Warga Karimun Kesal Masih Kesulitan Air Bersih

364

Metrobatam.com, Karimun – Ribuan warga di empat Kecamatan di Pulau Karimun Besar khususnya di Kelurahaan Sei Lakam, Kecamatan Karimun dan sekitarnya masih kesulitan mendapatkan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PADM) Tirta Karimun. “Krisis air bersih di Karimun khusunya di wilayah Sei Lakam dan sekitarnya yang tak kunjung terselesaikan membuat masyarakat merasa muak. Kami menilai selama 16 tahun Kabupaten Karimun berdiri sampai saat ini tak kunjung ada solusi konkrit dan pelanggan air bersih tak kunjung dapat merasakan aliran air yang normal,” sesal warga Karimun,  Amril Tanjung di Pasar Puakang, Minggu (29/5).

Amril mengatakan mestinya kebijakan Pemerintah Kabupaten Karimun  memisahkan PDAM Tirta Karimun dari Perusda Karimun bisa secara perlahan sehingga bisa mengatasi sedikit banyak nya persoalan hajat hidup orang banyak masyarakat diKarimun akan ketersediaan air bersih.

“Jadi jangan hanya tinjau meninjau saja dan itu terus yang dilakukan. Soal solusi yang sudah dilakukan memang kita melihat ada perbaikan, tapi itu pun belum mampu mengatasi krisis air bersih sampai saat ini. di Sungai Lakam Timur sudah bertahun-tahun air bersih tidak dapat dirasakan meskipun jaringan sudah terpasang. Tapi anehnya pelanggan setiap bulan diwajibkan bayar, memang kita paham ada bayar beban, tapi tolong la mikir bertahun-tahun air tidak mengalir bukan cuma setahun atau dua tahun,” sesal Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Karimun ini.

Pria yang akrab disapa Alen ini mengatakan, masyarakat butuh solusi konkrit dan tidak butuh kegiatan tinjau- meninjau yang hanya memberikan angin surga tanpa bukti.
Ia juga berharap kepada Dirut PDAM Tirtha Karimun agar mampu mengemban amanah dan dapat segera mengalirkan air bersih ke pelanggan. Khususnya di wilayah Sungai Lakam Timur tempat dimana ia tinggal yang sudah bertahun-tahun air tak mengalir normal.
“Kami tidak lagi menunggu hujan turun, karena sekarang ini pun hujan tidak menghasilkan air di sumur.Jadi masyarakat sekarang ini menanti aliran air normal dari pipa PDAM,” katanya.

Kata Amril sejak Kabupaten Karimun berdiri sampai sekarang krisis air bersih masih dirasakan oleh warga Pulau Karimun seperti di Sei Lakam dan sekitarnya. Solusi kongkrit yang diharapkan dari Pemerintah Daerah untuk mengatasi persoalan air bersih ini tidak kunjung terealisasi menimal menjamin adanya ketersediaan air bersih ke pelanggan PDAM Tirtha Karimun

Bahkan kata Amril,  sampai saat ini sejak era zaman Bupati Nurdin Basirun hingga era Bupati Aunur Rafiq dan sejak Era Presiden Megawati, SBY sampai Era Presiden Jokowi, warga terpaksa membeli air dari lori-lori air yang berkeliling menjual air ke permukiman penduduk. Air yang dijual lori-lori itu sebagian berasal dari waduk-waduk bekas galian timah, seperti waduk depan RSUD Karimun,dan sebagian lagi bersumber dari sumur bor milik warga.

“Sumber air bersih melimpah ruah. Jarak Waduk Bati dengan Waduk Sentani juga tidak begitu jauh, hanya sekitar satu kilometer, tapi konektivitas dua waduk itu tidak kunjung juga bisa dilakukan sehingga berdampak kepada ribuan pelanggan PDAM Tirta Karimun,” kata Amril

“Harga air lori mahal, tapi kami terpaksa beli karena kran di kamar mandi tidak mengeluarkan air sejak tiga bulan lalu,” ucap warga Kolong, Enol. Ia mengatakan, dirinya membeli air dari lori-lori itu untuk kebutuhan mencuci dan mandi. “Kalau untuk minum kami beli air galon, kami ragu minum air lori karena tidak terjamin kebersihannya,” ucapnya.

Direktur Utama Perusda Karimun Indra Santo dalam satu kesempatan mengaku belum mampu memenuhi kebutuhan pasokan air bersih para pelanggan. “Kami sudah berupaya menghubungkan Waduk Bati dengan Waduk Dang Merdu, tapi belum maksimal karena kecepatan aliran air dalam pipa melambat,” ucapnya.

Sementara, kata Indra Santo, pembangunan jaringan pipa ke waduk-waduk lain membutuhkan biaya yang relatif besar sehingga tidak bisa direalisasikan dalam waktu singkat.

Sementara mantan anggota DPRD Karimun Raja Zuriantiaz, menyampaikan kondisi krisis ketersediaan air bersih yang normal bagi para pelanggan PDAM Tirta Karimun, kondisi ini menjadi bukti bahwa kepala daerah saat ini tidak memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat Karimun, khususnya masalah air bersih yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah sebagaimana diamanatkan undang-undang.

“Dua periode kepemimpinan kepala daerah saat ini tak bisa memberikan solusi. Apa kerja kepala daerah selama itu kalau tidak memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat tersebut. Kepala Daerah mestinya peka dengan situasi dan kondisi di lapangan dan di tubuh PDAM Tirta Karimun itu sendiri ,” Raja Zuriantiaz ditemui di Aston Karimun City Hotel, Minggu (29/5).

Ia mengatakan, persoalan krisis air bersih juga membuktikan kebijakan yang tidak pro rakyat. Visi dan misi Kabupaten Karimun tentang peningkatan daya saing perekonomian daerah, menurut dia tidak akan pernah terwujud jika kebutuhan dasar masyarakat saja tidak terpenuhi.

“Jika alasan keuangan yang menjadi hambatan dalam melakukan konektivitas antar waduk jelas tidak bisa diterima. PAD dari sektor tambang saja mencapai Rp 200 miliar, dan nilai APBD mencapai Rp1 triliun setiap tahunnya, tidak mungkin tidak mencukupi untuk mengalokasikan anggaran untuk konektivitas antar waduk,” katanya. (Mb/Haluan kepri)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

bright PLN Batam Jamin Tak Ada Pemadaman Jelang Natal dan Tahun Baru

Metrobatam.com, Batam -bright PLN Batam Provinsi Kepulauan Riau menjamin tidak akan melakukan pemadaman jelang natal dan tahun baru, mulai Selasa (19/12) mendatang hingga perayaan...

Hakim Kusno Gugurkan Praperadilan Setnov, Kuasa Hukum: Kami Hormati

Metrobatam, Jakarta - Hakim Tunggal Kusno menetapkan praperadilan mantan ketua DPR Setya Novanto (Setnov) sebagai tersangka korupsi pengadaan e-KTP gugur dan tidak dilanjutkan. Pernyataan itu...

Diduga Palsukan Dokumen Munaslub, Petinggi Golkar Dipolisikan

Metrobatam, Jakarta - Gerakan Muda Partai Golkar melaporkan tiga orang yang diduga petinggi Partai Golkar ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Ketiga orang tersebut...

Mau Bawa Sabu ke Surabaya, 2 Calon Penumpang Ditangkap di Bandara Hang Nadim Batam

Metrobatam.com, Batam - Sat Res Narkoba Polresta Barelang telah mengamankan 2 orang penumpang pria yang didapati membawa Narkoba jenis Sabu, Rabu (13/12/2017) malam. Sebelumnya, Petugas...

Liem Swie King dan Eddy Hartono Terharu dengan Perhatian Pemerintah

Metrobatam, Jakarta - Sejumlah atlet legendaris Indonesia menerima penghargaan dari pemerintah. Perhatian ini bikin pahlawan bulutangkis, Liem Swie King dan Eddy Hartono, terharu. Liem merupakan...

Usai Terpilih, Airlangga Pastikan Golkar Tetap Dukung Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar terpilih Airlangga Hartarto memastikan partainya bakal mendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla hingga 2019. Airlangga juga menegaskan Golkar...

Menristek Copot Wakil Rektor Universitas Trisakti

Metrobatam, Jakarta - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mencopot jabatan Yuswar Zainul Basri sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Trisakti....

Pemkab Rohil Nunggak Rp 12 Miliar, Lampu Jalan Dimatikan PLN

Metrobatam, Pekanbaru - PLN Wilayah Riau-Kepri terpaksa memadamkan listrik Penerangan Jalam Umum (PJU) di Bagansiapiapi, ibu kota Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Sebab, pemkab nunggak...

Inilah Kisah Praperadilan Novanto yang Gugur Sehari Jelang Putusan

Metrobatam, Jakarta - Jaksa KPK membacakan dakwaan untuk Setya Novanto dalam perkara korupsi proyek e-KTP, Rabu (13/12). Dengan dimulainya sidang pokok perkara, upaya gugatan...

4 Fakta Inilah yang Bikin Setya Novanto Jadi Pesakitan e-KTP

Metrobatam, Jakarta - Peran Setya Novanto dibeberkan jaksa pada KPK dalam surat dakwaan yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Mulai dari...

Ngaku Sakit Hingga Jalan Bungkuk, Seperti Ini Kronologis Jalannya Sidang Novanto

Metrobatam, Jakarta - Terdakwa kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto, menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/12). Sepanjang sidang, Novanto terlihat sering menunduk. Di waktu...

Airlangga Jadi Ketum, Aziz Syamsuddin Pasrahkan

Metrobatam, Jakarta - Ketua DPP Partai Golkar Aziz Syamsuddin mengklaim dirinya sudah legowo karena tidak menjadi salah satu calon pengganti Setya Novanto sebagai ketua...
BAGIKAN