Usai Habisi Sopir Go-Car, Tyas Kuliah di FE Unsri Seperti Biasa

1290

Metrobatam, Palembang – Tyas Driyantama (19) membunuh sopir Go-Car, Try Widyantoro bersama tiga temannya. Di kasus itu, satu pelaku ditembak mati, satu buron dan satu lagi ditembak kedua kakinya.

Usai membunuh Try, Tyas dan tiga teman lainnya pulang ke rumah masing-masing. Tyas menyerahkan seluruh hasil rampokan pada ketiga temannya untuk penyelesaian.

Sementara keesokan harinya, Tyas tetap kuliah seperti biasa di Jurusan Ekonomi Pembangunan Unsri, yang berada di Indralaya, Ogan Ilir. Bahkan sampai dengan 1 hari sebelum akhirnya menyerahkan diri.

“Saya tetap kuliah seperti biasa setelah kejadian. Bahkan sebelum menyerahkan diri pada Sabtu (31/3) malam, saya juga masih kuliah kuliah siangnya. Pulang kuliah baru saya sampaikan sama orang tua untuk menyerahkan diri karena baca berita dan ketakutan,” kata Tyas saat diperiksa oleh penyidik Subdit Jatanras di Mapolda Sumsel, Senin (2/4).

Setelah menyerahkan diri, Tyas mengaku menyesal dan bersedia membantu polisi untuk mengungkap keberadaan Hengki yang masih buron. Hal ini sebagai salah satu cara mengakui kesalahannya usai korban ditemukan tinggal tulang.

Terakhir, Tyas mengaku mobil hasil kejahatan itu digunakan oleh ketiga temannya untuk jalan-jalan dan mejeng bersama pacarnya. Bahkan mobil itu digunakan untuk keperluan mereka saat berada di Palembang.

Dia mengaku hanya memegang tangan dan kaki Try. “Yang eksekusi itu Poniman dan Hengki, saya hanya pegang tangan dan kaki saja. Termasuk yang memesan Go-Car dan juga buang mayat ke Muara Sungang itu mereka berdua, Bayu pegang kaki korban karena sempat melawan,” kata Tyas saat diperiksa oleh penyidik Subdit Jatanras di Mapolda Sumsel.

Saat dijerat itulah korban sempat berteriak dan minta pertolongan dengan menekan klakson mobil. Bahkan pelaku sempat mengucapakan kata terakhir sebelum akhirnya tewas.

“Jangan bunuh saya. Kalau mau ambil uang, mobil dan harta ambillah. Tetapi tolong jangan bunuh saya. Saya masih ada anak dan istri,” kata Tyas menirukan perkataan terakhir korban saat dalam kondisi dijerat.

Mendengar ucapan itu, Tyas sempat tak berani memegang tangan korban. Karna dipaksa oleh ketiga temannya ini, Tyas akhirnya kembali peegang dan menarik tangan korban. Namun Tyas sambil memejamkan mata karena panik dan takut.

Poniman dan Hengki semakin keras menarik tambang di leher korban yang duduk di kursi kemudi mobil. Sampai akhirnya korban tidak berdaya dan tewas di dalam mobilnya sendiri.

Setelah korban tewas, keempat pelaku sempat berembuk untuk membuang jasad korban. Tyas mengusulkan agar korban dikubur secara layak. Tetapi tiga teman lainnya menolak, dengan alasan keamanan dan takut dilihat orang lain.

“Saya usul untuk dimakamkan dengan layak, tapi yang lain menolak. Akhirnya dibuang ke Muara Sungsang, itu juga Poniman dan Hengki yang angkat mayat dan saya bersama Bayu tunggu di mobil,” kata Tyas mengingat kembali saat membuang jasad korban. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Ini Daftar Tim 11 Ulama Alumni 212 yang Bertemu Jokowi di Bogor

Metrobatam, Jakarta - Tim 11 Ulama Alumni 212 menjelaskan hasil pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Minggu (22/4). Anggota Penasihat Persaudaraan Alumni...

Tepis Amien Rais, Buya Syafii: Tak Benar Agama untuk Pemilu

Metrobatam, Magelang - Amien Rais mengatakan pentingnya sebuah pengajian disisipi unsur politik. Namun pendapat itu dimentahkan oleh Buya Syafii Maarif. Menurutnya, kegiatan keagamaan tidak...

Semburan Api Ledakan Sumur Minyak di Aceh hingga 100 Meter

Metrobatam, Banda Aceh – Sumur minyak tradisional di Desa Pasir Puteh, Kecamatan Ranto Pereulak, Kabupaten Aceh Timur meledak dan menyemburkan api setinggi 100 meter....

Bertemu Alumni 212, Jokowi Dinilai sebagai Pemimpin Berjiwa Besar

Metrobatam, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Minggu 22 April 2018 bertemu perwakilan ulama yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni (PA) 212 di salah...

Paspampres Wanita Kawal Jokowi di Perayaan Ekspor Xpander

Metrobatam, Jakarta - Tidak sendirian, saat menyambangi acara seremoni perdana ekspor Mitsubishi Xpander Presiden Joko Widodo terlihat dikelilingi anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) perempuan....

Mahasiswa Gantung Diri Sambil Video Call Mantan Kekasih

Metrobatam, Ketapang - Seorang mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak berinisial Al, ditemukan tak bernyawa di losmen milik saudaranya di Desa Nanga Tayap, Kecamatan Nanga...

Jauh Kalahkan Gerindra di Litbang Kompas, PDIP Akui Terbantu Jokowi

Metrobatam, Jakarta - PDIP unggul jauh dari Gerindra di survei Litbang Kompas dengan mendapat elektabilitas 33,3 persen. PDIP menyebut angka itu tak terlepas dari...

Tambang Minyak Ilegal di Aceh Meledak, 18 Orang Tewas

Metrobatam, Jakarta - Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan tambang minyak ilegal di Dusun Kamar Dingin, Gampong (Desa) Pasir Puteh, Kecamatan Rantau Peureulak, Kabupaten...

Eks Ketua Pengadilan Tinggi Manado Akui Terima Suap 110 Ribu Dolar dari Politikus Golkar

Metrobatam, Jakarta - Mantan Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Manado‎, Sulawesi Utara, Sudiwardono mengakui menerima uang senilai 110 dolar Singapura dari politikus Golkar non-aktif, Aditya...

Liga Champions: Real Madrid Tekuk Bayern Munich 2-1

Munich - Real Madrid membawa pulang kemenangan dari lawatan ke markas Bayern Munich di leg I semifinal Liga Champions. El Real memetik kemenangan 2-1...

Perpres Tenaga Kerja Asing, Moeldoko: Generasi Muda Jangan Jadi Penakut!

Metrobatam, Makassar - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengingatkan agar generasi muda jangan jadi penakut bersaing dengan tenaga kerja asing (TKA). Hal ini...

Dendam Kesumat Harimau Bonita hingga Serang Manusia

Metrobatam, Pekanbaru - Harimau Bonita saat ini telah dimasukkan ke dalam Pusat Rehabilitas Harimau Sumatera setelah menerkam manusia di Inhil, Riau. Lalu, apa yang...
BAGIKAN