Metrobatam, Jakarta – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai inefisiensi biaya operasional maskapai seharusnya tak berdampak pada tarif pesawat terbang bagi konsumen. Pasalnya, tata kelola perusahaan yang buruk adalah kesalahan manajemen, dan seharusnya menjadi tanggung jawab maskapai seutuhnya.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi memberi contoh biaya sewa pesawat (leasing) yang dilakukan maskapai. Ia berkisah, terdapat satu maskapai yang memiliki biaya leasing 20 persen lebih mahal dibanding maskapai lainnya. Hal ini, lanjut dia, terungkap saat dia bertemu Dewan Pertimbangan Presiden (wantimpres) beberapa waktu lalu terkait tarif tiket pesawat terbang.

“Ini kan kesalahan masa lalu dari manajemen maskapai, sehingga inefisiensi ini harusnya tidak dibebankan ke konsumen. Memang ini seharusnya dikeluarkan dari komponen tarif tiket pesawat,” jelas Tulus, Jumat (25/1).

Ia melanjutkan, mahalnya tarif pesawat tentu akan menjadi disinsentif bagi konsumen. Hasilnya, semakin sedikit masyarakat yang mau menggunakan jasa transportasi penerbangan. Apalagi, hal ini sudah terbukti beberapa waktu yang lalu.

Tulus mencontohkan kasus di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau, di mana 433 penerbangan dibatalkan karena jumlah penumpang turun drastis lantaran harga tiket pesawat kian menukik.

“Ini bisa jadi bumerang bagi maskapai dan pemerintah. Pertama, ratusan penerbangan dibatalkan karena sepi penumpang. Di samping itu, kunjungan ke beberapa tujuan wisata jadi turun. Memang harus ada tindakan pemerintah terkait hal ini,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan biaya leasing pesawat menjadi komponen penting di dalam biaya operasional dengan porsi rata-rata 25 persen hingga 30 persen dari total biaya. Adapun, komponen terbesar biaya operasional maskapai merupakan avtur dengan rata-rata 35 persen hingga 45 persen dari total beban operasional.

Apalagi, beban maskapai semakin berat setelah seluruh komponen biaya dibayar menggunakan denominasi dolar Amerika Serikat (AS). Hanya saja, penerimaan masih didapat dalam bentuk rupiah.

“Industri airline ini dalam keadaan tidak mudah, banyak airline di dunia yang bangkrut. Dan memang karakter dari industri airline itu capital intensive, orangnya juga banyak tapi cost dalam dolar AS,” imbuh Budi beberapa waktu lalu. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Karhutla dan Hutan Gundul di Batam, Komisi III DPRD Kepri Tanyakan Tupoksi KPHL

Metrobatam.com, Batam - Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau yang dipimpin Sekretaris Komisi III Raja Bahktiar melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja Kesatuan Pengelolaan...

Akibat Pemeliharaan Aset Gas oleh PT CPGL akan Berdampak Pada PLN Batam

Metrobatam.com, Batam - PT Conoco Philips Grissik Line (CPGL) sebagai pemasok gas terbesar di Indonesia, saat ini sedang melakukan pemeliharaan sumur yang ada di...

Bawa Sabu, Calon Penumpang Pesawat di Bandara Hang Nadim Batam Ditangkap

Metrobatam.com, Batam - Pihak petugas Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepri mengamankan seorang penumpang karena kedapatan membawa narkoba jenis Sabu.  Seorang WNI calon penumpang Pesawat...

Polres Tanjungpinang dan Polda Kepri Tangkap Pelaku Pembunuhan Pensiunan TNI AL

Metrobatam.com, Batam - Polres Tanjungpinang dan Polda Kepulauan Riau akhirnya berhasil menangkap Abdul pada Sabtu (16/02), pelaku pembunuhan pensiunan TNI AL Arnold Tambunan (AT),...

Lewat Facebook, 3 Terdakwa Warga Nigeria Tipu dan Perdayai Mutiara

Metrobatam.com, Batam - Kasus penipuan lewat Facebook yang dilakukan beberapa oknum warga Nigeria bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Dalam beberapa bulan ini sudah...

Lanud RHF Mendukung Operasi Patroli Rutin di Wilayah ALKI 1

Metroobatam.com, Tanjungpinang - Sebanyak 2 unit Pesawat Tempur Hawk 100/200 milik TNI AU dari Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru melaksanakan patroli udara...

Eks Kombatan GAM Marah Dituduh Kelola Lahan Prabowo di Aceh

Metrobatam, Jakarta - Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Joni Suryawan membantah kubu calon presiden Prabowo Subianto terkait pengelolaan lahan di Aceh. Mereka marah...

Walhi: Lahan Prabowo Kemungkinan Didapat di Era Orde Baru

Metrobatam, Jakarta - LSM Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mengatakan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tak seharusnya memiliki Hak Guna Usaha (HGU) lahan...

Sungai Musi Meluap, Ribuan Rumah di Muratara Sumsel Terendam Banjir

Metrobatam, Palembang - Ribuan rumah di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, sudah 4 hari ini terendam banjir. Akibatnya, akses ke daerah terputus...

Nasib Rudiantara soal ‘Yang Gaji Kamu Siapa’ Ditentukan Jumat

Metrobatam, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) hampir merampungkan kasus 'yang gaji kamu siapa' yang melibatkan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo)...

Sandi Ingin Pertanyaan Panelis Dihapus Saat Debat Ketiga

Metrobatam, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengusulkan agar pelaksanaan debat Pilpres 2019 selanjutnya yang mempertemukan dirinya dengan calon wakil...

Kunjungan ‘Rahasia’ Jokowi Bikin Kaget Warga Tambak Lorok

Metrobatam, Semarang - Ahmad Sueb, Ketua RW 13 Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara "dag dig dug" ketika nama kampungnya, Tambak Lorok disebut oleh Calon...