Warga Bantul Lulusan STM Ini Mampu Ciptakan Mesin Cuci Ber-SNI

1438

Metrobatam, Bantul – Keuletan dan tekad yang besar menjadi modal utama bagi Ashari (50), pria asal Bantul untuk mewujudkan mimpi menciptakan karya bermanfaat. Berawal dari membuka jasa las dan reparasi mesin cuci, kini pria lulusan STM 2 Yogyakarta mampu memproduksi peralatan cuci berstandar nasional (SNI).

Di sebuah workshop dengan ukuran tidak cukup besar yang berada tak jauh dari rumahnya di Jalan Wonosari Km 8,5, Dusun Padangan, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul, Ashari mempekerjakan sekitar 60 warga lokal untuk membantu proses produksi mesin laundry.

Adalah Kanaba (Karya Anak Bantul), merk dagang yang dipilih untuk produk-produk yang dihasilkannya.

Bukan pekerjaan mudah bagi Ashari untuk menjalankan bisnis yang masih kategori Usaha Kecil Menengah di bawah naungan UD Hari Mukti Teknik. Berawal tahun 2008, Ashari yang jago di bidang teknik mesin dan rekayasa teknik, mencoba membuat mesin pengering pakaian sederhana, pengering padi, dan oven.

Kemudian dia ditantang oleh kenalannya untuk memproduksi mesin pengering pakaian kapasitas besar.

“Diminta membuat berkapasitas 16 kilogram, saya coba, bisa, meski masih ada keluhan, kok pakaian malah jadi kaku,” kata Ashari, ketika berbincang dengan wartawan di workshopnya, Sabtu (7/4).

Dia lantas mencoba mengutak-atik ulang, hingga akhirnya mesin pengering yang dia ciptakan mendekati sempurna dari sisi fungsi dan bentuk.

“Perlahan-lahan, pesanan mulai datang, dari kapasitas 16 kilogram, 30 kilogram, sampai 60 kilogram. Bisa custom 100-200 kilogram, dan berbagai alat laundry lain,” jelas pria kelahiran 7 Februari 1969 ini.

Hasil tak mengingkari proses. Begitu pepatah yang tepat bagi perjuangan Ashari. Pada tahun 2016, produk peralatan loundry Kanaba lolos sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Ashari mengklaim produknya yang telah masuk generasi ketiga ini berani diadu dengan produk impor, dari sisi kualitas hingga pemakaian energi listrik. Harga yang ditawarkan juga diklaim cukup bersaing.

Kini beberapa produk unggulan berhasil diciptakan, yakni mesin pengering laundry (dryer), mesin pencuci dan pemeras (washer extractor), mesin setrika (roll ironer), mesin cuci tanpa pemeras (washer capsule), dan mesin pemeras (extractor). Per bulan, workshopnya mampu memproduksi sekitar 40 unit mesin. Sekitar 88 persen pembuatan bahan baku dan 100 persen perakitan dilakukan di workshop.

Untuk jangkauan pasarnya, saat ini hampir merata ke seluruh daerah di Indonesia dan Timor Leste. Konsumen terutama dari kalangan rumah sakit, hotel, jasa laundry, hingga pabrik garmen.

“Tahun 2020 kita targetkan bisa ekspor, untuk tahap awal kemungkinan di wilayah ASEAN dulu,” imbuhnya.

Selain berorientasi bisnis, Ashari tak melupakan sisi sosial. Dalam waktu dekat ini, dia berencana membesarkan workshopnya agar bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi, sekaligus membangun lembaga pendidikan untuk mentransfer ilmu kepada para lulusan SMK di Bantul khususnya dan DIY pada umumnya.

“Saya ingin mendirikan sekolah wirausaha, mendidik anak-anak yang berkeinginan kuat hidup mandiri, lewat lembaga pendidikan nantinya dengan mengedepankan pendidikan agama agar memiliki mental antikorupsi,” tutup Ashari. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Ini Daftar Tim 11 Ulama Alumni 212 yang Bertemu Jokowi di Bogor

Metrobatam, Jakarta - Tim 11 Ulama Alumni 212 menjelaskan hasil pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Minggu (22/4). Anggota Penasihat Persaudaraan Alumni...

Tepis Amien Rais, Buya Syafii: Tak Benar Agama untuk Pemilu

Metrobatam, Magelang - Amien Rais mengatakan pentingnya sebuah pengajian disisipi unsur politik. Namun pendapat itu dimentahkan oleh Buya Syafii Maarif. Menurutnya, kegiatan keagamaan tidak...

Semburan Api Ledakan Sumur Minyak di Aceh hingga 100 Meter

Metrobatam, Banda Aceh – Sumur minyak tradisional di Desa Pasir Puteh, Kecamatan Ranto Pereulak, Kabupaten Aceh Timur meledak dan menyemburkan api setinggi 100 meter....

Bertemu Alumni 212, Jokowi Dinilai sebagai Pemimpin Berjiwa Besar

Metrobatam, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Minggu 22 April 2018 bertemu perwakilan ulama yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni (PA) 212 di salah...

Paspampres Wanita Kawal Jokowi di Perayaan Ekspor Xpander

Metrobatam, Jakarta - Tidak sendirian, saat menyambangi acara seremoni perdana ekspor Mitsubishi Xpander Presiden Joko Widodo terlihat dikelilingi anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) perempuan....

Mahasiswa Gantung Diri Sambil Video Call Mantan Kekasih

Metrobatam, Ketapang - Seorang mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak berinisial Al, ditemukan tak bernyawa di losmen milik saudaranya di Desa Nanga Tayap, Kecamatan Nanga...

Jauh Kalahkan Gerindra di Litbang Kompas, PDIP Akui Terbantu Jokowi

Metrobatam, Jakarta - PDIP unggul jauh dari Gerindra di survei Litbang Kompas dengan mendapat elektabilitas 33,3 persen. PDIP menyebut angka itu tak terlepas dari...

Tambang Minyak Ilegal di Aceh Meledak, 18 Orang Tewas

Metrobatam, Jakarta - Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan tambang minyak ilegal di Dusun Kamar Dingin, Gampong (Desa) Pasir Puteh, Kecamatan Rantau Peureulak, Kabupaten...

Eks Ketua Pengadilan Tinggi Manado Akui Terima Suap 110 Ribu Dolar dari Politikus Golkar

Metrobatam, Jakarta - Mantan Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Manado‎, Sulawesi Utara, Sudiwardono mengakui menerima uang senilai 110 dolar Singapura dari politikus Golkar non-aktif, Aditya...

Liga Champions: Real Madrid Tekuk Bayern Munich 2-1

Munich - Real Madrid membawa pulang kemenangan dari lawatan ke markas Bayern Munich di leg I semifinal Liga Champions. El Real memetik kemenangan 2-1...

Perpres Tenaga Kerja Asing, Moeldoko: Generasi Muda Jangan Jadi Penakut!

Metrobatam, Makassar - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengingatkan agar generasi muda jangan jadi penakut bersaing dengan tenaga kerja asing (TKA). Hal ini...

Dendam Kesumat Harimau Bonita hingga Serang Manusia

Metrobatam, Pekanbaru - Harimau Bonita saat ini telah dimasukkan ke dalam Pusat Rehabilitas Harimau Sumatera setelah menerkam manusia di Inhil, Riau. Lalu, apa yang...
BAGIKAN