Tiru Gaya Ahok, Rudi Marah-marah di RSUD, Rupanya Dia yg Belum Tandatangani SK

10308
Wali Kota Batam, Rudi

Metrobatam.com, Batam – Ketika baru dilantik beberapa bulan lalu, Rudi mengungkapkan angan-angannya akan meniru gaya kepemimpinan Ahok di Jakarta, Emil di Bandung dan Risma dari Surabaya. Ternyata Rudi betul-betul mempraktekkan gaya Ahok dengan memarahi sejumlah pegawai Rumah Sakit Embung Fatimah, Batam.

“Panas, kenapa ini? Segera perbaiki. Saya tahunya pekan depan sudah dingin,” kata Wali Kota Muhammad Rudi marah-marah saat inspeksi mendadak di RSUD Embung Fatimah Batam, Kamis.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi berang begitu mengetahui hampir seluruh bagian dalam Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah terasa panas, dan pendingin tidak bekerja maksimal.

Rudi menahan rasa marahnya mulai dari ruang tunggu pasien yang sudah terasa panas, kemudian ia berjalan ke lorong-lorong, memasuki beberapa ruang, dan tetap tidak terasa sejuk sesuai harapan.

“Saya tidak tahu bagaimana caranya, tambah AC-nya,” kata dia dengan nada tinggi.

Plt Dirut RSUD Embung Fatimah, Jeni Iryani yang baru saja diangkat menggantikan Andi Fadillah Malarangan paska ditetapkannya sebagai tersangka berjanji akan mengupayakan memperbaiki kondisi rumah sakit yang panas.

Ia mengatakan tidak memiliki wewenang dalam penggunaan anggaran RSUD, karena hanya menjabat Plt, mengingat Dirut RSUD sedang menjalani persoalan hukum di Jakarta.

Belum Keluar SK

Kepala bagian Umum Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUD-EF) Zulkaf Hambali Skm yang mendapat teguran sangat keras dari Wali kota Batam Rudi.

“Selama ini saya banyak mendapat pengaduan dari masyarakat dan pegawai di rumah sakit ini, bahwa kondisi ruang perawatan sangat panas. Ini apa masalahnya, siapa yang bertanggungjawab untuk masalah ini. Kenapa hal itu bisa terjadi, masalahnya dimana,”tanyanya.

Sementara Zulkaf Hambali yang bertanggung jawab dengan hal tersebut hanya terdiam dan mengatakan dirinya takut untuk melaksanakan lelang karena SK-nya belum turun.

“Iya memang semua pendingin yang ada di ruang perawatan RSUD sudah lama tidak diservis jadi sudah tidak dingin lagi. Kami mau melaksanakan lelang, tetapi SK belum turun,” kata Hambali.

Hambali menjawab bahwa SK penunjukannya sudah berada di meja Wali Kota Batam tetapi belum ditanda tangani.

“Kenapa tidak ketemu saya? memang dananya berapa? kenapa bisa selambat ini, kan bisa dikerjakan dulu. Kamu takut ya, kalau kamu takut biar kita pindahkan entah kemana,”tegas Rudi.

Rudi menegaskan jika masih mendapat laporan dari warga dan pasien mengenai ruang perawatan yang panas semua akan mendapat akibatnya.

Salah seorang pasien yang berada dilokasi saat Rudi marah-marah menilai cara-cara memperlakukan Kabag Umum terlalu berlebihan, padahal dia sudah menjawab alasan kenapa dia tidak bisa melakukan pekerjaannya untuk memperbaiki AC yang kurang berfungsi.

“Tujuan Walikota itu baik, tapi penyampaiannya tidak membuat saya simpati dengan cara-cara seperti itu. Janganlah pegawai itu dimarah-marahi didepan umum. kan malu  juga dia itu. Apalagi kesalahan itu, nampaknya bukan pada dia, tapi malah pada si Rudi Walikota itu, yang belum menandatangani SK yang sudah dimejanya,” Afrizet yang jadi kesal melihat gaya walikota.  (mb/dbs/antara)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Luhut Minta Masuknya Pekerja China Tak Dijadikan Isu SARA

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berharap, masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China tidak digulirkan sebagai isu Suku, Agama,...

Polisi Undang Ahli untuk Pelajari Pidato Pribumi Anies

Metrobatam, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Polri masih mempelajari dugaan tindak pidana diskriminatif ras dan etnis yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies diduga...

MK Pupuskan Mimpi 4 Bupati Pulau Garam Bikin Provinsi Madura

Metrobatam, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) memupuskan mimpi para kepala daerah di Madura yang menginginkan dibentuknya Provinsi Madura. MK menyatakan syarat provinsi minimal 5...

Miris! Tiga Anak Bawah Umur Ini Silih Berganti ‘Begituan’ di WC

Metrobatam, Pontianak - Kids jaman now. Kalimat gabungkan dua bahasa dengan arti 'anak-anak jaman sekarang' ini memang lagi trend. Betapa tidak, kenakalan-kenakalan anak-anak diera...

Wajah Digerogoti Kanker, Mbah Jiyem Bertahan dengan Obat Puskesmas

Metrobatam, Boyolali - Kondisi wajah Mbah Jiyem digerogoti kanker. Meski sudah pernah dioperasi, kondisinya tak semakin membaik. Mbah Jiyem tidak bisa menjalani kemoterapi karena...

Begini Cara Pantau Lokasi Teman di WhatsApp

Metrobatam, Jakarta - WhatsApp mengumumkan fitur baru yang penting, Live Location. Banyak yang penasaran, bagaimana cara menggunakan fitur yang bisa digunakan sebagai pemantau lokasi...

Realisasi Fisik Capai 70,38 Persen, Bupati Bintan Tegaskan Seluruh OPD Segera Penuhi Target

Metrobatam.com, Bintan - Diketahui saat Rakor Evaluasi Pembangunan Triwulan ke lII Tahun 2017, bahwa Laporan Realisasi Kinerja Pembangunan Fisik Kabupaten Bintan sudah mencapai angka...

Kesal Kena Tilang, Pegawai Dinas PU Ini Matikan Aliran Air ke Asrama Polisi

KAYONG UTARA, – Kesal karena ditiling polisi, seorang pegawai kontrak di UPT Air Bersih Dinas Pekerjaan Umum Kota Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, sengaja merusak sistem...

Jakarta Masuk 10 Kota Paling Berbahaya di Dunia Bagi Perempuan

London - Jakarta berada di peringkat sembilan dalam daftar kota besar atau megacity yang paling berbahaya di dunia untuk perempuan, berdasarkan survei Yayasan Thomson...

Cerita Mengerikan Perempuan yang Lolos dari Kelompok ISIS

Baghdad - Komunitas Syiah Turkmenistan di Irak menjadi sasaran penganiayaan brutal oleh kelompok yang menamakan diri negara Islam (ISIS). Seorang perempuan, yang meminta untuk tidak...

PR PLN: Terangi 104 Desa di Kepri yang Belum Teraliri Listrik

Metrobatam, Batam - Ternyata masih cukup banyak desa terpencil Kepulauan Riau (Kepri) yang masih belum teraliri listrik. Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat saat ini...

Innalillahi! Diduga Ditusuk, Ketua DPRD Kolaka Utara Meninggal Dunia

Metrobatam, Kendari - Ketua Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira meninggal dunia akibat luka tusuk, Rabu. Kasubbid Pidana Polda...
BAGIKAN