WNI Kembali Diculik, DPR Sebut Kerja Sama 3 Negara Cuma Retorika

354

Metrobatam, Jakarta – Nelayan asal Indonesia lagi-lagi diculik di perairan Malaysia diduga oleh kelompok bersenjata. Anggota komisi I DPR Charles Honoris mengkritisi masalah ini sebagai bukti kerja sama tiga negara soal pengamanan wilayah perairan belum terealisasi.

“Pemerintah tiga negara, Indonesia, Malaysia dan Filipina melalui beberapa pertemuan tingkat tinggi sepakat untuk mengamankan titik-titik rawan di kawasan dari perompakan dan pembajakan. Namun sampai detik ini kesepakatan tersebut baru retorika belaka dan ajang foto-foto saja,” ucap Charles Honoris dalam keterangan tertulis, Minggu (7/8).

Menurutnya, belum ada realisasi kerja sama antar 3 negara baik di tingkat menteri pertahanan maupun panglima tentara, karena katanya terhambat hal-hal teknis. “Ini sudah tidak bisa ditolerir lagi,” ujarnya merespons WNI yang kembali diculik.

Kesepakatan Indonesia, Malaysia dan Filipina untuk melakukan patroli bersama, intelligence sharing dan bantuan darurat harus segera direalisasikan. Hal ini untuk mejaminan keamanan di kawasan terhadap ancaman terorisme, dan perampokan bersenjata.

“Pola-pola lain seperti model eyes in the sky (kerjasama Indonesia, Malaysia dan Singapura) di Selat Malaka yang berhasil menekan angka perompakan dalam beberapa tahun terakhir juga bisa ditiru,’ tutur politisi PDIP itu.

Selain itu, Indonesia dan komunitas internasional harus menekan Filipina sebagai negara yang sudah 20 tahun lebih telah meratifikasi International Convention Against The Taking Of Hostages untuk berbuat lebih lagi dalam upaya mencegah dan menangani kasus-kasus penculikan dan penyanderaan di wilayah teritorialnya.

Teror SMS
Dalam beberapa tahun terakhir tercatat ada ratusan penculikan dan penyanderaan oleh kelompok kriminal yang berbasis di Filipina Selatan.

“Saya belum lama mendampingi Ibu Dian Mega dan 5 orang lainnya yang merupakan anggota keluarga WNI yang disandera oleh kelompok Abu Sayaf untuk berdialog dengan pihak Kemlu. Sudah 48 hari keluarga menunggu kepulangan korban dengan penuh kecemasan,” kata Charles.

“Belum lagi teror melalui SMS dan telepon ke pihak keluarga dari para penyandera. Publik tentu nya berharap tidak ada lagi keluarga-keluarga lainnya yang harus mengalami musibah seperti keluarga 10 WNI yang disandera Abu Sayaf. Kasus-kasus penyanderaan WNI harus segera berhenti,” imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Lalu Muhammad Iqbal membenarkan ada seorang WNI yang diculik pada Jumat (5/9) lalu. Namun pihaknya masih mencari tahu informasi detail terkait masalah tersebut.

“Kemlu membenarkan kejadian tersebut yang menimpa seorang WNI kapten kapal penangkap udang berbendera Malaysia dan kejadian di wilayah Malaysia. Kemlu sudah mengetahui kejadian tersebut sejak tanggal 5 Agustus,” ucap Iqbal.

“Hingga saat ini KBRI Kuala Lumpur, KJRI Kota Kinabalu, KRI Tawau dan KJRI Davao masih melakukan verifikasi kepada berbagai pihak di Malaysia dan Filipina, karena sejumlah informasi yang diterima dari pihak-pihak terkait masih terdapat sejumlah perbedaan. Kami akan sampaikan lebih detailnya setelah semua informasi terverifikasi,” imbuhnya.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Masjid Asy Syuhadaa Tering Raya Batam Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Metrobatam.com, Batam - Sebagai ummatnya sudah seharusnya kita senantiasa mencontoh dan mengikuti baginda Rasulullah SAW. Terlebih sebagai insan pilihan, pada Rasulluah memang ada contoh...

Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Sumsel Bertambah Jadi 5 Orang

Metrobatam, Palembang – Selain menangkap dua terduga teroris di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan, yaitu Abdul Qodir alias Yaziz dan M Suriadi, Detasemen Khusus...

Istri Mantan Sekretaris MA Jadi Staf Ahli MenPAN-RB, KPK Tak Dilibatkan

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tak diminta tanggapannya soal pengangkatan Tin Zuraida sebagai Staf Ahli MenPAN-RB. Padahal, KPK biasanya dilibatkan untuk...

Ditemukan Jutaan Pil Zenith di Sampit, Mabes Polri Turun Tangan

Metrobatam, Sampit - Markas Besar (Mabes) Polri turun tangan membantu pengembangan penyelidikan temuan 3,7 juta butir carnophen atau zenith di Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin...

IKLA Batam Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Rumah Gadang

Metrobatam.com, Batam - Warga Luak Agam Kota Batam diajak untuk terus meneladani Nabi Muhammad SAW dalam bersikap di kehidupan sehari-hari. Itu karena sikap Rasulullah...

Beroperasi Juni 2018, 5 Stasiun LRT Palembang Siap Digunakan

Metrobatam, Palembang - Progres pembangunan Light Rain Transit (LRT) Palembang telah memcapai 76 persen dan siap beroperasi pada Juni 2018 mendatang. Namun, hanya akan...

Densus 88 Tangkap Seorang Warga di Kalbar, Ini Alasannya

Metrobatam, Pontianak - Akibat sering melakukan postingan tentang jihad selama kurang lebih 3 tahun, KT (45) warga Kabupaten Landak, Kalbar yang ditangkap Tim Densus...

Presiden Prancis Minta Israel Hentikan Pembangunan di Yerusalem

Paris - Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Paris. Dalam pertemuan tersebut Macron meminta Israel menghentikan pembangunan di...

Barcelona Kalahkan Sepuluh Pemain Villarreal 2-0

Metrobatam, Jakarta - Barcelona sukses mengalahkan Villarreal 2-0 di jornada ke-15 La Liga Spanyol. Blaugrana menang usai The Yellow Submarine bermain dengan sepuluh orang...

Kapolda Sumsel Benarkan 2 Terduga Teroris Ditangkap Densus 88

Metrobatam, Pelembang - Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Inspektur Jenderal (Irjen) Zulkarnain Adinegara membenarkan adanya penangkapan dua orang warga Ogan Ilir diduga terlibat kasus terorisme. "Ya...

Guardiola Heran Mourinho Selalu Mengeluhkan Wasit

Manchester - Musim lalu protes Jose Mourinho soal wasit mengiring kekalahan Manchester United di laga derby. Hal yang sama baru saja terulang dan di...

Banjir Bandang Terjang Solok, 1 Orang Hilang Tertimbun Longsor

Metrobatam, Solok - Dua kecamatan wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat dilanda banjir bandang dan tanah longsor Sabtu 9 Desember 2017 malam. Akibat bencana tersebut...
BAGIKAN