Wacana Pemakzulan Trump Mulai Merambah ke Partainya Sendiri

1666

Metrobatam, Jakarta – Wacana pemakzulan Donald Trump kini mulai muncul di tubuh partainya sendiri, Republik. Keraguan terhadap kepemimpinan Sang Presiden timbul menyusul laporan yang menyebutnya sempat meminta eks Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) menghentikan penyelidikan soal hubungan mantan penasihat keamanan presiden dengan Rusia.

Anggota Kongres dari Partai Republik, Justin Amash, mengatakan pemakzulan layak dilakukan jika Trump benar-benar kedapatan menekan eks Direktur James Comey untuk menghentikan penyelidikan terkait komunikasi antara Michael Flynn dan Duta Besar Rusia untuk AS itu.

Senada dengan Amash, Carlos Curbelo, Perwakilan Partai Republik, menganggap Trump layak digulingkan jika benar-benar terbukti ingin menghalangi penegakan hukum. Dia membandingkan hal ini dengan upaya menghalangi proses peradilan yang berujung pada pemakzulan Presiden Bill Clinton dan Richard Nixon–yang lebih dulu mengundurkan diri.

“Tindakan menghalangi proses hukum dalam kasus Nixon dan Clinton di akhir 1990-an telah dianggap sebagai pelanggaran yang layak pemakzulan,” kata Curbelo, Jumat (19/5).

Curbelo dan Amash memang kerap mengkritik kebijakan dan tindakan Trump selama menjabat di Gedung Putih. Kedua anggota Kongres tersebut bahkan tidak memilih kandidat partainya itu pada pemilu November lalu.

Diberitakan The Independent, fakta bahwa politikus Republik mulai mempertimbangkan pemakzulan Trump dianggap menunjukkan besarnya pengaruh skandal yang menimpa orang nomor satu di Amerika itu terhadap perpolitikan Gedung Putih yang dinilai kian kacau.

Wacana ini sebenarnya sudah muncul sejak beberapa waktu lalu. Namun, Al Green, perwakilan Partai Demokrat dari Texas, menjadi anggota Kongres pertama yang secara resmi mengajukan tuntutan pemakzulan Trump di rapat Dewan Perwakilan, Rabu (17/5).

“Ini soal posisi saya. Ini soal kepercayaan saya. Ini soal sikap saya. Saya akan bergeming. Presiden harus dimakzulkan,” kata Green dalam rapat.

Dugaan ikut campur Trump dalam penyelidikan FBI mencuat setelah ia memecat Comey, Selasa (9/5), karena dianggap tidak bisa memimpin badan investigasi tiu secara efektif. Trump dilaporkan mengambil keputusan ini setelah mempertimbangkan rekomendasi dari Jaksa Agung Jeff Sessions.

Berdasarkan laporan New York Times, Comey sempat menulis memo berisikan pengakuan bahwa, “Presiden Trump mengatakan kepada saya, ‘Saya harap Anda dapat melihat jalan secara jelas untuk melepaskan [kasus] ini, membiarkan Flynn pergi’,”

Keberadaan memo yang diyakini ditulis sendiri oleh Comey itu dianggap menunjukkan niat Trump untuk mempengaruhi penyelidikan hukum terhadap rekan-rekannya dan Rusia. Sebab, sejumlah penyelidikan besar juga sedang berjalan untuk mengusut kebenaran kemungkinan kolusi antara Rusia dan tim kampanye Trump seiring dengan berlangsungnya penyelidikan Flynn.

Selain berkomunikasi dengan Dubes Rusia untuk AS Sergei Kislyak, Flynn juga dilaporkan mendapat bayaran sebesar US$68 ribu dari sejumlah perusahaan Rusia pada 2015 lalu.

Flynn mundur dari kabinet Trump pada Januari lalu setelah kedapatan berbohong kepada Wakil Presiden Mike Pence mengenai pertemuan dan percakapannya dengan Kislyak. Sejumlah media melaporkan, memo Comey itu ditulis setelah dirinya bertemu dengan Trump yang berlangsung sehari setelah pengunduran diri Flynn.(mb/cnn indonesia)

BERITA TERKINI

BP Batam Kembali Musnahkan Ternak Babi di Hutan Resapan Air Waduk Duriangkang

Metrobatam.com, Batam  - Tim terpadu dari Direktorat Pengamanan Badan Pengusahaan Batam serta Satpol PP dibantu kepolisian dan TNI  musnahkan ternak babi di hutan resapan...

5 Korban Ledakan di Terminal Kampung Melayu dilarikan ke RS Premier

Metrobatam.com, Jakarta - Lima korban ledakan di Terminal Kampung Melayu Jakarta Timur, dilarikan ke Rumah Sakit Premier Jatinegara, Rabu malam, demikian informasi dari tenaga...

Coast Guard Vietnam Diduga Tangkap Petugas Patroli PSDKP di Perairan Natuna

Metrobatam.com, Natuna - Kapal patroli PSDKP kembali berurusan dengan kapal pengawas negara tetangga, kali ini tepatnya kapal Hiu Macan 01  dengan petugas penjaga pantai...

Saat Jalankan Tugas, Petugas Bea dan Cukai Batam Dipukul Porter Pelabuhan Batu Ampar

Metrobatam.com, Batam - Petugas Bea dan Cukai Batam bidang P2 bernama Yudha, dapat tindakan pemukulan dilakukan porter pelabuhan Batu Ampar tepat dibagian rahang kanan.Tindakan...

Kapolda Kepri Pimpin Serah Terima Jabtan Karo OPS Polda Kepri

Metrobatam.com, Batam - Pada hari Rabu tanggal 24 Mei 2017 sekira pukul 08.00 Wib telah dilaksanakan Serah Terima Jabatan Karo Ops polda Kepri dari...

Pertamina Berharap Pemerintah Naikkan Harga Premium dan Solar

Metrobatam, Jakarta - PT Pertamina (Persero) berharap pemerintah melakukan evaluasi ulang atas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) penugasan untuk jenis premium dan solar pada...

Pimpinan Komisi Agama DPR Minta Tradisi Sidang Isbat Dihapus

Metrobatam, Jakarta - Wakil ketua Komisi VIII DPR yang membidangi urusan agama, Sodik Mudjahid meminta tradisi sidang isbat untuk menentukan awal bulan Ramadan (puasa)...

Ketika Juz (Qur’an) dan Liqo Menjadi Kode Korupsi

Metrobatam, Jakarta - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yudi Widiana Adia terseret dugaan suap proyek jalan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Yudi yang...

Real Madrid Kucurkan Rp670 M untuk Bocah 16 Tahun

Metrobatam, Jakarta - Real Madrid melakukan perjudian besar dengan merekrut pemain berusia 16 tahun dari Flamengo bernama Vinicius Junior. Namun, Vinicius baru akan bergabung...

Panglima TNI Ungkap Motif Baca Puisi ‘Tapi Bukan Kami Punya’

Metrobatam, Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo menjelaskan alasannya membacakan puisi berjudul 'Tapi Bukan Kami Punya' saat menghadiri acara Rapat Pimpinan...

Baleg DPR Minta Pendapat Zulkifli Soal ‘Kesebelasan’ Pimpinan MPR

Metrobatam, Jakarta - Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Supratman Andi Agtas menyebut usulan penambahan jumlah kursi pimpinan MPR menjadi 11 masih belum solid dari...

Cabut Banding dan Kesetiaan Ahok Pada Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Langkah terdakwa penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mencabut permohonan banding merupakan salah satu bukti kesetiaan Ahok pada sahabatnya yang...