Wiranto Minta Kemendagri Hidupkan Kembali Siskamling

1369

Metrobatam, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto telah mengimbau Kementerian Dalam Negeri untuk menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling). Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi tumbuhnya aksi terorisme.

“Saya selalu mengatakan, ayo menggalakkan kembali siskamling yang diorganisir oleh masyarakat sebagai pendeteksi dini,” ujar Wiranto di kantor Kemenko Polhukam di Jakarta, Selasa (4/7).

Wiranto berpendapat, siskamling berperan tinggi dalam mengawasi pergerakkan teroris. Ia menyatakan, dalam waktu dekat Kemdagri akan membuat Peraturan Mendagri tentang siskamling yang di dalamnya juga mengatur sinergi antara masyarakat dengan Polri dan TNI di daerah masing-masing.

Lebih lanjut, Wiranto menuturkan, masyarakat harus dilibatkan bersama kepolisian dalam menjaga keamanan. Ia berkata, masyarakat adalah agen yang paling potensial untuk mengamati dan mendeteksi pergerakan teroris.

“Teroris itu ada di lingkungan masyarakat. Tentunya, masyarakat paling duluan tahu ada perilaku ada orang yang diduga sebagai teroris,” ujarnya.

Sementara itu, Wiranto kembali menjelaskan, terorisme merupakan gerakan yang bergerak secara diam-diam dan tersembunyi. Akan tetapi, ia berkata, gerakan itu tetap melibatkan orang-orang yang berada atau tinggal di lingkungan masyarakat.

Dia mengatakan, gerakan teroris bisa dideteksi selama masyarakat ikut berpartisipasi menjaga keamanan, salah satunya dengan menghidupkan kembali siskamling.

Pada akhir tahun lalu, Mendagri Tjahjo Kumolo telah memerintahkan pengurus rukun tetangga dan rukun warga (RT/RW) mengembangkan kembali siskamling. Instruksi tersebut untuk merespons maraknya penemuan bom di beberapa daerah jelang akhir tahun.

Dia mengatakan, pengembangan siskamling diperlukan sebagai upaya deteksi dini keberadaan teroris. Tjahjo juga mengimbau warga memperkuat koordinasi antartokoh agama, masyarakat, dan adat untuk mengantisipasi ancaman teror.

Hari ini, sebuah bendera ISIS dipajang di pagar Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Seorang warga dan petugas kepolisian yang berjaga menemukan bendera itu sekitar pukul 05.30 WIB. Sebuah pesan bernada ancaman juga ditemukan tak jauh dari bendera.

Sementara pada Jumat (30/6), seorang yang diduga bersimpati dengan gerakan ISIS, Mulyadi menusuk dua anggota Brimob usai salat Isya di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan.

Pelaku ditembak mati oleh aparat setelah dia diduga melakukan perlawanan ketika melarikan diri ke arah Terminal Blok M.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Rikwanto menduga Mulyadi bertindak sendiri alias lone wolf. Mulyadi diyakini bergerak di diluar struktur jaringan teroris karena tidak tergabung dalam kelompok-kelompok jaringan teroris yang ada di Indonesia.(mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Polisi Tetapkan Tekong dan 4 ABK Pembawa TKI Ilegal Jadi Tersangka

Metrobatam.com, Batam - Telah berlangsung Konferensi Pers kasus izin pelayaran dengan 5 tersangka di Mako Dirpolair Polda Kepri, Sekupang, Batam, Jumat (20/4/2018). 5 orang yang terdiri...

Imam Besar Masjid Raya New York Asal Sulsel Bangun Pesantren Pertama di AS

Metrobatam, Jakarta - Imam Besar Masjid Raya New York, Amerika Serikat Muhammad Shamsi Ali berencana membangun pesantren Nusantara Madani. Pesantren itu akan dibangun di...

Rizal Ramli Buka ‘Akal-akalan’ Boediono di Indover – Century

Metrobatam, Jakarta - Pengamat ekonomi Rizal Ramli membeberkan dugaan kejahatan yang dilakukan oleh mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono terkait dengan rencana penyelamatan Bank Indonesia...

Ancaman Hukuman Mati Menanti Penyelundup 1,6 Ton Sabu

Metrobatam, Jakarta - Gerombolan penyelundup 1,6 ton sabu di Batam, Kepulauan Riau, terancam hukuman maksimal. Jaksa Agung M Prasetyo memastikan langsung agar mereka mendapatkan...

Dirut Pertamina Elia Dicopot karena Minyak Tumpah dan Kelangkaan Premium

Metrobatam, Jakarta - Elia Massa Manik dicopot dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)...

Menaker: Aturan Baru Tenaga Kerja Asing Jangan Buat Adu Domba

Metrobatam, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri meminta semua pihak tidak mengadu domba pemerintah dengan masyarakat soal aturan baru tenaga kerja asing. Ia...

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 17 Mei

Metrobatam, Jakarta - Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan tahun ini jatuh pada 17 Mei mendatang. Sedangkan 1 Syawal 1439 Hijriah atau Hari Raya...

Pimpinan KPK: TPPU untuk Novanto Harus Jalan

Metrobatam, Jakarta - KPK bicara soal penerapan jeratan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk Setya Novanto. Namun, kepastian soal itu masih memerlukan kajian mendalam...

Kemlu Sebut Ada 2 Ribu WNI yang Berada di Suriah

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sebut masih ada sekitar 2 ribu warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Suriah. Mayoritas WNI di...

Ini Kata Mendag soal Dampak Positif dan Negatif Libur Lebaran Ditambah

Metrobatam, Jakarta - Cuti bersama Lebaran ditambah 3 hari. Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjelaskan tambahan libur itu ada dampak positif...

Kapolri: Polisi Jadi Bandar Narkoba Tembak Mati!

Metrobatam, Pekanbaru - Anggota Polri yang tersandung masalah hukum diperintahkan untuk tetap diusut tuntas. Bagi yang terlibat narkoba hingga menjadi bandar narkoba diminta untuk...

Polisi Minta Anak Buah Big Bos Miras Maut Serahkan Diri

Metrobatam, Bandung - Polisi meminta empat anak buah Samsudin Simbolon, bos miras oplosan maut, yang masih buron menyerahkan diri. "Kita minta supaya menyerahkan diri. Karena...
BAGIKAN