Tiga Menteri Urang Awak “Dipecat” Jokowi, Tokoh Minang Tersinggung

5990

Metrobatam.com – Pemberhentian Archandra Tahar sebagai Menteri ESDM oleh Presiden Jokowi membuat sejumlah tokoh Minang kecewa dan tersinggung dengan kebijakan tersebut. Pasalnya, Archandra merupakan orang Minang ketiga di Kabinet Kerja pemerintahan Presiden Jokowi yang diberhentikan ditengah jalan. Sebelumnya Presiden Jokowi telah memberhentikan dan mengganti Adrianof Chaniago sebagai Kepala Bapenas dan Rizal Ramli sebagai Menko Maritim.

Kekecewaan tersebut mengemuka saat pertemuan dan diskusi sejumlah tokoh Minang di Jakarta menyikapi pemberhentian Archandra Tahar sebagai Menteri ESDM usai Sholat di Masjid Al Azhar Jakarta. Hadir diantaranya Mantan Menteri Perindustrian Perdagangan Fahmi Idris, Firdaus, Saudagar Minang, Romeo Rissal, mantan Ketua Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Amerika dan sejumlah tokoh lainnya.

Begitu juga komentar dari tokoh Minang yang duduk di legislatif Fadli Zon, Wakil Ketua DPR. Dia menilai Presiden Joko Widodo ceroboh dan tidak cermat dalam merekrut menterinya. Seharusnya, kata Fadli, pencopotan ini tidak perlu terjadi apabila rekrutmen terhadap menteri dilakukan secara teliti. Perekrutan diminta mencermati latar belakang pendidikan dan status kewarganegaraan, sehingga Arcandra tidak menjadi korban karena kecerobohan Presiden tersebut. Padahal Saudara Arcandra ini kan putra Indonesia yang berada di luar negeri yang mempuyai keahlian yang dibutuhkan.

Komentar senada juga dilontarkan tokoh muda Minangkabau, Andre Rosiade di Jakarta. Menurutnya, sebagai orang Minangkabau, dia sangat kecewa dengan perlakuan Presiden Jokowi terhadap Archandra Tahar. Andre mengatakan, komitmen Arcandra yang putra Minang sejak awal seharusnya tidak perlu diragukan. Dengan kemampuan luar biasa, Archandra meninggalkan segala yang diraihnya ketika dipanggil Presiden Jokowi sebagai menteri ESDM. Akan tetapi, setelah beberapa hari menjabat Archandra justru dikorbankan.

“Bagi kami orang Minangkabau, mau berpaspor manapun, orang Minang tetap orang Minang. Identitas Minangkabau tidak dibatasi dengan anda memegang paspor apa. Akan tetapi anda leluhur dan suku apa. bagi kami, Archandra tetap putra Minangkabau apapun parpornya,” tegas Andre

Sementara itu, dari Safari Ramadhan, Tokoh Muda Minangkabau di Batam, Kepulauan Riau mengatakan kesahalahan pemerintah Indonesia bukan pertama ini saja terjadi. Sebelumnya seorang anak muda jenius asal Minang juga pernah kecewa ketika dipanggil dan balik ke Tanah Air untuk mengabdikan ilmunya, yakni Ricky Elson, pencipta mobil listrik 100% buatan Indonesia. Dia memutuskan kembali ke Indonesia karena di Panggilan oleh Menteri BUMN, waktu itu Dahlan Iskan untuk mengembangkan mobil listrik di Tanah Air.

Ricky sudah hidup enak di Jepang. Gaji besar dan karirnya melejit. Bahkan Ricky tercatat telah menemukan banyak inovasi kelas dunia. Selama bekerja di Jepang dia berhasil mematenkan 14 penemuan di lembaga paten di Jepang, terutama di bidang motor listrik. Namun tidak didukung oleh kebijakan pemerintah sehingga dia dipanggil kembali oleh perusahaannya ke Jepang.

“Tidak bisa dipungkiri orang Minang berperan dan memberi kontribusi yang besar terhadap terbentuknya republik ini. Orang Minang memiliki SDM berkelas nasional maupun Internasional. Keturunan Minang pernah menjadi Perdana Menteri di Singapura, menjadi menteri di Malaysia dan banyak lagi yang menjadi jadi pengusaha sukses di negeri orang,”ujar Safari yang juga anggota DPRD Kota Batam ini.

Dia berharap, pemeritahan Jokowi untuk tidak mengalami kesalahan-kesalahan yang sama sehingga mengorbankan karir dan nama baik orang-orang Minang yang memiliki kompetensi keilmuan yang mumpuni.

Simpati meluas terhadap Archandra dan kekecewaan terhadap kebijakan Presiden Jokowi menjadi headline disemua koran-koran dan media online di Sumatera Barat. Media massa yang jauh dari sumbu kekuasaan tampil dengan headline yang menyesali kebijakan pemerintah sejak dua hari belakangan ini. Lebih dahsyat lagi di media sosial. Group medsos di Sumatera Barat dan perantau Minang membully kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi yang memang tidak populer di Sumatera Barat.

Menanggapi hal tersebut, Arcandra seperti dikutip di WA Minang Mimbau mengucapkan permemohon maaf pada urang awak karena sudah direpotkan. KOmentar itu malah mengudang simpati yang luas pada lelaki anak Haji Tahar itu. “Sampai saat ini sudah tiga anak Minang kena dongkak oleh Jokowi. Pertama Adrianof Chaniago kedua Rizal Ramli dan terakhir Candra. Candra nak rang Piaman ini hanya menjadi menteri selama ayam mengeram. Disuruh pulang diangkat jadi menteri lalu diberhentikan,”demikian salah satu isinya.

Begitu juga ketika memberikan kultum di Masjid Al Azhar. Arcandra Tahar juga menyampaikan memohon maaf kepada semua pihak saat memberi kultum seusai Salat Zuhur di Masjid Al Azhar, Jakarta, Selasa (16/8). Banyak sekali tokoh-tokoh Minang yang hadir yang memberi simpati dan dukungan terhadapnya. Candra dalam kultumnya memberikan tausyiah yang sejuk. Ia meminta maaf karena sudah merepotkan banyak orang. Padahal tak ada niatnya untuk itu.

Usai kultum, Candra, bagitu ia disapa meneruskan diskusinya dengan Fahmi Idris dan Firdaus HB. Urang awak berdatangan ke masjid yang penah dibina Buya Hamka itu. (edj)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

BMKG : Gempa Jabar akibat tumbukan Lempeng Indo Australia-Eurasia

Metrobatam.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengatakan gempa bumi dengan magnitudo 7,3 pada Jumat (15/12) pukul 23.47 WIB disebabkan aktivitas zona subduksi...

Bupati Bintan Serahkan Bantuan Kapal dan Asuransi Nelayan

Metrobatam.com, Batam - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos didampingi Wakil Bupati Bintan Drs Dalmasri Syam, Sekda Kabupaten Bintan Drs Adi Prihantara menyerahkan bantuan...

Dukun Pengganda Uang Kubur 2 Korbannya, 1 Dikubur Dalam Keadaan Masih Hidup

Metrobatam, Batang - Seorang pria di Batang, Jawa Tengah yang mengaku bisa menggandakan uang mengubur dua korbannya. Salah seorang korban terungkap dikubur dalam keadaan...

Dubes Saudi Harapkan Moratorium Pengiriman TKI Dicabut

Metrobatam, Jakarta - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al-Shuaibi mengharapkan moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berlaku sejak...

Biadab, Pembunuh Sadis Ini Masih Perkosa Korbannya yang Sudah Mati

Metrobatam, Serang - Empat pelaku pembunuhan sadis di Serang ditangkap polisi. Jejak mereka terungkap usai jenazah korban, S, ditemukan warga di Sungai Cibongor, Cikeusal...

Soal Kumpul Kebo Tak Bisa Dipidana, Ketua MK: Despiritualisasi Hukum

Metrobatam, Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat menyatakan KUHP harus disesuaikan dengan semangat kebangsaan Indonesia. KUHP yang diimpor dari Belanda dinilai sangat...

Dedi Mulyadi: Golkar Terbuka Evaluasi Dukungan Pilkada Jabar

Metrobatam, Jakarta - Golkar tidak menutup kemungkinan menarik dukungannya terhadap Ridwan Kamil pada Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat (Pilkada Jabar) 2018. Hal itu disampaikan...

Bawa Ribuan Butir Ekstasi dan Sabu, Oknum TNI Ditangkap Polisi

Metrobatam, Jambi - Tim Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Jambi berhasil mengamankan tiga orang laki-laki yang diduga membawa ribuan butir pil ekstasi dan sabu-sabu. Informasi...

Konflik Belum Usai, PKS Ajukan Kasasi Pemecatan Fahri Hamzah

Metrobatam, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap tenang menyikapi keputusan Pengadilan Tinggi Jakarta yang menolak banding mereka terkait pemecatan terhadap Fahri Hamzah. Partai...

Partai Tommy Soeharto Tak Lolos Administrasi

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum tidak meloloskan Partai Berkarya dan Partai Garuda dalam tahapan penelitian administrasi perbaikan partai politik calon peserta pemilu tahun...

Danlantamal IV Jalin Sinergitas dengan Kapolda Kepri

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., menjalin sinergitas dengan Kepala Kepolisian...

Bea Cukai-Kepolisian Tetapkan Tersangka 50 Ribu Botol Miras Ilegal Via Batam dari Singapura

Metrobatam.com, Jakarta - Penyidik Direktorat Jenderal Bea-Cukai menetapkan tersangka dalam kasus penyelundupan 50 ribu botol minuman keras ilegal dari Singapura. Tersangka berinisial BT (43)...
BAGIKAN