Tim Terpadu Lakukan Razia Peredaran Rokok FTZ

Ilustrasi, Penangkapan rokok FTZ oleh Bea Cukai

Metrobatam.com, Batam – Bea Cukai Batam bersama kepolisian dan Disperindag Batam menggelar razia peredaran rokok tampa cukai (FTZ) di pasar tradsional, terutama grosir, di wilayah Batu Aji.

Tim melakukan razia su­dah tiga hari terakhir mencari rokok produksi Batam, se­perti H Mild dan Luffman di pasar Mandalay, Aviari dan lainnya di glosir. Razia terus dilakukan pascapertengahan juli 2015 tidak mengeluarkan kuota, namun para pemain masih menjual secara terang-terangan di pasar Batam.

Informasi di lapangan, razia yang dilakukan tim terpadu itu terkesan diam-diam sehingga membi­ngung­kan pengusaha glosir di Ba­tam. Menurut SR, pedagang Glosir Mandalay, razia yang dilakukan Bea Cukai mem­buatnya resah karena rokok yang dijualnya dibeli secara tunai dari Subdis maupun distributor Batam.

“Pihak BC langusng me­nyita dan mengambil barang di toko. kami jadi rugi. Seha­rus­nya, pemasok saja yang di­tang­kap karena kami hanya men­jual,” ujar SR yang di­jum­­pai di Avari, Rabu(24/08).

Ia menuturkan, usaha grosir hanya menjual kalau ada permintaan pelanggan sehingga kalau ada barang, ia membelinya untuk kemudian menjualnya. Ia tak tahu asal usul barang tersebut.

“Dilarang atau ilegal ka­mi tidak paham. Kami mem­beli dan menjual lagi ter­hadap penggecer,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Disperindag Batam, Rudi Syakerti mengatakan, Ia belum mengetahui secara pasti adanya tim yang terlibat dalam razia rokok FTZ. Me­nu­rutnya, mungkin saja ada timnya ikut, tetapi mungkin sebatas ikut dilibatkan.

“Bisa saja tim saya dili­batkan dalam razia tersebut. Saya akan mencoba menge­ceknya karena saat ini saya di luar kota,” ujar Rudi saat dihubungi melalui sambu­ngan telepon selular.

Sedangkan Kepala Bea dan Cukai Batam, Nugroho saat dihubungi, enggan ber­komentar adanya razia yang dilakukan personilnya yang merugikan pedagang grosir.

Seperti diketahui, sejak Juni 2015, Badan Pengu­sahaan Batam tidak lagi memperpanjang kuota pro­duksi serta izin men­datang­kan rokok tanpa cukai untuk  rokok kawasan bebas Batam. Namun, berbagai merek ro­kok yang dikenal sebagai rokok produksi Batam, masih diproduksi dan beredar bah­kan tersebar sampai ke luar wilayah FTZ Batam, Bintan, dan Karimun.

BP Batam mengakui sela­ma ini mengeluarkan kuota mengizinkan produksi pabrik rokok kawasan bebas serta izin mendatangkan dari luar. Rokok itu digunakan untuk kebutuhan konsumsi pen­duduk kawasan FTZ  Batam, Bintan, dan Karimun. Akan tetapi, sejak Juni 2015,  kuota produksi rokok tersebut telah dicabut. BP Batam sampai saat ini sedang melakukan evaluasi terhadap tiga merek rokok kawasan bebas yang produksi di Batam tersebut.

“Perlu kami tegaskan, BP Batam tidak lagi menge­luarkan kuota produksi rokok FTZ serta izin mendatangkan rokok produksi luar ke Ba­tam, Juni 2015. Perlu kami luruskan bahwa isu ber­kem­bang masih mengeluarkan kuota,” tutur Direktur Lalu­lintas Barang BP Batam Tri Novianto Putra dalam kete­rangan pers di gedung BP Batam, Rabu (11/2).

Ia menjelaskan, untuk penindakan masih bere­dar­nya rokok kawasan bebas di Batam dan di luar wilayah kawasan FTZ Batam, Bintan dan Karimun merupakan wewenang dari Bea dan Cu­kai serta Kepolisian.

“Memang saat ini masih banyak keluar rokok tampa cukai di Batam, namun kami telah hentikan kuotanya dan dalam survei dan untuk pe­nin­dakan wewenang BC dan kepolsian,” ujar Tri Novianto Putra.

Sementara itu, pantauan di lapangan, sejumlah gudang milik pengusaha produsen rokok tanpa cukai kawasan bebas (FTZ) masih tetap memproduksi rokok dengan beragam merek. Selain untuk konsumsi di wilayah kawasan bebas Batam, Bintan, dan Karimun. Rokok tanpa cukai kawasan bebas tersebut, juga didistribusikan ke wilayah lain di luar Kepulauan Riau.

Rokok kawasan bebas tanpa cukai diseludupkan dari Batam dengan berbagai cara ke luar wilayah kawasan bebas seperti ke Tembilahan, Provinsi Riau. Kemudian dari Tembilahan didistribusikan ke berbagai wilayah lain di pulau Sumatra.

Sementara itu, Anwar salah seorang pengusaha produsen rokok merek luff­man, ketika dihubungi mela­lui telepon seluler pada Rabu siang (10/2) mengatakan, sejak BP Batam tidak me­ngeluarkan kuota sejak Juni 2015, perusahaan tidak lagi memproduksi rokok tanpa cukai sampai saat ini.

“Kami tidak lagi pro­duksi rokok Luffman sejak BP Batam tidak keluarkan kuota. Justru rokok Luff­man yang beredar saat ini di luar Batam, merupakan palsu dan bukan keluaran kami. Justru kami sangat dirugikan ulah per­bua­tan oknum tersebut,” ujarnya.

Permasalahan pemalsuan merek inipun sudah kami laporkan terhadap Dir­krim­sus Polda Kepri beberapa bulan lalu, dan saat ini lagi diproses mereka,” ujar An­war.

 

Mb/Haluan

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Prabowo Bertemu Puan, PKS Tak Cemas Ditinggal Gerindra

Metrobatam, Jakarta - Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal mengaku tak khawatir apabila Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto beralih dari koalisi setelah...

Heboh Sapi Berkepala 2 di Riau, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Metrobatam, Jakarta - Bayi sapi di Desa Alang Kepayang, Rengat Barat, Riau membuat heboh warga setempat. Penampakan sapi tak seperti pada umumnya. Sapi ini...

Hanya Beberapa Saat sebelum Serah Terima, Anies Pecat 2 Wali Kota Melalui Telepon

Metrobatam, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memecat Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana dan Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi hanya melalui...

Penyelundupan 7 Kg Sabu Jaringan Internasional Digagalkan, Salah Satu Pelaku Oknum Polisi

Metrobatam, Jambi - Jajaran Ditresnarkoba Polda Jambi beserta Resnarkoba Polres Tanjungjabung Barat, Jambi serta di-back up dari Mabes Polri berhasil mengamankan 7 kantong plastik...

Penumpang Bercanda Bawa Bom, Penerbangan Batik Air dari El Tari Kupang-Soetta Tertunda

Metrobatam, Kupang – Seorang penumpang pesawat Batik Air bercanda membawa bom, mengakibatkan penerbangan dari Bandar Udara Internasional El Tari ke Soekarno-Hatta, tertunda selama satu...

Pramono Sebut Jokowi Izinkan Johan Budi Daftar Caleg PDIP

Metrobatam, Jakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengonfirmasi rencana Juru Bicara Presiden Johan Budi ikut mendaftar jadi calon legislatif untuk Pemilu 2019. Hal ini disampaikan...

Politisasi Identitas Agama Diprediksi Makin Keras hingga 2019

Metrobatam, Jakarta - Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ali Munhanif, menyebut munculnya politisasi keagamaan disebabkan pola koalisi yang terbentuk di antara partai politik. Ia...

Diduga Ada Pelanggaran, Komisi ASN Selidiki Perombakan Pejabat Pemprov DKI

Metrobatam, Jakarta - Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) menyelidiki potensi pelanggaran yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melakukan perombakan pejabat di lingkungan...

Divestasi 51% Saham Freeport Dituding Pencitraan, Jokowi Buka Suara

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara menanggapi kritikan keras beberapa pihak yang menilai perjanjian divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI)....

Nilai Proyek PLTU Riau 1 yang Tersandung Kasus Suap Capai Rp 12 T

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencium adanya praktik suap dalam proyek PLTU Riau-1. Proyek itupun untuk sementara dihentikan. Direktur Utama PLN, Sofyan Basir...

Fakta Baru Kasus Abu Tours soal Tiket Makassar-Arab Saudi

Metrobatam, Makassar - Polda Sulsel telah menyita sejumlah aset milik bos Abu Tours Hamzah Mamba di sejumlah daerah di Indonesia. Namun Saudi Arabian Airlines...

Laporan Keuangan Anies ‘Janggal’, DPRD DKI Tolak Tandatangan

Metrobatam, Jakarta - DPRD DKI Jakarta memutuskan untuk tidak menindaklanjuti laporan pertanggungjawaban APBD 2017 yang diajukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beberapa waktu lalu. Ketua...
BAGIKAN