Metrobatam, Jakarta – Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut angka penindakan kasus korupsi sepanjang 2018 rendah dibandingkan dua tahun sebelumnya. Dalam catatan ICW, pada 2018 ada 454 kasus korupsi yang ditindak dengan 1.087 tersangka. Kerugian negara sebesar Rp5,6 triliun.

Pada 2016, terdapat 482 kasus dengan jumlah kerugian negara sebanyak Rp1,4 triliun. Sedangkan pada 2017 terdapat 576 kasus dengan kerugian negara Rp 6,5 triliun.

“Pada 2018 terendah dari segi jumlah kasus dan jumlah tersangka,” ujar Staff Divisi Investigasi ICW, Wana Alamsyah di kantornya, Jakarta, Kamis (7/2).

Menurutnya, hal ini menunjukkan kerugian negara yang disebabkan oleh kasus korupsi pun juga menurun pada 2018. Namun ICW menyatakan hal ini tidak serta merta karena jumlah kasus korupsi juga turun.

Wana menyebut Kepolisian dan Kejaksaan belum cukup terbuka kepada publik soal jumlah dan kasus korupsi yang ditanganinya. Kondisi ini, kata dia, mempersulit upaya penyampaian kepada publik

“Menurut mereka [kepolisian dan kejaksaan] kasus korupsi yang dipantau ICW lebih kecil daripada yang mereka tangani. Masalahnya mereka tidak mencoba untuk menyampaikan ke publik. Jadi sepemantauan kami yang diekspose ya segitu,” ungkapnya.

Wana menjelaskan, pada 2018 jumlah kasus korupsi terbanyak adalah kasus korupsi mark up atau pembengkakan anggaran dengan jumlah 76 kasus. Jumlah tersebut menyebabkan kerugian negara sebanyak Rp541 miliar.

Melihat penurunan tren penindakan kasus korupsi pada 2018, Wana menyebutkan beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab turunnya tren penindakan kasus korupsi. Salah satunya kemungkinan anggaran yang terbatas.

“Dari segi anggarannya mungkin terbatas, tapi sekali lagi bukan berarti bahwa anggaran yang terbatas menjadikan mereka tidak perform,” ujar Wana.

Selain terbatasnya jumlah anggaran, Wana menyebutkan kemungkinan faktor sumber daya manusia (SDM) yang menemukan kesulitan dalam proses pembuktian tindak pidana korupsi dan kondisi dinamika politik di Indonesia.

Berdasarkan kinerja institusi penegak hukum dalam penindakan kasus korupsi, ICW menilai KPK merupakan institusi yang paling aktif dibandingkan dengan kepolisian dan kejaksaan.

“Kinerja penindakan kasus korupsi yang dilakukan kejaksaan dan kepolisian menurun, sedangkan KPK menunjukkan kinerja meningkat sejak 2015,” jelasnya.

Meskipun secara kuantitas jumlah kasus yang ditangani KPK paling sedikit yaitu 57 kasus, Wana mengatakan KPK bekerja lebih baik karena hanya memiliki satu kantor.

Sedangkan kepolisian dengan 535 kantor dan kejaksaan dengan 520 kantornya berhasil menindak masing-masing 162 kasus dan 235 kasus. “Artinya ada kejaksaan dan kepolisian yang diduga sama sekali tidak menangani kasus korupsi,” ujar Wana menegaskan. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Karhutla dan Hutan Gundul di Batam, Komisi III DPRD Kepri Tanyakan Tupoksi KPHL

Metrobatam.com, Batam - Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau yang dipimpin Sekretaris Komisi III Raja Bahktiar melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja Kesatuan Pengelolaan...

Akibat Pemeliharaan Aset Gas oleh PT CPGL akan Berdampak Pada PLN Batam

Metrobatam.com, Batam - PT Conoco Philips Grissik Line (CPGL) sebagai pemasok gas terbesar di Indonesia, saat ini sedang melakukan pemeliharaan sumur yang ada di...

Bawa Sabu, Calon Penumpang Pesawat di Bandara Hang Nadim Batam Ditangkap

Metrobatam.com, Batam - Pihak petugas Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepri mengamankan seorang penumpang karena kedapatan membawa narkoba jenis Sabu.  Seorang WNI calon penumpang Pesawat...

Polres Tanjungpinang dan Polda Kepri Tangkap Pelaku Pembunuhan Pensiunan TNI AL

Metrobatam.com, Batam - Polres Tanjungpinang dan Polda Kepulauan Riau akhirnya berhasil menangkap Abdul pada Sabtu (16/02), pelaku pembunuhan pensiunan TNI AL Arnold Tambunan (AT),...

Lewat Facebook, 3 Terdakwa Warga Nigeria Tipu dan Perdayai Mutiara

Metrobatam.com, Batam - Kasus penipuan lewat Facebook yang dilakukan beberapa oknum warga Nigeria bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Dalam beberapa bulan ini sudah...

Lanud RHF Mendukung Operasi Patroli Rutin di Wilayah ALKI 1

Metroobatam.com, Tanjungpinang - Sebanyak 2 unit Pesawat Tempur Hawk 100/200 milik TNI AU dari Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru melaksanakan patroli udara...

Eks Kombatan GAM Marah Dituduh Kelola Lahan Prabowo di Aceh

Metrobatam, Jakarta - Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Joni Suryawan membantah kubu calon presiden Prabowo Subianto terkait pengelolaan lahan di Aceh. Mereka marah...

Walhi: Lahan Prabowo Kemungkinan Didapat di Era Orde Baru

Metrobatam, Jakarta - LSM Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mengatakan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tak seharusnya memiliki Hak Guna Usaha (HGU) lahan...

Sungai Musi Meluap, Ribuan Rumah di Muratara Sumsel Terendam Banjir

Metrobatam, Palembang - Ribuan rumah di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, sudah 4 hari ini terendam banjir. Akibatnya, akses ke daerah terputus...

Nasib Rudiantara soal ‘Yang Gaji Kamu Siapa’ Ditentukan Jumat

Metrobatam, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) hampir merampungkan kasus 'yang gaji kamu siapa' yang melibatkan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo)...

Sandi Ingin Pertanyaan Panelis Dihapus Saat Debat Ketiga

Metrobatam, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengusulkan agar pelaksanaan debat Pilpres 2019 selanjutnya yang mempertemukan dirinya dengan calon wakil...

Kunjungan ‘Rahasia’ Jokowi Bikin Kaget Warga Tambak Lorok

Metrobatam, Semarang - Ahmad Sueb, Ketua RW 13 Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara "dag dig dug" ketika nama kampungnya, Tambak Lorok disebut oleh Calon...