Wiranto Siapkan Lapas Koruptor di Pulau Terpencil

Metrobatam, Jakarta – Menteri Koordintaor Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menyebut posisi Lembaga Permasyarakatan yang berada di kawasan perkotaan menjadi masalah utama penggunaan Lapas sering disalahgunakan.

Menurut Wiranto, lapas untuk koruptor seharusnya berada di kawasan pulau-pulau terluar Indonesia. “Masalah utama sebenarnya adalah lokasi. Harusnya lapas itu ada di pulau terluar dan terpencil, tapi jangan terpencil-terpencil amat yah,” kata Wiranto di kompleks Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (23/5).

Wiranto menyatakan pemerintah saat ini tengah melakukan kajian untuk memindahkan lapas-lapas yang ada di perkotaan beserta isinya ke kawasan pulau terluar.

“Ini sedang dibuat suatu kajian bagaimana memindahkan lapas-lapas itu ke Pulau-pulau luar,” katanya.

Lapas-lapas yang ada saat ini diakui Wiranto memang memiliki posisi yang kurang strategis. Misalnya Lapas Sukamiskin dan Lapas Cipinang. Keduanya memang terkenal sebagai Lapas kelas I.

Selain posisi strategis yang berada di tengah kota, Lapas ini juga disebut memiliki fasilitas yang tak lazim untuk para terpidananya.

Lokasi lapas di perkotaan dianggap menyebabkan fungsi dan esensi lapas yang semula untuk membina para terpidana malah berubah hanya sekadar tempat peristirahatan.

“Lapas itu kan memang peninggalan zaman Belanda, dulu memang ada di pinggiran kota. Tapi sekarang republik ini kan berkembang jadi posisinya geser malah di tengah kota, maka tentu harus segera dialihkan agar sesuai kembali esensi dan fungsinya,” terang Wiranto.

“Sekarang terkendala lokasi. Memang pemerintah dan Pak Presiden juga setuju memindahkan lapas ini atau bagaimana membuat lapas yang lebih ideal,” kata Wiranto.

Dia pun menyebut pihaknya telah memilih beberapa pulau yang bisa digunakan untuk pembangunan lapas baru bagi para terpidana koruptor.

Kata dia, dari 17.000 Pulau terpencil yang diakui Indonesia ada sekitar 6.000 pulau yang belum dihuni. “Masa dari 6.000 itu gak ada yang bisa dibuat penjara, ya satu atau dua pulau kan bisa,” katanya.

Yang jelas kata dia, setiap lapas mestinya ditempati oleh narapidana dari kasus yang berbeda. Napi korupsi dengan napi terorisme tidak bisa ditempatkan dalam satu sel yang sama.

“Harusnya yang korupsi itu korupsi saja, yang terorisme itu ya terorisme saja, dipisah. Gak bisa dong disatukan,” kata dia.

Pemerintah untuk sementara ini berfokus membina lapas-lapas yang sudah ada sembari menunggu pembangunan lapas baru bagi para napi koruptor yang akan dibuat di kawasan pulau terpencil dan terluar.

Wiranto memastikan petugas nantinya akan semakin memperkatat penjagaan untuk lapas-lapas yang berada di tengah perkotaan.

“Karena perlu waktu, dan proses panjang, sambil menunggu kami lakukan pembenahan dan memperketat pengawasan terhadap lapas yang audah ada,” kata dia. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Wadanpasmar 3 Terima Kunjungan Irjenal di Mako Pasmar 3

Metrobatam.com, Sorong - Wakil Komandan Pasmar 3 Kolonel Marinir Soeharijadi terima kunjungan Inspektur Jenderal Dan Perbendaharaan Angkatan Laut (Irjenal) Laksda TNI Djoko Erwan P,...

BKN Tetapkan 5 Lokasi Tes CPNS di Wilayah Provinsi Kepri

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Badan Kepegawaian Negara (BKN) menetapkan 5 lokasi sebagai tempat tes CPNS tahun 2018 di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. "Penetapan kelima lokasi...

Kapolres Karimun Beri Penghargaan 19 Personel Polres

Metrobatam.com, Karimun, Kepri - Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya memberikan penghargaan kepada 19 personel Polres karena dinilai telah berhasil mengungkap sejumlah kasus criminal, mulai...

Naik 8%, Ini Perkiraan UMP 2019 di 34 Provinsi

Metrobatam, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri menetapkan upah minimum provinsi (UMP) 2019 naik 8,03%. Kenaikan UMP di setiap provinsi akan diumumkan serentak...

Prabowo ‘The Winter Soldier’, PKB: Mana Laku, Indonesia Tak Bersalju

Metrobatam, Jakarta - PKB mengatakan capres Prabowo Subianto yang didoakan seperti 'The Winter Soldier' tak akan laku di Indonesia. Alasannya, tak pernah ada salju...

Dapat Teguran Keras dari Jokowi, Ini Tanggapan BPJS Kesehatan

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi teguran keras pada BPJS Kesehatan karena dirinya harus mengurus langsung pembayaran utang rumah sakit dalam program...

F1QR Lantamal IV Kembali Tangkap Terduga Pelaku Pencurian di Kapal SL. Lay Vessel 108

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV melalui Unit I Kejahatan dan Kekerasan di Laut (Jatanrasla)...

Refleksi Hari Pangan Sedunia, Abdul Basyid Has Sebut Marwah Bangsa Indonesia

Metrobatam.com, Batam - Abdul Basyid Has, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI periode 2018-2024 daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memberi catatan kritis terkait...

Tol Trans Jawa Ditargetkan Rampung Akhir November 2018

Metrobatam, Solo - Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan ruas tol trans Jawa ditargetkan akan selesai pembangunan fisik akhir November 2018. Diharapkan akhir...

Tabloid Bola Tutup, Netizen Kenang Saat Bokek hingga Taruhan

Metrobatam, Jakarta - Warganet mencuitkan kesedihan mereka terkait dengan rencana penutupan Tabloid Bola pekan depan. #TerimaKasihTabloidBola pun menjadi cuitan yang banyak diperbincangkan di media...

Miris, Bocah 7 Tahun Pengungsi Gempa Palu Dicabuli 3 Pemuda, Ini Kronologisnya

Metrobatam, Makassar - Pencabulan anak di bawah umur menimpa, HS (7), bocah perempuan yang masih duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar (SD). Miris,...

Kevin/Marcus Tambah Wakil Indonesia di Babak Kedua

Metrobatam, Jakarta - Wakil Indonesia di babak kedua Denmark Terbuka 2018 bertambah. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menambahnya dari nomor ganda putra. Kevin/Marcus mengalahkan pasangan...
SHARE