Tim Terpadu Lakukan Razia Peredaran Rokok FTZ

593
Ilustrasi, Penangkapan rokok FTZ oleh Bea Cukai

Metrobatam.com, Batam – Bea Cukai Batam bersama kepolisian dan Disperindag Batam menggelar razia peredaran rokok tampa cukai (FTZ) di pasar tradsional, terutama grosir, di wilayah Batu Aji.

Tim melakukan razia su­dah tiga hari terakhir mencari rokok produksi Batam, se­perti H Mild dan Luffman di pasar Mandalay, Aviari dan lainnya di glosir. Razia terus dilakukan pascapertengahan juli 2015 tidak mengeluarkan kuota, namun para pemain masih menjual secara terang-terangan di pasar Batam.

Informasi di lapangan, razia yang dilakukan tim terpadu itu terkesan diam-diam sehingga membi­ngung­kan pengusaha glosir di Ba­tam. Menurut SR, pedagang Glosir Mandalay, razia yang dilakukan Bea Cukai mem­buatnya resah karena rokok yang dijualnya dibeli secara tunai dari Subdis maupun distributor Batam.

“Pihak BC langusng me­nyita dan mengambil barang di toko. kami jadi rugi. Seha­rus­nya, pemasok saja yang di­tang­kap karena kami hanya men­jual,” ujar SR yang di­jum­­pai di Avari, Rabu(24/08).

Ia menuturkan, usaha grosir hanya menjual kalau ada permintaan pelanggan sehingga kalau ada barang, ia membelinya untuk kemudian menjualnya. Ia tak tahu asal usul barang tersebut.

“Dilarang atau ilegal ka­mi tidak paham. Kami mem­beli dan menjual lagi ter­hadap penggecer,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Disperindag Batam, Rudi Syakerti mengatakan, Ia belum mengetahui secara pasti adanya tim yang terlibat dalam razia rokok FTZ. Me­nu­rutnya, mungkin saja ada timnya ikut, tetapi mungkin sebatas ikut dilibatkan.

“Bisa saja tim saya dili­batkan dalam razia tersebut. Saya akan mencoba menge­ceknya karena saat ini saya di luar kota,” ujar Rudi saat dihubungi melalui sambu­ngan telepon selular.

Sedangkan Kepala Bea dan Cukai Batam, Nugroho saat dihubungi, enggan ber­komentar adanya razia yang dilakukan personilnya yang merugikan pedagang grosir.

Seperti diketahui, sejak Juni 2015, Badan Pengu­sahaan Batam tidak lagi memperpanjang kuota pro­duksi serta izin men­datang­kan rokok tanpa cukai untuk  rokok kawasan bebas Batam. Namun, berbagai merek ro­kok yang dikenal sebagai rokok produksi Batam, masih diproduksi dan beredar bah­kan tersebar sampai ke luar wilayah FTZ Batam, Bintan, dan Karimun.

BP Batam mengakui sela­ma ini mengeluarkan kuota mengizinkan produksi pabrik rokok kawasan bebas serta izin mendatangkan dari luar. Rokok itu digunakan untuk kebutuhan konsumsi pen­duduk kawasan FTZ  Batam, Bintan, dan Karimun. Akan tetapi, sejak Juni 2015,  kuota produksi rokok tersebut telah dicabut. BP Batam sampai saat ini sedang melakukan evaluasi terhadap tiga merek rokok kawasan bebas yang produksi di Batam tersebut.

“Perlu kami tegaskan, BP Batam tidak lagi menge­luarkan kuota produksi rokok FTZ serta izin mendatangkan rokok produksi luar ke Ba­tam, Juni 2015. Perlu kami luruskan bahwa isu ber­kem­bang masih mengeluarkan kuota,” tutur Direktur Lalu­lintas Barang BP Batam Tri Novianto Putra dalam kete­rangan pers di gedung BP Batam, Rabu (11/2).

Ia menjelaskan, untuk penindakan masih bere­dar­nya rokok kawasan bebas di Batam dan di luar wilayah kawasan FTZ Batam, Bintan dan Karimun merupakan wewenang dari Bea dan Cu­kai serta Kepolisian.

“Memang saat ini masih banyak keluar rokok tampa cukai di Batam, namun kami telah hentikan kuotanya dan dalam survei dan untuk pe­nin­dakan wewenang BC dan kepolsian,” ujar Tri Novianto Putra.

Sementara itu, pantauan di lapangan, sejumlah gudang milik pengusaha produsen rokok tanpa cukai kawasan bebas (FTZ) masih tetap memproduksi rokok dengan beragam merek. Selain untuk konsumsi di wilayah kawasan bebas Batam, Bintan, dan Karimun. Rokok tanpa cukai kawasan bebas tersebut, juga didistribusikan ke wilayah lain di luar Kepulauan Riau.

Rokok kawasan bebas tanpa cukai diseludupkan dari Batam dengan berbagai cara ke luar wilayah kawasan bebas seperti ke Tembilahan, Provinsi Riau. Kemudian dari Tembilahan didistribusikan ke berbagai wilayah lain di pulau Sumatra.

Sementara itu, Anwar salah seorang pengusaha produsen rokok merek luff­man, ketika dihubungi mela­lui telepon seluler pada Rabu siang (10/2) mengatakan, sejak BP Batam tidak me­ngeluarkan kuota sejak Juni 2015, perusahaan tidak lagi memproduksi rokok tanpa cukai sampai saat ini.

“Kami tidak lagi pro­duksi rokok Luffman sejak BP Batam tidak keluarkan kuota. Justru rokok Luff­man yang beredar saat ini di luar Batam, merupakan palsu dan bukan keluaran kami. Justru kami sangat dirugikan ulah per­bua­tan oknum tersebut,” ujarnya.

Permasalahan pemalsuan merek inipun sudah kami laporkan terhadap Dir­krim­sus Polda Kepri beberapa bulan lalu, dan saat ini lagi diproses mereka,” ujar An­war.

 

Mb/Haluan

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Jenazah Wakapolres Labuhanbatu Dimakamkan secara Militer di Kampung Halamannya

Metrobatam, Medan – Wakapolres Labuhanbatu, Sumatera Utara, Kompol Andi Chandra, yang tewas setelah kapal yang ditumpanginya bersama 6 pejabat utama Polres Labuhanbatu tenggelam di...

Ketua DPRD Kepri Minta KPID Tangkal Penyebaran Hoax Melalui Siaran

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Ketua DPRD Provinsi provinsi Kepri Jumaga Nadeak, meminta agar Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) setempat berperan aktif menangkal penyebaran hoax melalui...

Ditpolairud Polda Kepri MoU dengan DPC INSA Batam Serta Luncurkan Aplikasi Sipopeye Kepri

Metrobatam.com, Batam - Dirpolairud Polda Kepri meluncurkan aplikasi SIPOPEYE KEPRI dan lakukan Penandatanganan (Memorandum of Understanding) MoU bersama DPC INSA Batam, Jumat (20/4/2018) pagi di...

Tiga Penari Erotis di Batam Hanya Pekerja Lepas

Metrobatam, Batam - Tiga penari erotis di Dataran Engku Putri, Batam Center, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) pada Sabtu, 14 April 2018 lalu diketahui hanya...

‘Sentilan’ SBY dan Polemik Kasus Century

Metrobatam, Jakarta - Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, membuat pernyataan mengejutkan melalui akun media sosial Twitter pribadinya, @SBYudhoyono, pada Selasa (17/4). SBY menyampaikan...

Asyik Pesta Narkoba, 5 Pelajar Ditangkap di Rumah Kosong

Metrobatam, Pekanbaru - Bukannya mengisi waktu dengan hal positif, sekelompok remaja ini malah melakukan perbuatan tercela dan melanggar hukum. Para remaja yang semua masih...

Dubes: Kondisi Riyadh Kondusif, Isu Kudeta Raja Arab Terus Dipantau

Metrobatam.com, Jakarta - Isu kudeta sempat tersebar di Riyadh usai beredarnya video berisi suara tembakan di sekitar kompleks Istana Kerajaan Arab Saudi. Dubes RI...

Tak Terima Adik Dihamili, Sang Kakak Bakar Rumah Pelakunya

Metrobatam, Pekanbaru - RH, seorang remaja di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau nekat melakukan aksi pembakaran sebuah rumah milik KAM (60). Perbuatan ini dilakukan...

2 Oknum Anggota BNN Simpan Sabu di Rumahnya

Metrobatam, Langsa - Dua oknum polisi yang bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Langsa, Propinsi Aceh ditangkap personel Provos Polres setempat, atas dugaan...

Tiga Warga Tewas, Penjual Miras Oplosan di Surabaya Tersangka

Metrobatam, Surabaya - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus minuman keras (miras) oplosan yang menewaskan tiga warga. Miras...

Praktik Aborsi, Dukun Beranak Ditangkap Polisi

Metrobatam, Pekanbaru - Kepolisian Resor Indragiri Hulu, Provinsi Riau membongkar praktik aborsi yang telah beroperasi sejak 2017 di Desa Sungai Beringin. "Dua orang pelaku berhasil...

Jasad Wakapolres Labuhanbatu Ditemukan

Metrobatam.com, Labuhan Batu - Sehari setelah hilang dalam kecelakaan kapal cepat, Wakapolres Labuhan Batu Kompol Andi Chandra ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Korban dinyatakan...
BAGIKAN