Metrobatam, Jakarta – Kuasa hukum Pemprov Papua Stefanus Roy Rening membantah penganiayaan terhadap dua pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hotel Borobudur pada Sabtu (2/2) lalu. Sebaliknya, dia menyebut dugaan penganiayaan dimunculkan karena KPK gagal melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe.

Roy menyebut saat interogasi pihak Pemprov Papua tidak melakukan penganiayaan. Bahkan dari foto atau gambar yang didapatkan tidak ditemukan ada luka akibat penganiayaan atau tanda kekerasan terhadap dua pegawai KPK dimaksud.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik apalagi pipi robek, hidung patah,” kata Roy di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (11/2).

Roy menduga kabar penganiayaan sengaja dimunculkan karena pegawai KPK yang saat itu bertugas gagal melakukan OTT.

“Saya berharap KPK jangan menggeser isu kegagalan dia melakukan OTT terhadap Gubernur Papua. Dia (pegawai KPK) harus mempertanggungjawabkan ini bahwa dia melakukan OTT tapi dia gagal,” tuturnya.

Roy menuturkan indikasi bahwa pegawai KPK tersebut akan melakukan OTT terungkap dari pesan di WhatsApp grup yang ada di ponsel milik pegawai KPK bernama Gilang Wicaksono. WhatsApp grup tersebut, kata Roy, bernama bubar, yakni buruan baru.

“Di situlah tanda-tanda, indikasi kuat mereka melakukan yang namanya OTT,” ujarnya.

Roy pun meminta kepada pihak KPK untuk menjelaskan kepada publik perihal kegiatan OTT yang dilakukan di Hotel Borobudur tersebut.

“Itu permintaan saya, permintaan kami, jangan sampai KPK dipakai sebagai alat politik untuk melakukan kriminalisasi kepada pejabat-pejabat pemerintahan kita,” kata Roy.

Sebelumnya, Sekretaris Pribadi (Sespri) Gubernur Papua Lukas Enembe, Elpius Hugi dijadwalkan diperiksa oleh penyidik Direktorat Resor Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya pada hari ini.

Namun, pemeriksaan itu ditunda lantaran Elpius disebut mesti mendampangi Lukas yang baru tiba dari Surabaya.

“Kita minta ditunda untuk waktu yang tidak ditentukan karena pimpinan (Dirkrimum) tadi belum ada, makanya mempersiapkan jadwal berikutnya,” tutur Roy.

Selain itu, Roy menuturkan pihaknya berharap agar pihak kepolisian juga memeriksa seluruh saksi yang pada saat kejadian ikut mendampingi Lukas. Setidaknya ada 20 orang yang mendampingi Gubernur Papua saat rapat di Hotel Borobudur pada Sabtu (2/2) lalu.

Roy menuturkan alasan permintaan agar pemeriksaan dilakukan di Jayapura, karena para saksi merupakan para pejabat, baik anggota DPRD, Kepala Dinas, Sekda, dan lainnya.

Polda Metro Jaya sendiri menyebut telah mengantongi pelaku yang diduga melakukan penganiayaan terhadap pegawai KPK.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebut berdasarkan penyelidikan, orang yang diduga pelaku berasal dari pihak Pemprov Papua.

Rencananya, kata Argo, penyidik akan memanggil terduga pelaku tersebut untuk dimintai keterangan pada pekan ini. Tetapi, belum ada jadwal pasti kapan terduga pelaku tersebut akan dimintai keterangan.

Seperti diketahui dua orang pegawai KPK diduga dianiaya pada Sabtu (2/2), ketika mengambil foto aktivitas rapat antara Pemprov Papua dan DPRD Papua di Hotel Borobudur, Jakarta.

Pihak KPK kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya pada Minggu (3/2) lalu. Dari hasil visum yang diterima pihak kepolisian, diketahui pegawai KPK bernama Gilang Wicaksoni mendapat luka di bagian hidung.

Sehari berselang, pada Senin (4/2) pihak Pemprov Papua melaporkan balik pegawai KPK itu atas tuduhan pencemaran nama baik. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Debat Panas Jokowi Vs Prabowo, Ini Pemenangnya Menurut Netizen

Metrobatam, Jakarta - Debat pilpres kedua yang mempertemukan Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto ramai dibahas para pengguna media sosial alias netizen. Siapa lebih...

KPU Pastikan Jokowi Tak Pakai Earpiece saat Debat Capres

Metrobatam, Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan membantah tudingan yang menyebut calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menggunakan alat...

SPP SMA/SMK di Jatim Gratis mulai Juli, Ini Rinciannya

Metrobatam, Surabaya - Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyebut SPP SMA/SMK Negeri di Jatim akan gratis mulai Juli 2019. Khofifah pun merinci bagaimana penggratisan tersebut. Gubernur...

Sempat Koma, Santri Korban Pengeroyokan di Pesantren Meninggal

Metrobatam, Padang - Robby Alhalim (18) santri Pondok Pesantren Nurul Ikhlas di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, yang sempat koma setelah dikeroyok oleh temannya...

1.000 Militan ISIS Kabur dari Suriah Bawa Uang Tunai Rp 2,7 T

Damaskus - Lebih dari 1.000 militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dilaporkan kabur dari Suriah ke Irak dalam enam bulan terakhir. Militan-militan...

Flu dan Tensi Tinggi, Slamet Maarif Batal Diperiksa Polisi

Metrobatam, Jakarta - Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif batal diperiksa oleh tim penyidik Polresta Surakarta terkait dugaan pelanggaran kampanye. Slamet dijadwalkan diperiksa Senin...

Analisis: Kegagapan Prabowo dan Kesalahan di Debat 2014 yang Terulang

Metrobatam, Jakarta - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dinilai belum belajar dari kesalahannya dalam debat calon presiden lima tahun lalu. Hal itu...

Rumah Ketua DPR Dilalap Api hingga Sebagian Hangus Terbakar

Metrobatam, Jakarta - Rumah Ketua DPR Bambang Soesatyo yang terletak di Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur dilaporkan terbakar sekitar pukul 23.40 WIB, Minggu (17/2). Petugas...

RUU Permusikan Ditarik dari Prolegnas, Ketua DPR: Ada Mekanismenya

Metrobatam, Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo akhirnya angkat bicara mengenai Konferensi Meja Potlot yang meminta draft RUU Permusikan untuk ditarik dari Program...

Trump Minta Eropa Terima Ratusan Anggota ISIS yang Ditangkap di Suriah

Washington - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan negara-negara Eropa harus menerima dan mengadili lebih dari 800 anggota kelompok yang menamakan diri Negara Islam...

Erick Thohir: Indonesia Butuh Pemimpin yang Beri Arah Jelas

Metrobatam, Jakarta - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir mengatakan yang dibutuhkan bangsa ini bukan hanya pemimpin yang peduli dengan rakyat....

Diperiksa Psikiater, Pembunuh Istri dan Anak Dibawa ke RS Bhayangkara

Metrobatam, Blitar - Nardian (38), pria yang membunuh istri dan anaknya diperiksa ke psikiater di RS Bhayangkara Kediri. Pemeriksaan ini untuk mengetahui kondisi kejiwaannya. Informasi...