Uni Emirat Arab Dituding jadi Dalang Kisruh Qatar

1136

Metrobatam, Jakarta – Pejabat intelijen Amerika Serikat menyebut Uni Emirat Arab merencanakan peretasan media sosial pemerintah Qatar dan kantor berita QNA sehingga memicu pengucilan Doha oleh sejumlah negara Arab.

Diberitakan The Washington Post sebagaimana dikutip Reuters, Senin (17/7), sumber tersebut mengatakan dirinya baru-baru ini menemukan informasi yang menunjukkan bahwa pejabat UEA itu mendiskusikan rencana peretasan itu pada 23 Mei lalu.

Rencana itu dibahas sehari sebelum pemerintah Qatar menyatakan bahwa QNA dibobol oleh peretas yang berupaya menyebarkan kutipan palsu, seolah dari pidato Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.

Peretas disebut secara sengaja mempublikasikan ucapan palsu Sheikh Tamim di saluran televisi QNA yang berisi pernyataan dukungan terhadap Iran–musuh bebuyutan Saudi–serta sejumlah organisasi terlarang seperti Hamas dan Hizbullah.

Hacker juga disebut memalsukan pernyataan Sheikh Tamim yang menyebut dirinya mendukung Israel dan menganggap Presiden Amerika Serikat Donald Trump tak akan lama berkuasa. Meski pemerintah Qatar membantah, pernyataan itu menjadi berita besar di sejumlah media negara Teluk hingga memicu kecaman terhadap Doha.

Kurang dari sepekan, tepatnya pada 5 Juni lalu, Saudi, UEA, Bahrain, Mesir, Yaman, dan Libya, memutus segala bentuk hubungan diplomatik hingga kekonsuleran dengan Qatar. Meski begitu, Washington Post tidak melaporkan secara jelas apakah pemerintah UEA melakukan secara langsung peretasan itu atau meminta pihak ketiga untuk melakukannya.

Sementara itu, Duta Besar UEA untuk AS, Yousef al-Otaiba, membantah laporan tersebut, menganggap tuduhan terhadap pemerintahannya itu “salah”.

“Yang benar di sini adalah perilaku Qatar yang mendukung dan membiayai kelompok ekstremis dari Taliban hingga Hamas dan juga Qadafi. Negara itu juga mendukung serta menghasut kekerasan, dan mendorong radikalisasi sehingga merusak stabilitas keamanan negara tetangganya,” tutur Otaiba.

Kementerian Luar Negeri AS juga menolak mengomentari laporan tersebut. Di sisi lain, Qatar membantah segala tudingan Saudi cs.

Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed Bin Abdulrahman Al Thani mengatakan negaranya hanya menjadi korban berita palsu yang dibuat media Saudi dan UEA.

Doha pun telah bekerja sama dengan Biro Investigasi Federal AS (FBI) untuk menyelidiki dugaan peretasan yang menyerang kantor berita negaranya tersebut.(mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Bupati Bintan Segera Terapkan 3 Inovasi di Bidang Kesehatan

Metrobatam.com, Bintan - Guna memaksimalkan Pelayanan Kesehatan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Bintan, maka Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mencetuskan 3 inovasi terbaru...

Riset Intelijen Media: Isu PKI Banjiri Medsos, Jokowi dan Panglima TNI Paling Banyak Disebut

Metrobatam, Jakarta - Percakapan tentang isu Partai Komunis Indonesia (PKI) ramai diperbincangkan "netizen" di media sosial, bahkan kembali meningkat tajam sepanjang September 2017 dan...

Waduh! Kekeringan di Karawang Meluas, 33.325 Warga Kesulitan Air Bersih

Metrobatam, Karawang - Kekeringan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat terus meluas hingga di 33 desa. Akibatnya sebanyak 30. 325 jiwa terkena dampak kekeringan. Warga...

Edan! Dikira Taksi Online, Mobil Merah Ini Digulingkan Massa

Metrobatam, Batam - Keberadaan taksi online ternyata masih belum bisa diterima oleh kelompok tertentu. Baru-baru ini sebuah kejadian miris terjadi Kota Batam, Kepulauan Riau...

Usut Korupsi E-KTP, KPK Periksa 7 Saksi dari Perekayasa BJIK hingga Sopir Terdakwa

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tujuh orang saksi dalam kasus megakorupsi pengadaan e-KTP. Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Setya...

Isi e-Money Kena Biaya, OJK: Bank kan Cari Untung Tapi Harus Terukur

Metrobatam, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, pembatasan fee isi ulang e-money agar para perbankan tidak mengambil untung secara sembarangan melainkan harus terukur. Hal...

Ini Isi Surat Penetapan Ridwan Kamil Jadi Cagub Jabar oleh Golkar

Metrobatam, Jakarta - Partai Golkar mengesahkan dan menetapkan Ridwan Kamil berpasangan dengan Daniel Muttaqien maju ke Pilgub Jabar 2018. Keputusan tersebut sudah direstui oleh...

Enam Bulan Jelang Pensiun, Panglima TNI Gatot Nurmantyo Minta Saran Senior

Metrobatam, Jakarta - Enam bulan jelang pensiun, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta saran kepada para senior dan sesepuh di institusinya. Ia meyakini bahwa...

Novanto Tetapkan Emil Jadi Cagub Jabar, NasDem Menyambut Baik

Metrobatam, Jakarta - Ketum Golkar Setya Novanto membuat langkah mengejutkan dengan menunjuk Ridwan Kamil sebagai cagub Jawa Barat (Jabar) 2018. NasDem menyambut baik, meski...

Polisi Sita 2 Ribu Pil PCC di Medan, 2 Pengedar Ditangkap

Metrobatam, Medan - Polisi menyita 2 ribu lebih pil PCC di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Dari pengungkapan itu, polisi menangkap dua pengedar pil. "Kedua tersangka...

Polisi Akan Panggil Sejumlah Nama yang Terlibat Kasus Saracen

Metrobatam, Jakarta - Kepolisian bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terus melakukan penelusuran soal aliran dana ke Sindikat Saracen. Dari hasil penyidikan...

Pria India Ini Pemilik 145 Gelar Pendidikan dalam 30 Tahun

Metrobatam, Jakarta - Dibandingkan dengan VN Parthiban, mendapatkan satu gelar pendidikan S1 selama 4 tahun bukanlah hal yang sulit. Parthiban adalah seorang profesor yang mengajar...
BAGIKAN