Warga Bantul Lulusan STM Ini Mampu Ciptakan Mesin Cuci Ber-SNI

Metrobatam, Bantul – Keuletan dan tekad yang besar menjadi modal utama bagi Ashari (50), pria asal Bantul untuk mewujudkan mimpi menciptakan karya bermanfaat. Berawal dari membuka jasa las dan reparasi mesin cuci, kini pria lulusan STM 2 Yogyakarta mampu memproduksi peralatan cuci berstandar nasional (SNI).

Di sebuah workshop dengan ukuran tidak cukup besar yang berada tak jauh dari rumahnya di Jalan Wonosari Km 8,5, Dusun Padangan, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul, Ashari mempekerjakan sekitar 60 warga lokal untuk membantu proses produksi mesin laundry.

Adalah Kanaba (Karya Anak Bantul), merk dagang yang dipilih untuk produk-produk yang dihasilkannya.

Bukan pekerjaan mudah bagi Ashari untuk menjalankan bisnis yang masih kategori Usaha Kecil Menengah di bawah naungan UD Hari Mukti Teknik. Berawal tahun 2008, Ashari yang jago di bidang teknik mesin dan rekayasa teknik, mencoba membuat mesin pengering pakaian sederhana, pengering padi, dan oven.

Kemudian dia ditantang oleh kenalannya untuk memproduksi mesin pengering pakaian kapasitas besar.

“Diminta membuat berkapasitas 16 kilogram, saya coba, bisa, meski masih ada keluhan, kok pakaian malah jadi kaku,” kata Ashari, ketika berbincang dengan wartawan di workshopnya, Sabtu (7/4).

Dia lantas mencoba mengutak-atik ulang, hingga akhirnya mesin pengering yang dia ciptakan mendekati sempurna dari sisi fungsi dan bentuk.

“Perlahan-lahan, pesanan mulai datang, dari kapasitas 16 kilogram, 30 kilogram, sampai 60 kilogram. Bisa custom 100-200 kilogram, dan berbagai alat laundry lain,” jelas pria kelahiran 7 Februari 1969 ini.

Hasil tak mengingkari proses. Begitu pepatah yang tepat bagi perjuangan Ashari. Pada tahun 2016, produk peralatan loundry Kanaba lolos sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Ashari mengklaim produknya yang telah masuk generasi ketiga ini berani diadu dengan produk impor, dari sisi kualitas hingga pemakaian energi listrik. Harga yang ditawarkan juga diklaim cukup bersaing.

Kini beberapa produk unggulan berhasil diciptakan, yakni mesin pengering laundry (dryer), mesin pencuci dan pemeras (washer extractor), mesin setrika (roll ironer), mesin cuci tanpa pemeras (washer capsule), dan mesin pemeras (extractor). Per bulan, workshopnya mampu memproduksi sekitar 40 unit mesin. Sekitar 88 persen pembuatan bahan baku dan 100 persen perakitan dilakukan di workshop.

Untuk jangkauan pasarnya, saat ini hampir merata ke seluruh daerah di Indonesia dan Timor Leste. Konsumen terutama dari kalangan rumah sakit, hotel, jasa laundry, hingga pabrik garmen.

“Tahun 2020 kita targetkan bisa ekspor, untuk tahap awal kemungkinan di wilayah ASEAN dulu,” imbuhnya.

Selain berorientasi bisnis, Ashari tak melupakan sisi sosial. Dalam waktu dekat ini, dia berencana membesarkan workshopnya agar bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi, sekaligus membangun lembaga pendidikan untuk mentransfer ilmu kepada para lulusan SMK di Bantul khususnya dan DIY pada umumnya.

“Saya ingin mendirikan sekolah wirausaha, mendidik anak-anak yang berkeinginan kuat hidup mandiri, lewat lembaga pendidikan nantinya dengan mengedepankan pendidikan agama agar memiliki mental antikorupsi,” tutup Ashari. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Bangun Tol di Lampung dan Sumsel, Bank Mandiri Kucurkan Rp 2,041 T

Metrobatam, Jakarta - Bank Mandiri terus memperkuat dukungan pada percepatan pembangunan proyek infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas dan memangkas biaya pergerakan barang dan jasa. Salah satu...

Kontroversi Prabowo Teriak Pemerintah Ugal-ugalan

Metrobatam, Jakarta - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut pemerintahan Kabinet Kerja ugal-ugalan dalam mengelola negara. Kabinet Kerja...

Polisi Tegaskan Peluru Nyasar di DPR Bukan Dilepaskan Sniper

Metrobatam, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menegaskan peluru yang menyasar ke ruang kerja dua anggota DPR...

Demokrat Bela Andi Arief soal Cuitan ke Prabowo

Metrobatam, Jakarta - Partai Demokrat membela kadernya yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Andi Arief terkait kicauannya di Twitter beberapa waktu lalu. Dalam kicaunya Andi...

Surabaya Punya Sesar Aktif, Risma Siapkan Antisipasi Gempa

Metrobatam, Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini buka suara menanggapi adanya dua sesar aktif di yang berada di Kota Surabaya. Risma mengaku dirinya...

Anies Bongkar 4 Poin Perda Tibum untuk Legalkan Becak di Jakarta

Metrobatam, Jakarta - Salah satu janji Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan adalah kembali membolehkan becak beroperasi di kawasan tertentu. Buat memuluskan niatnya, dia mengajukan...

Prabowo Sebut Negara Ugal-ugalan, Djarot: Maklum Belum Ada Pengalaman

Metrobatam, Jakarta - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan mimpi Indonesia jaya luntur akibat negara dikelola secara ugal-ugalan. Anggota Tim Kampanye Daerah Joko...

Tahun 2019, Kepala Daerah yang Tidak Menaikkan UMP Bakal Dipecat

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 sebesar 8,03%. Peningkatan nilai UMP tersebut berdasarkan formula penambahan dari pertumbuhan...

Timses Jokowi Pilih Kampanye Kreatif Ketimbang Negatif

Metrobatam, Jakarta - Direktur Informasi dan Komunikasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Dwi Badarmanto menyatakan tim sukses (Timses) Joko Widodo-Ma'ruf Amin enggan mengikuti...

Karena Miskin, Satu Keluarga di Pelalawan Riau Tinggal di Hutan

Metrobatam, Pekanbaru - Satu keluarga dikabarkan tinggal di sebuah hutan di Desa Muda Setia, Kecamatan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan, Riau. Mereka terpaksa tinggal di...

Prabowo Tuding Pemerintahan Jokowi Ugal-ugalan Kelola Negara

Metrobatam, Jakarta - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan bahwa mimpi mengembalikan kejayaan Indonesia di masa silam menjadi luntur karena negara dikelola...

JK: Kampanye Negatif Kadang Tak Bisa Dihindari

Metrobatam, Jakarta - Presiden PKS Sohibul Iman mempersilakan kader-kadernya melakukan kampanye negatif. Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), kampanye negatif memang kadang-kadang tak bisa...
SHARE