Metrobatam, Jakarta – Wasekjen Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik justru menyalahkan capres petahana Joko Widodo saat menanggapi sindiran Wantimpres Agum Gumelar kepada Susilo Bambang Yudhoyono yang mendukung Prabowo Subianto. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin pun heran atas sikap PD.

“Sebaiknya janganlah ketidakberdayaan membangun koalisi lalu menyalahkan Jokowi. Jangan sedikit-sedikit menyalahkan Pak Jokowi. Nanti AHY nggak menang di Pilkada DKI dibilang salahnya Jokowi. Lalu AHY tak maju capres dibilang salahnya Jokowi juga?” ujar Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma’ruf, Achmad Baidowi, kepada wartawan, Kamis (14/3/2019).

“Sebaiknya Rachland berpikir realistis saja sebagai petinggi partai,” sambungnya.

Pria yang akrab disapa Awiek itu pun menyebut pernyataan Rachland soal Jokowi yang memilih Prabowo sebagai capres pesaingnya di Pilpres 2019 adalah mengada-ada. Awiek menegaskan tak ada campur tangan dari Jokowi atas pilihan Prabowo untuk maju sebagai capres.

“Wah, itu pernyataan ngaco. Tak ada desain Jokowi sengaja memilih Prabowo sebagai pesaing di pilpres,” tegas Awiek.

Politikus PPP itu juga menepis tudingan Rachland bahwa parpol koalisi Jokowi memaksakan presidential threshold (PT) 20% dalam Pilpres 2019 dengan memakai ulang hasil Pemilu 2014. Awiek menegaskan ketentuan ketentuan PT itu berlaku sejak 2009.

“Ketentuan presidensial threshold 20% kursi atau 25% suara berlaku sejak 2009 yang melahirkan 3 paslon. Artinya, kalau parpol-parpol mau membentuk poros baru bisa saja, termasuk Demokrat. Namun pada 2014 demokrat tak mengambil sikap. Baru 2019 mengambil sikap dan itu pun di akhir. Jika tetap abstain, maka 2024 tak bisa lagi ikut ajukan capres,” tuturnya.

“Lalu kenapa hasil Pemilu 2014 dipakai lagi sebagai acuan? Karena tidak ada larangan dari MK dan MK tidak membatalkan threshold. MK hanya memerintahkan pemilu serentak,” sambung Awiek.

Sebelumnya, dalam video pernyataannya yang beredar luas, Wantimpres Agum Gumelar menyesalkan sikap SBY yang mendukung Prabowo. Pasalnya, SBY merupakan anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang meneken surat pemberhentian terhadap Prabowo.

Partai Demokrat kemudian menjawab sindiran Agum terhadap sang ketua umum. Menurut Rachland, SBY sama sekali tak bisa disalahkan dalam kaitannya dengan dukungan kepada Prabowo. Seharusnya yang disalahkan adalah Jokowi.

“Salahkan Pak Jokowi. Berapa banyak yang memilih Pak Prabowo menjadi presiden, baru akan kita ketahui bulan depan, April. Tapi siapa yang memilih Pak Prabowo sebagai satu-satunya calon presiden pesaing Pak Jokowi sudah dari awal kita ketahui, tak lain adalah Pak Jokowi sendiri,” kata Rachland. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Barcode akan Gantikan Tanda Tangan Pejabat di Kartu Keluarga

Metrobatam.com, Batam - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil siapkan peralatan pendukung untuk menerapkan tanda tangan digital berbasis kode batang (Barcode) pada Kartu Keluarga. Kepala...

KPU Kota Batam Temukan 2.028 Lembar Surat Suara Rusak

Metrobatam.com, Batam - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam temukan 2.028 lembar surat suara rusak dari hasil pelipatan yang berakhir Senin (18/3) lalu. Komisioner...

Kejari Batam Serahkan Uang Hasil Tindak Pidana Korupsi SMPN 10 ke Wali Murid

Metrobatam.com, Batam - Kejaksaan Negeri Batam menyerahkan uang hasil tindak pidana korupsi yang terjadi di SMP Negeri 10 Kota Batam. Lima terpidana tersebut telah...

Inilah Detik-detik Lion Air Jatuh, Kopilot Teriak ‘Allahu Akbar’

Metrobatam, Jakarta - Pilot pesawat Lion Air JT 610 bernomor PK-LQP dari Jakarta menuju Pangkal Pinang, Bhavye Suneja, hanya terdiam sesaat sebelum pesawat yang...

Eksepsinya Ditolak Hakim, Bahar bin Smith: Saya Terima

Metrobatam, Bandung - Majelis hakim menolak nota keberatan atau eksepsi yang diajukan Bahar bin Smith melalui tim kuasa hukumnya. Habib Bahar mengaku menerima seluruh...

Suami Pergoki Istri Selingkuh di Kamar Mandi, Golok Melayang

Metrobatam, Brebes - Seorang suami di Brebes, Jateng, tak bisa menahan emosinya setelah mengetahui istrinya usai melakukan hubungan intim dengan pria lain di kamar...

Pengamat: Gagasan Ma’ruf Lebih Konkret dari Sandi Dalam Debat

Metrobatam, Jakarta - Pengamat politik Emrus Sihombing menyatakan cawapres 01 Ma'ruf Amin mengungguli cawapres 02 Sandiaga Uno dalam debat cawapres Pilpres 2019. Ia menilai...

Ini 5 Fakta Terduga Teroris Wanita Y: Rakit Bom Mobil hingga Bunuh Diri

Metrobatam, Jakarta - Sepak terjang terduga teroris wanita asal Klaten, Jawa Tengah, Y alias Khodijah, terungkap. Y yang ditangkap Densus 88 Antiteror ini diduga...

Pengemis di Bogor Punya Sopir Pribadi, Sehari Raup Rp1,5 Juta

Metrobatam, Jakarta - Herman alias Enur setiap harinya biasa mangkal di simpang lampu merah Yasmin Kota Bogor, Jawa Barat. Tak ada yang menyangka pengemis paruh...

Danau Sentani Meluap Sebabkan Sampah dan Jenazah Hanyut

Metrobatam, Sentani - Tak hanya Banjir bandang yang menyebabkan ribuan warga mengungsi ke tempat aman, meluapnya air Danau Sentani yang naik setinggi 2 meter...

Uni Eropa Denda Google Rp 23 Triliun

Metrobatam, Jakarta - Uni Eropa menjatuhkan denda USD 1,7 miliar atau di kisaran Rp 23,9 triliun pada raksasa internet Google. Ini adalah ketiga kalinya...

Wulan Andarini Cabut Laporan Setelah Mimi Minta Maaf

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Mimi, Ibu Rumah Tangga (IRT) di Tanjungpinang yang diduga telah mencemarkan nama baik Wulan Andarini salah satu karyawan CK Tanjungpinang melalui...