ujaran kebencian dan isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) yang kerap kali dilontarkan oleh pihak yang tak bertanggung jawab.

“Kami partai pimpinan parpol berdiskusi mencari figur dan di sisi lain meredam kebencian,” politisi yang akrab disapa Rommy itu di Restoran Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8).

Rommy mengatakan bahwa isu-isu ujaran kebencian dan SARA marak terjadi usai perhelatan Pilpres 2014 dan Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Hal itu, kata Romy, lantas berdampak pada perpecahan ditengah masyarakat yang saling membenci satu sama lain. Melihat itu, Romy mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Jokowi untuk mencari sosok pendamping yang memiliki simbol religiusitas bagi masyarakat.

“Keterbelahan masyarakat kita sejak pemilu 2014 hingga Pilkada DKI masih seputar SARA sehingga kita berdiskusi bersama presiden mencari figur yang melambangkan religiusitaa,” ujarnya.

Romi juga mengatakan bahwa pasangan Jokowi – Maruf Amin merupakan pasangan ideal yang mencerminkan perpaduan nasionalis-religius khas Indonesia.

Romy juga menegaskan bahwa pertimbangan mantan Walikota Solo dalam memilih Maruf bukan karena dilihat latar belakangnya dari kalangan Nahdhatul Ulama.

Sebab, Jokowi sendiri telah meminta pertimbangan dari 13 ormas Islam lainnya sebelum menjatuhkan pilihan pada Maruf.

“Saya kira pilihan ke Maruf tak hanya karena faktor NU, tapi ada 13 ormas lain turut didengarkan presiden. Karena kita ingin kontestasi Pilpres 2019 memakan waktu 7 bulan harus diiringi kedamaian karena dari sekian banyak sosok hanya Maruf Amin,” kata dia.

Selain itu, Romy juga mengatakan bahwa kapasitas Maruf sebagai cawapres tak perlu diragukan. Sebab, Maruf snediri memiliki segudang pengalaman di berbagai bidang organisasi yang pernah dipimpinnya.

Tak hanya itu, Romy mengatakan bahwa Maruf memiliki tingkat pemahaman ilmu ekonomi yang sangat baik dan tak kalah baik dengan sosok ekonom lainnya. Ia menyebut bahwa keahlian dibidang ekonomi sangat penting untuk membangun kesejahteraan masyarakat kedepannya.

“Maruf amin pernah jadi anggota fraksi PPP, anggota fraksi PKB, Wantimpres dan juga ketua MUI. Beliau juga adalah seseorang yang sangat paham dengan ekonomi. Beliau juga Ketua Dewan Pengawas Ekonomi Syariah Nasional,” pungkasnya.

Sementara Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku terkejut Joko Widodo memilih Ketua MUI Maruf Amin sebagai bakal calon wakil presiden di Pilpres 2019.

Sebab, ia semula menduga Jokowi bakal menunjuk mantan Ketua MK Mahfud MD sebagai bakal cawapres. “Awalnya saya mengira juga Pak Mahfud kemudian tadi terpilih Kyai Ma’ruf Amin,” ujar Cak Imin.

Ia mengaku baru diberi tahu Jokowi saat tiba dalam pertemun antara Jokowi dengan ketum parpol koalisi. Sebelum Jokowi menyebut nama Maruf, ia masih yakin Mahfud menjadi cawapres.

Sebab, ia berkata nama Mahfud paling santer dibahas dalam pertemuan para ketum dengan Jokowi beberapa waktu lalu di Bogor, Jabar.

Bahkan, ia juga sempat bertemu dengan Mahfud di Istana Negara. Dalam pertemuannya itu, ia mengaku sempat menyampaikan dukungan kapada Mahfud dalam kapasitasnya sebagai sesama calon bakal cawapres Jokowi.

“Ini kejutan, benar-benar kejutan buat saya karena baru tadi saya diberitahu,” ujar Cak Imin di Restoran Plataran, Jakarta.

Meski terkejut, Cak Imin mengaku tidak mempermasalahkan Jokowi memilih Maruf. Sebab Maruf merupakan sosok yang dekat dengan PKB karena pernah menjabat sebagai mantan Ketua Dewan Syuro PKB tahun 2000.

Lebih dari itu, Cak Imin mengatakan terpilihnya Cak Imin tidak mendapat perdebatan. Ia menyebut semua parpol langsung setuju ketika Jokowi menyodorkan nama Maruf. “Alhamdulillah langsung disepakati oleh semua Ketum Parpol,” ujarnya.

Tidak Bebani Partai Koalisi

Di tempat yang sama Golkar menyatakan tidak terbebani dengan keputusan Joko Widodo yang memilih Ketua MUI Maruf Amin sebagai calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2019. Ketum Golkar Airlangga Hartarto mengatakan partainya menghormati keputusan Jokowi tersebut.

“Keputusan ini tentu tidak membebani partai (Golkar),” ujar Airlangga.

Airlangga membantah keputusan Jokowi merupakan dampak dari tekanan yang dilakukan oleh PKB. Beberapa hari sebelum keputusan, PBNU mendesak Jokowi memilih Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Ma’ruf Amin yang juga menjabat sebagai Rais Amm PBNU sebagai cawapres.

Airlangga hanya mengatakan keputusan Jokowi merupakan keputusan yang dihasilkan melalui kesepakatan bersama mitra koalisi. “Tidak (ada tekanan dari PKB),” ujarnya.

Lebih lanjut, Airlangga tidak mengelak Ma’ruf sudah sejak lama masuk dalam radar cawapres untuk Jokowi. Namun, peluang Ma’ruf sempat turun karena dinamika politik jelang pendaftaran.

“Tentunya adanya kesepakatan itu sifatnya dinamis. Dan tadi Ketum parpol dan Pak Presiden sudah memutuskan dan kami tinggal menerima saja,” ujar Airlangga.

Sedangkan Relawan menyambut baik keputusan Joko Widodo memilih Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden untuk mendampinginya di pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

Ketua Relawan Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi berharap sebagai ulama Ma’ruf dapat menjadi teladan dan contoh bagi masyarakat. Selain itu, Budi juga berharap agar Ma’ruf dapat merangkul seluruh golongan masyarakat, baik dari sisi agama, etnis dan suku untuk membangun Indonesia lebih maju.

“Ma’ruf Amin agamis jadi kami harap semuanya, agamanya, sukunya bisa dirangkul, saya yakin dia pasti bisa,” kata Budi.

Ratusan relawan pendukung Jokowi langsung membubarkan diri dari Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat usai Jokowi mendeklarasikan Ketua MUI Maruf Amien sebagai cawapresnya.

Ratusan relawan Jokowi dari Projo, Barabaja dan kelompok lainnya telah berkumpul di Tugu Proklamasi sejak Kamis (9/8) sore. Wakil Ketua Relawan Barabaja DKI Jakarta, Eko Suwarno mengatakan pihaknya tetap mendukung Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi

Sedangkan Mahfud Md mengaku menerima keputusan Jokowi ini. “Menurut saya, biasa dalam politik. Itu tidak apa-apa, kita harus lebih utamakan keselamatan negara ini daripada sekadar nama Mahfud atau Ma’ruf Amin,” jelas Mahfud.

Mahfud menegaskan keputusan Jokowi ini tidak melawan aturan. Dia mendukung keputusan Jokowi ini. “Kita terima ini sebagai keputusan. Proses sudah konstitusional. Kita dukung, negara ini harus terus berjalan,” ujarnya. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

DPRD Batam Gelar Rapat Paripurna Ranperda Penataan dan Pelestarian Kampung Tua

Metrobatam.com, Batam - Harmidi Umar Husen, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Batam yang juga sebagai Pengusul Ranperda Penataan dan Pelestarian Kampung Tua. Ia...

Ditresnarkoba Polda Kepri Musnahkan 205,2 Gram Sabu

Metrobatam.com, Batam - Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri memusnahkan barang bukti jenis sabu seberat 205,2 gram. Pemusnahan barang bukti tersebut dipimpin Kasubdit II Dit...

Sekda Kota Batam Jefridin : Gunakan Medsos untuk Promosikan Batam

Metrobatam.com, Batam - Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin berpesan kepada pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Batam untuk bijak gunakan media sosial. Ia berharap sarana...

KPK Rekomendasikan Percepatan Perubahan Status Kota Batam

Metrobatam.com, Batam - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan rekomendasi untuk mempercepat perubahan status free trade zone (FTZ) Kota Batam. Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad...

PBNU Sebut Kelompok Penggempur NU Sudah Merambah Musala

Metrobatam, Jakarta - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud menduga kelompok yang kerap memojokkan dan menggempur NU dari segi ibadah serta keyakinan...

Diterjang Banjir Bandang, Akses 4 Desa di Merangin Jambi Putus

Metrobatam, Merangin - Banjir Bandang kembali melanda Kabupaten Merangin, Jambi. Kali ini banjir bandang menerjang Kecamatan Jangkat, pada Senin 18 Maret 2019 malam. Akibat banjir...

DPRD Batam Setuju Revisi Perda Kenaikan PPJU

Metrobatam.com, Batam - Kenaikan tarif Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pajak Daerah dinilai harus segera...

Polisi Tangkap Pembajak yang Bawa Mobil Tangki Pertamina ke Istana!

Metrobatam, Jakarta - Polisi telah menangkap pelaku pembajakan mobil tangki Pertamina yang dibawa dari Ancol ke depan Istana, Jakarta Pusat. Rencananya, polisi merilis kasus...

Perangkat Desa Akan Beri Jokowi Gelar Bapak Pembangunan Desa

Metrobatam, Jakarta - Badan Koordinasi Nasional Pembangunan, Pemerintahan, Pemberdayaan dan Kemasyarakatan Desa (Bakornas P3KD) bakal memberikan penghargaan berupa gelar 'Bapak Pembangunan Desa' kepada Presiden...

Sri Mulyani: Masa Kita Pakai UU Zaman Hindia Belanda?

Metrobatam, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) bergerak cepat dalam memperbaharui aturan tentang lelang lewat rancangan undang-undang...

BPN Sindir ‘Romahurmuziy Dijebak Jabatan Politik’, KPK: Itu Debatable

Metrobatam, Jakarta - KPK menanggapi penyataan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno yang menyebut eks Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) dijebak jabatan politik dalam kasus...

Nagita Slavina Tertawa saat Raffi Ahmad Ajak Salat, Lho Kok?

Metrobatam, Jakarta - Raffi Ahmad kini mengikuti jejak Irwansyah hingga Teuku Wisnu untuk hijrah. Beberapa waktu lalu, Raffi, menggelar kajian dengan mengundang teman-temannya tersebut...