Warga Karimun Kesal Masih Kesulitan Air Bersih

362

Metrobatam.com, Karimun – Ribuan warga di empat Kecamatan di Pulau Karimun Besar khususnya di Kelurahaan Sei Lakam, Kecamatan Karimun dan sekitarnya masih kesulitan mendapatkan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PADM) Tirta Karimun. “Krisis air bersih di Karimun khusunya di wilayah Sei Lakam dan sekitarnya yang tak kunjung terselesaikan membuat masyarakat merasa muak. Kami menilai selama 16 tahun Kabupaten Karimun berdiri sampai saat ini tak kunjung ada solusi konkrit dan pelanggan air bersih tak kunjung dapat merasakan aliran air yang normal,” sesal warga Karimun,  Amril Tanjung di Pasar Puakang, Minggu (29/5).

Amril mengatakan mestinya kebijakan Pemerintah Kabupaten Karimun  memisahkan PDAM Tirta Karimun dari Perusda Karimun bisa secara perlahan sehingga bisa mengatasi sedikit banyak nya persoalan hajat hidup orang banyak masyarakat diKarimun akan ketersediaan air bersih.

“Jadi jangan hanya tinjau meninjau saja dan itu terus yang dilakukan. Soal solusi yang sudah dilakukan memang kita melihat ada perbaikan, tapi itu pun belum mampu mengatasi krisis air bersih sampai saat ini. di Sungai Lakam Timur sudah bertahun-tahun air bersih tidak dapat dirasakan meskipun jaringan sudah terpasang. Tapi anehnya pelanggan setiap bulan diwajibkan bayar, memang kita paham ada bayar beban, tapi tolong la mikir bertahun-tahun air tidak mengalir bukan cuma setahun atau dua tahun,” sesal Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Karimun ini.

Pria yang akrab disapa Alen ini mengatakan, masyarakat butuh solusi konkrit dan tidak butuh kegiatan tinjau- meninjau yang hanya memberikan angin surga tanpa bukti.
Ia juga berharap kepada Dirut PDAM Tirtha Karimun agar mampu mengemban amanah dan dapat segera mengalirkan air bersih ke pelanggan. Khususnya di wilayah Sungai Lakam Timur tempat dimana ia tinggal yang sudah bertahun-tahun air tak mengalir normal.
“Kami tidak lagi menunggu hujan turun, karena sekarang ini pun hujan tidak menghasilkan air di sumur.Jadi masyarakat sekarang ini menanti aliran air normal dari pipa PDAM,” katanya.

Kata Amril sejak Kabupaten Karimun berdiri sampai sekarang krisis air bersih masih dirasakan oleh warga Pulau Karimun seperti di Sei Lakam dan sekitarnya. Solusi kongkrit yang diharapkan dari Pemerintah Daerah untuk mengatasi persoalan air bersih ini tidak kunjung terealisasi menimal menjamin adanya ketersediaan air bersih ke pelanggan PDAM Tirtha Karimun

Bahkan kata Amril,  sampai saat ini sejak era zaman Bupati Nurdin Basirun hingga era Bupati Aunur Rafiq dan sejak Era Presiden Megawati, SBY sampai Era Presiden Jokowi, warga terpaksa membeli air dari lori-lori air yang berkeliling menjual air ke permukiman penduduk. Air yang dijual lori-lori itu sebagian berasal dari waduk-waduk bekas galian timah, seperti waduk depan RSUD Karimun,dan sebagian lagi bersumber dari sumur bor milik warga.

“Sumber air bersih melimpah ruah. Jarak Waduk Bati dengan Waduk Sentani juga tidak begitu jauh, hanya sekitar satu kilometer, tapi konektivitas dua waduk itu tidak kunjung juga bisa dilakukan sehingga berdampak kepada ribuan pelanggan PDAM Tirta Karimun,” kata Amril

“Harga air lori mahal, tapi kami terpaksa beli karena kran di kamar mandi tidak mengeluarkan air sejak tiga bulan lalu,” ucap warga Kolong, Enol. Ia mengatakan, dirinya membeli air dari lori-lori itu untuk kebutuhan mencuci dan mandi. “Kalau untuk minum kami beli air galon, kami ragu minum air lori karena tidak terjamin kebersihannya,” ucapnya.

Direktur Utama Perusda Karimun Indra Santo dalam satu kesempatan mengaku belum mampu memenuhi kebutuhan pasokan air bersih para pelanggan. “Kami sudah berupaya menghubungkan Waduk Bati dengan Waduk Dang Merdu, tapi belum maksimal karena kecepatan aliran air dalam pipa melambat,” ucapnya.

Sementara, kata Indra Santo, pembangunan jaringan pipa ke waduk-waduk lain membutuhkan biaya yang relatif besar sehingga tidak bisa direalisasikan dalam waktu singkat.

Sementara mantan anggota DPRD Karimun Raja Zuriantiaz, menyampaikan kondisi krisis ketersediaan air bersih yang normal bagi para pelanggan PDAM Tirta Karimun, kondisi ini menjadi bukti bahwa kepala daerah saat ini tidak memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat Karimun, khususnya masalah air bersih yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah sebagaimana diamanatkan undang-undang.

“Dua periode kepemimpinan kepala daerah saat ini tak bisa memberikan solusi. Apa kerja kepala daerah selama itu kalau tidak memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat tersebut. Kepala Daerah mestinya peka dengan situasi dan kondisi di lapangan dan di tubuh PDAM Tirta Karimun itu sendiri ,” Raja Zuriantiaz ditemui di Aston Karimun City Hotel, Minggu (29/5).

Ia mengatakan, persoalan krisis air bersih juga membuktikan kebijakan yang tidak pro rakyat. Visi dan misi Kabupaten Karimun tentang peningkatan daya saing perekonomian daerah, menurut dia tidak akan pernah terwujud jika kebutuhan dasar masyarakat saja tidak terpenuhi.

“Jika alasan keuangan yang menjadi hambatan dalam melakukan konektivitas antar waduk jelas tidak bisa diterima. PAD dari sektor tambang saja mencapai Rp 200 miliar, dan nilai APBD mencapai Rp1 triliun setiap tahunnya, tidak mungkin tidak mencukupi untuk mengalokasikan anggaran untuk konektivitas antar waduk,” katanya. (Mb/Haluan kepri)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Luhut Minta Masuknya Pekerja China Tak Dijadikan Isu SARA

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berharap, masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China tidak digulirkan sebagai isu Suku, Agama,...

Polisi Undang Ahli untuk Pelajari Pidato Pribumi Anies

Metrobatam, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Polri masih mempelajari dugaan tindak pidana diskriminatif ras dan etnis yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies diduga...

MK Pupuskan Mimpi 4 Bupati Pulau Garam Bikin Provinsi Madura

Metrobatam, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) memupuskan mimpi para kepala daerah di Madura yang menginginkan dibentuknya Provinsi Madura. MK menyatakan syarat provinsi minimal 5...

Miris! Tiga Anak Bawah Umur Ini Silih Berganti ‘Begituan’ di WC

Metrobatam, Pontianak - Kids jaman now. Kalimat gabungkan dua bahasa dengan arti 'anak-anak jaman sekarang' ini memang lagi trend. Betapa tidak, kenakalan-kenakalan anak-anak diera...

Wajah Digerogoti Kanker, Mbah Jiyem Bertahan dengan Obat Puskesmas

Metrobatam, Boyolali - Kondisi wajah Mbah Jiyem digerogoti kanker. Meski sudah pernah dioperasi, kondisinya tak semakin membaik. Mbah Jiyem tidak bisa menjalani kemoterapi karena...

Begini Cara Pantau Lokasi Teman di WhatsApp

Metrobatam, Jakarta - WhatsApp mengumumkan fitur baru yang penting, Live Location. Banyak yang penasaran, bagaimana cara menggunakan fitur yang bisa digunakan sebagai pemantau lokasi...

Realisasi Fisik Capai 70,38 Persen, Bupati Bintan Tegaskan Seluruh OPD Segera Penuhi Target

Metrobatam.com, Bintan - Diketahui saat Rakor Evaluasi Pembangunan Triwulan ke lII Tahun 2017, bahwa Laporan Realisasi Kinerja Pembangunan Fisik Kabupaten Bintan sudah mencapai angka...

Kesal Kena Tilang, Pegawai Dinas PU Ini Matikan Aliran Air ke Asrama Polisi

KAYONG UTARA, – Kesal karena ditiling polisi, seorang pegawai kontrak di UPT Air Bersih Dinas Pekerjaan Umum Kota Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, sengaja merusak sistem...

Jakarta Masuk 10 Kota Paling Berbahaya di Dunia Bagi Perempuan

London - Jakarta berada di peringkat sembilan dalam daftar kota besar atau megacity yang paling berbahaya di dunia untuk perempuan, berdasarkan survei Yayasan Thomson...

Cerita Mengerikan Perempuan yang Lolos dari Kelompok ISIS

Baghdad - Komunitas Syiah Turkmenistan di Irak menjadi sasaran penganiayaan brutal oleh kelompok yang menamakan diri negara Islam (ISIS). Seorang perempuan, yang meminta untuk tidak...

PR PLN: Terangi 104 Desa di Kepri yang Belum Teraliri Listrik

Metrobatam, Batam - Ternyata masih cukup banyak desa terpencil Kepulauan Riau (Kepri) yang masih belum teraliri listrik. Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat saat ini...

Innalillahi! Diduga Ditusuk, Ketua DPRD Kolaka Utara Meninggal Dunia

Metrobatam, Kendari - Ketua Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira meninggal dunia akibat luka tusuk, Rabu. Kasubbid Pidana Polda...
BAGIKAN