Tim Terpadu Lakukan Razia Peredaran Rokok FTZ

579
Ilustrasi, Penangkapan rokok FTZ oleh Bea Cukai

Metrobatam.com, Batam – Bea Cukai Batam bersama kepolisian dan Disperindag Batam menggelar razia peredaran rokok tampa cukai (FTZ) di pasar tradsional, terutama grosir, di wilayah Batu Aji.

Tim melakukan razia su­dah tiga hari terakhir mencari rokok produksi Batam, se­perti H Mild dan Luffman di pasar Mandalay, Aviari dan lainnya di glosir. Razia terus dilakukan pascapertengahan juli 2015 tidak mengeluarkan kuota, namun para pemain masih menjual secara terang-terangan di pasar Batam.

Informasi di lapangan, razia yang dilakukan tim terpadu itu terkesan diam-diam sehingga membi­ngung­kan pengusaha glosir di Ba­tam. Menurut SR, pedagang Glosir Mandalay, razia yang dilakukan Bea Cukai mem­buatnya resah karena rokok yang dijualnya dibeli secara tunai dari Subdis maupun distributor Batam.

“Pihak BC langusng me­nyita dan mengambil barang di toko. kami jadi rugi. Seha­rus­nya, pemasok saja yang di­tang­kap karena kami hanya men­jual,” ujar SR yang di­jum­­pai di Avari, Rabu(24/08).

Ia menuturkan, usaha grosir hanya menjual kalau ada permintaan pelanggan sehingga kalau ada barang, ia membelinya untuk kemudian menjualnya. Ia tak tahu asal usul barang tersebut.

“Dilarang atau ilegal ka­mi tidak paham. Kami mem­beli dan menjual lagi ter­hadap penggecer,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Disperindag Batam, Rudi Syakerti mengatakan, Ia belum mengetahui secara pasti adanya tim yang terlibat dalam razia rokok FTZ. Me­nu­rutnya, mungkin saja ada timnya ikut, tetapi mungkin sebatas ikut dilibatkan.

“Bisa saja tim saya dili­batkan dalam razia tersebut. Saya akan mencoba menge­ceknya karena saat ini saya di luar kota,” ujar Rudi saat dihubungi melalui sambu­ngan telepon selular.

Sedangkan Kepala Bea dan Cukai Batam, Nugroho saat dihubungi, enggan ber­komentar adanya razia yang dilakukan personilnya yang merugikan pedagang grosir.

Seperti diketahui, sejak Juni 2015, Badan Pengu­sahaan Batam tidak lagi memperpanjang kuota pro­duksi serta izin men­datang­kan rokok tanpa cukai untuk  rokok kawasan bebas Batam. Namun, berbagai merek ro­kok yang dikenal sebagai rokok produksi Batam, masih diproduksi dan beredar bah­kan tersebar sampai ke luar wilayah FTZ Batam, Bintan, dan Karimun.

BP Batam mengakui sela­ma ini mengeluarkan kuota mengizinkan produksi pabrik rokok kawasan bebas serta izin mendatangkan dari luar. Rokok itu digunakan untuk kebutuhan konsumsi pen­duduk kawasan FTZ  Batam, Bintan, dan Karimun. Akan tetapi, sejak Juni 2015,  kuota produksi rokok tersebut telah dicabut. BP Batam sampai saat ini sedang melakukan evaluasi terhadap tiga merek rokok kawasan bebas yang produksi di Batam tersebut.

“Perlu kami tegaskan, BP Batam tidak lagi menge­luarkan kuota produksi rokok FTZ serta izin mendatangkan rokok produksi luar ke Ba­tam, Juni 2015. Perlu kami luruskan bahwa isu ber­kem­bang masih mengeluarkan kuota,” tutur Direktur Lalu­lintas Barang BP Batam Tri Novianto Putra dalam kete­rangan pers di gedung BP Batam, Rabu (11/2).

Ia menjelaskan, untuk penindakan masih bere­dar­nya rokok kawasan bebas di Batam dan di luar wilayah kawasan FTZ Batam, Bintan dan Karimun merupakan wewenang dari Bea dan Cu­kai serta Kepolisian.

“Memang saat ini masih banyak keluar rokok tampa cukai di Batam, namun kami telah hentikan kuotanya dan dalam survei dan untuk pe­nin­dakan wewenang BC dan kepolsian,” ujar Tri Novianto Putra.

Sementara itu, pantauan di lapangan, sejumlah gudang milik pengusaha produsen rokok tanpa cukai kawasan bebas (FTZ) masih tetap memproduksi rokok dengan beragam merek. Selain untuk konsumsi di wilayah kawasan bebas Batam, Bintan, dan Karimun. Rokok tanpa cukai kawasan bebas tersebut, juga didistribusikan ke wilayah lain di luar Kepulauan Riau.

Rokok kawasan bebas tanpa cukai diseludupkan dari Batam dengan berbagai cara ke luar wilayah kawasan bebas seperti ke Tembilahan, Provinsi Riau. Kemudian dari Tembilahan didistribusikan ke berbagai wilayah lain di pulau Sumatra.

Sementara itu, Anwar salah seorang pengusaha produsen rokok merek luff­man, ketika dihubungi mela­lui telepon seluler pada Rabu siang (10/2) mengatakan, sejak BP Batam tidak me­ngeluarkan kuota sejak Juni 2015, perusahaan tidak lagi memproduksi rokok tanpa cukai sampai saat ini.

“Kami tidak lagi pro­duksi rokok Luffman sejak BP Batam tidak keluarkan kuota. Justru rokok Luff­man yang beredar saat ini di luar Batam, merupakan palsu dan bukan keluaran kami. Justru kami sangat dirugikan ulah per­bua­tan oknum tersebut,” ujarnya.

Permasalahan pemalsuan merek inipun sudah kami laporkan terhadap Dir­krim­sus Polda Kepri beberapa bulan lalu, dan saat ini lagi diproses mereka,” ujar An­war.

 

Mb/Haluan

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Polisi Tangkap Supir Taksi Online Pengantar ‘Penumpang Tuyul’

Metrobatam, Makassar - Petugas Subdit Cyber Crime Polda Sulawesi Selatan menangkap tujuh pemuda karena memanipulasi sistem elektronik perusahaan angkutan daring, Grab, akhir pekan lalu. Tujuh...

Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik 3 Km

Metrobatam, Medan - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara masih menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pagi ini, Gunung Sinabung kembali erupsi. Petugas Pos Pengamat Gunung Sinabung,...

HUT ke-71 Megawati, PDIP Suguhkan Teater Kebangsaan

Metrobatam, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menampilkan teater kebangsaan bertajuk 'Satyam Eva Jayate' untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-71 sang Ketua...

Bintan akan Terima DAK Rp6,2 Miliar dari Pemerintahan Pusat untuk Pendidikan

Metrobatam.com, Bintan - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan Tamsir, M.Pd mengatakan bahwa pada tahun 2018 ini, setidaknya Dana Alokasi Khusus Pendidikan sebesar 6,2 Milyar...

Kecanduan Judi Online, Karyawan Ini Gelapkan Uang Perusahaan

Metrobatam.com, Jember - Saat ini banyak bertebaran situs judi online yang memasang deposit sangat murah, bahkan sangat tidak masuk akal. Jika tak hati-hati, akan...

Jaksa Tampilkan Percakapan Johannes Marliem dan FBI di AS, Seperti Ini Isinya

Metrobatam, Jakarta - Percakapan Johannes Marliem (bos PT Biomorf Lone Indonesia dan PT Biomorf Mauritius) dengan anggota FBI di Los Angeles, Amerika Serikat (AS),...

Usai Saling Pecat, Konflik Hanura Kini Berujung Saling Lapor Polisi

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) kubu Manhattan melaporkan tiga orang kader kubu Ambhara yakni Ari Mularis, Sudewo, dan...

WNI Diduga Ikut ISIS Ditangkap di Malaysia, Mabes Polri Tak Mau Ikut Campur

Metrobatam, Jakarta - Polri tak mau ikut campur atas tertangkapnya Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia yang diduga terlibat ke dalam jaringan ISIS. "Kalau itu...

Penjual Pulau RI di Situs Online Sudah Dikontak KKP

Metrobatam, Jakarta - Website privateislandonline.com memasang iklan penjualan pulau di Indonesia. Menanggapi hal ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan telah menghubungi sang penjual. Dirjen...

Keceriaan Ibu-ibu PKK di Fisherism Tanjungriau Batam

Metrobatam.com, Batam - Ibu-ibu PKK Sei Temiang mengikuti kelas edukasi menghias cookies yang diadakan BP Batam bekerjasama dengan UMKM, bertempat di Fisherism Tanjungriau 22...

Polisi Tembak Mati Tiga Anggota Jaringan Narkoba Internasional

Metrobatam, Medan - Personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara, menembak mati tiga anggota sindikat narkoba internasional Malaysia-Indonesia, dalam sebuah drama penangkapan yang dilakukan...

Siap-siap, 31 Januari Gerhana Bulan Total Bakal Sapa Indonesia

Metrobatam, Jakarta - Gerhana Bulan Total diprediksi terjadi pada 31 Januari 2018. Fenomena alam tersebut bisa diamati di sejumlah negara, termasuk di Indonesia. Berdasarkan siaran...
BAGIKAN