Tim Saber Pungli Polresta Barelang Tangkap Pelaku Pungli di Pelabuhan ASDP Punggur Batam

Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian menyampaikan pengungkapan praktik pungli di ASDP Punggur Batam, Kamis (20/4) di Mapolres Barelang. (antarakepri.com)

Metrobatam.com, Batam – Tim Saber Pungli Polresta Barelang berhasil membongkar praktik pungutan liar di Pelabuhan PT ASDP Telaga Punggur Batam, serta menangkap dua orang, berikut uang puluhan juta sebagai barang bukti.

“Operasi dilakukan Rabu (19/4) sore. Dua orang diamankan yaitu FRN yang bertugas menerima uang pungutan dari korban, dan DA seorang supervisor yang memerintahkan FRN menerima uang kutipan,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian di Mapolresta Barelang, Batam, Kamis. Seperti dikutip dari antarakepri

Operasi yang dilakukan petugas tersebut, kata dia, berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa ada indikasi pungli pada pelayanan kapal feri “roll on-roll off” (roro) rute dari Batam ke Tanjungbalai Karimun, Lingga, dan Tanjunguban.

“Petugas menindaklanjutinya dengan melakukan pengintaian. Ketika unsur pungli sudah terpenuhi maka dilakukan operasi penangkapan,” kata Sam.

Dalam operasi tersebut diamankan uang Rp4,8 juta yang merupakan pembayaran dari saksi Bn dan tidak menggunakan tiket.

Selain itu juga disita uang Rp3,252 juta yang juga merupakan hasil pembayaran pengguna transportasi tanpa tiket.

“Kami juga mengamankan uang Rp37 juta yang merupakan hasil korupsi sembilan hari dari 11-18 April yang disimpan dalam brankas. Praktik ini sudah lama sehingga kerugian negara juga besar,” kata dia.

Petugas juga menyita manifest KMP Lome tujuan Tanjung Balai Karimun tertanggal 12, 17 dan 19 April 2017. Laporan produksi dan pendapatan tiket terpadu terjual per shift pada 12 dan 17 April 2017.

“Dari keterangan tersangka, kendaraan khususnya pengangkut barang yang akan menyeberang juga dinaikkan golongannya sehingga membayar lebih mahal. Selain itu, ada dua manifest dalam setiap kapal dengan data berbeda yang menunjukkan uang yang diperoleh dari penjualan tiket tidak disetorkan,” kata Sam.

Atas perbuatan tersebut, dua tersangka dapat dikenai Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3, dan atau Pasal 5, dan atau Pasal 11, dan atau Pasal 12 UU No 13 tahun 2009 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan atau Pasal 21 UU No 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Dari KKN dan atau Pasal 3 UU No 11 tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap, jouncto Pasal 55 KUH Pidana.

“Tersangka terancam hukuman pidana minimal 4 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda paling sedikit Rp200 juta, dan paling banyak Rp1 miliar,” kata dia.

Saat ini, kata dia, petugas Saber Pungli masih melakukan pemeriksaan, karena tersangka mengaku ada aliran uang hasil pungutan liar tersebut ke atasan mereka.

“Kami masih terus dalami. Ada pengakuan dari tersangka mengenai aliran uang itu,” kata Sam.

MB

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Warga Malaysia Diajak Menggalang Dana Menalangi Utang Negara Rp 3.570 T

Metrobatam.com, Kuala Lumpur - Warga Malaysia ramai-ramai diajak untuk menggalang dana menalangi utang negara yang sudah menembus 1 triliun RM (Ringgit Malaysia) atau sekitar...

Terkait KEK, Pengusaha Ngadu ke DPRD Kota Batam

Metrobatam.com, Batam - Nuryanto, SH,MH memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait penyampaian aspirasi dari para pengusaha dan asosiasi Kota Batam melalui Kadin yang...

Bea dan Cukai Batam : Pengawasan Barang di FTZ Lebih Sulit Dibanding KEK

Metrobatam.com, Batam - Pengawasan barang di Free Trade Zone (FTZ) lebih sulit dibandingkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dampak lainnya juga menjadikan Batam tepat untuk...

Tangkal Terorisme, Pengajar Harus Belajar Nilai Kebangsaan

Metrobatam, Jakarta - Akademisi Muslim Azyumardi Azra mengimbau tenaga pengajar di kampus mendapat pelatihan kembali soal kebangsaan. Tuntutan Azyumardi itu terkait dengan temuan sejumlah...

Jelang Final Liga Champions: Zinedine Yazid Zidane vs Juergen Norbert Klopp

Metrobatam, Jakarta - Juergen Klopp senang hanya bertemu Zinedine Zidane setelah dia jadi pelatih. Genius sebagai peraci strategi, jalan karier keduanya memang beda jauh. "Dia...

JK Sebut Daftar Mubalig Dibuat Agar Tak Sembarangan Ceramah

Metrobatam, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung langkah Kementerian Agama yang mengeluarkan daftar 200 nama mubalig. Menurut JK, daftar nama itu berguna mengatur...

Ketua KPK Sindir DPR yang Dukung Eks Koruptor Nyaleg

Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyindir pihak-pihak yang membolehkan mantan narapidana korupsi menjadi calon anggota legislatif pada Pemilu 2019....

Penyidik Sebut Fredrich Minta Kerjaan: Dia Bilang KPK Kan Banyak OTT

Metrobatam, Jakarta - Fredrich Yunadi disebut pernah meminta agar dibagi kasus pada seorang penyidik senior KPK. Ambarita Damanik. Namun, permintaan Fredrich itu disampaikan sembari...

Soal Ekonomi RI Lampu Kuning, Ini Penjelasan BI

Metrobatam, Jakarta - Beberapa kalangan menyebutkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam lampu kuning. Menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah hingga...

UU Terorisme Beri Kompensasi Korban hingga Peristiwa Bom Bali

Metrobatam, Jakarta - Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme yang baru saja disahkan DPR mengatur tentang pemberian kompensasi bagi korban aksi...

Moeldoko Sebut Perpres Korupsi Tinggal Diteken Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan hasil revisi Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi sudah...

Kontroversi Takjil Politik #2019GantiPresiden

Metrobatam, Jakarta - Pembagian takjil gratis berstiker #2019GantiPresiden yang dibagikan Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa) menuai kontroversi. Pendukung Joko Widodo (Jokowi) mengkritik pembagian takjil...
BAGIKAN